Kompetensi dan Kualitas SDM Indonesia harus di Atas Standar Pasar

Fabiola Febrinastri

Kamis, 14 September 2017 | 12:38 WIB
Kompetensi dan Kualitas SDM Indonesia harus di Atas Standar Pasar
Menaker, M Hanif Dhakiri berbicara dalam "Bersinergi Menuju Kedaulatan Indonesia; Upaya Refleksi, Proyeksi, dan Resolusi Masalah Negara", Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (13/9/2017). (Sumber: Kemnaker)

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri, mengatakan, Indonesia harus memutus lingkaran setan yang menjadi penyebab pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Lingkaran setan tersebut adalah kemiskinan dan pendidikan.

Secara sederhana, dia mengilustrasikan seseorang miskin karena pendidikan dan kompetensinya rendah, sehingga tak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Mengapa tak bisa mendapatkan pekerjaan layak, karena tak memiliki kompetensi. Mengapa kompetensinya rendah, karena tidak mengenyam pendidikan yang cukup.  

Menurutnya, kompetensi dan pengangguran merupakan masalah utama ketenagakerjaan.

"Sayangnya, di Indonesia, masalah ketenagakerjaan masih menjadi isu pinggiran dan belum menjadi isu utama, seperti ekonomi dengan berbagai indikatornya," kata Menteri Hanif, dalam forum konsolidasi mahasiswa pascasarjana Indonesia bertajuk "Bersinergi Menuju Kedaulatan Indonesia; Upaya Refleksi, Proyeksi, dan Resolusi Masalah Negara", di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Rabu (13/9/2017).

Masalah inflasi menjadi salah satu indikator  ekonomi makro, sehingga pemerintah dengan segala perangkatnya selalu berupaya menjaga inflasi yang aman. Menaker berharap, ke depan, masalah pengangguran menjadi salah satu indikator ekonomi makro, sehingga pemerintah, dengan segala sumber daya yang ada mampu menjaga agar angka pengangguran tidak lebih dari angka aman yang telah ditentukan.

Menurutnya, agar angka pengangguran tidak tinggi, maka masalah peningkatan kompetensi pekerja menjadi isu bersama yang terintegrasi.

"Hal ini bisa dilakukan, jika isu ketenagakerjaan tak lagi menjadi isu pinggiran sebagaimana di negara-negara barat," kata Menaker.

Untuk memenangkan persaingan global di era digital, kompetensi dan kualitas SDM Indonesia harus di atas standar pasar kerja. Untuk mewujudkannya butuh kerja keras dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Pada kesempatan tersebut, Menaker menyampaikan beberapa tantangan ketenagakerjaan yang terjadi saat ini, antara lain, lulusan pendidikan dengan pasar kerja yang belum sepenuhnya 'nyambung' (mismatch). Problem ini mencapai 37 persen. Artinya, 3 hingga 4 dari 10 orang bekerja tak sesuai dengan basis pendidikannya.

Indonesia juga dihadapkan dengan masih rendahnya kompetensi pekerja, dimana 60 persen diantaranya merupakan lulusan SD-SMP. Untuk meningkatkan kompetensi, pemerintah menggenjot pelatihan vokasi, baik yang dilakukan oleh Kemnaker melalui Balai Latihan Kerja (BLK) atau yang dilakukan swasta melalui Lembaga Pelatihan Kerja dan training center oleh perusahaan.

Pelatihan vokasi ini, selain dimaksudkan untuk meningkatan kompetensi pekerja, juga diperuntukkan bagi angkatan kerja baru yang belum bisa langsung masuk dunia kerja, karena belum memiliki ketrampilan.

Ke depan, Kementerian Ketenagakerjaan juga sedang memikirkan adanya pelatihan ulang (retraining) untuk korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk itu, Menaker berharap, pelatihan vokasi memiliki kedudukan yang seimbang dengan pendidikan formal, terutama dalam hal alokasi anggaran. Dengan demikian upaya peningkatan SDM pekerja menjadi maksimal.

(**) Artikel ini merupakan kerja sama Kemnaker dengan Suara.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menaker: Hindari Eksploitasi Alam, Beralihlah ke Pembangunan SDM

Menaker: Hindari Eksploitasi Alam, Beralihlah ke Pembangunan SDM

News | Rabu, 13 September 2017 | 11:00 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan "Desa Migran Produktif"

Pemerintah Resmi Luncurkan "Desa Migran Produktif"

News | Selasa, 12 September 2017 | 10:41 WIB

Agar Vokasi 'Nyambung' Dunia Kerja, Industri Harus Terlibat

Agar Vokasi 'Nyambung' Dunia Kerja, Industri Harus Terlibat

News | Senin, 11 September 2017 | 10:56 WIB

Terkini

Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna

Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:24 WIB

BPKH-Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital

BPKH-Bank Muamalat Perluas Akses Layanan Haji Berbasis Digital

Sumut | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:24 WIB

BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun

BRImo Makin Diminati, 49,7 Juta Pengguna dan Transaksi Rp4.166 Triliun

Jawa Tengah | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar

Girang Kehadiran DSI Bawa Hasil, Prabowo Sebut Negara Cuan USD 5 Miliar

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Purbaya dan Bahlil Sebaiknya Beri Subsidi Langsung ke Orang Ketimbang BBM

Purbaya dan Bahlil Sebaiknya Beri Subsidi Langsung ke Orang Ketimbang BBM

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Bapenda dan BPAD DKI Dapat Suntikan Rp68 Miliar Guna Pulihkan Layanan Pajak dan Aset

Bapenda dan BPAD DKI Dapat Suntikan Rp68 Miliar Guna Pulihkan Layanan Pajak dan Aset

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026

Perkuat Inklusi Keuangan, BRImo Bukukan 3,32 Miliar Transaksi hingga Juni 2026

Lampung | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Bersama Danantara, BRImo Dorong Inklusi Keuangan hingga 49,7 Juta Pengguna

Bersama Danantara, BRImo Dorong Inklusi Keuangan hingga 49,7 Juta Pengguna

Bekaci | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia

Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Telat Sehari, Ulang dari Nol: Menggugat Logika Aturan Perpanjangan SIM

Telat Sehari, Ulang dari Nol: Menggugat Logika Aturan Perpanjangan SIM

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×