Teknologi Aspal PUPR Ampuh Perangi Pencemaran Limbah Plastik

Fabiola Febrinastri

Senin, 18 September 2017 | 09:21 WIB
Teknologi Aspal PUPR Ampuh Perangi Pencemaran Limbah Plastik
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan melihat langsung penerapan teknologi campuran beraspal menggunakan limbah plastik, di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Sabtu (16/9/2017). (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Pengelolaan sampah plastik di Indonesia menjadi masalah kronis, bahkan telah menjadi isu global. Berdasarkan data dari Jambeck (2015), diperkirakan 3,32 juta metrik ton limbah plastik di Indonesia belum terkelola baik, dimana 0,48-1,29 juta metrik ton masuk ke laut.

Berangkat dari kondisi yang memprihatinkan tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, bersama dengan Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, bersinergi bersama untuk mencari solusi terhadap persoalan limbah plastik tersebut melalui inovasi teknologi.

"Sampah plastik ini muaranya ke laut, inilah mengapa Menko Kemaritiman yang bergerak. Kalau sampah botol dicari orang, tetapi sampah kantong plastik kresek tidak ada nilai ekonomisnya. Sekarang kita coba agar sampah plastik itu punya nilai ekonomi yang tinggi," kata Menteri Basuki, saat bersama Luhut melihat langsung penerapan teknologi campuran beraspal menggunakan limbah plastik, di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Sabtu (16/9/2017).

Menurut Basuki, sebenarnya penelitian pemanfaatan limbah plastik sudah mulai dilakukan sejak 2008 oleh Balitbang PUPR. Kemudian, atas inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, penelitian ini terus dikembangkan dan diintensifkan sejak awal tahun ini.

"Kami sudah melakukan uji coba penerapan hasil penelitian tersebut di jalan, dengan volume lalu lintas rendah di Universitas Udayana, Bali, sepanjang kurang lebih 700 meter, pada 18-19 Juli 2017. Hasilnya ternyata cukup baik. Untuk itu, sekarang kami coba di Jalan Sultan Agung, Bekasi, sepanjang 2,6 km, dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi," katanya.

Ruas Jalan yang diujicoba merupakan Jalan Sultan Agung di kedua arah, 4 lajur dengan panjang 650 m, sehingga total panjang 2,6 km. Menteri Basuki juga menyebut, setelah uji coba di Kota Bekasi, teknologi aspal plastik akan diterapkan di beberapa tempat lainnya, seperti Cilincing, Surabaya, Medan, dan pada rest area ruas tol Tangerang-Merak.



Untuk itu, perlu dukungan dari pemangku kepentingan terkait, seperti Kementerian Perindustrian dan pemerintah daerah untuk menyiapkan rantai pasok (supply chain), karena limbah plastik kresek sebagai campuran aspal perlu dicacah lebih dulu.  

"Di bawah koordinasi Menko Kemaritiman, saat ini, kami tengah memikirkan bagaimana model bisnis yang tepat untuk mengolah sampah plastik tersebut. Apakah dari bank sampah, pengepul, atau pemulung," lanjut Menteri Basuki.

Sementara itu, Menko Luhut menyatakan bangga dengan hasil karya anak bangsa dalam penelitian pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal jalan.
 
"Saya memberikan apresiasi kepada Kementerian PUPR atas kerja bersama yang konkrit ini," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan, Deded P. Syamsudin, mengatakan, "Hasilnya tampak sangat baik dan sama sekali tidak mengurangi kualitas jalan, bahkan justru bisa menambah kerekatan jalan. Ketika diukur suhunya masih aman, yaitu 150-180 derajat Celcius. Plastik tidak terdegradasi. Masih jauh dari batas degradasi sampah, yaitu 250-280 derajat Celcius, sehingga belum memasuki tahap mengeluarkan racun," jelasnya.

Untuk rencana ke depan, limbah plastik ini akan dijadikan sebagai bahan campuran aspal dengan komposisi 6 persen, yang akan digunakan untuk pemeliharaan jalan.

Adapun kebutuhan preservasi jalan nasional mencapai 47 ribu km. Jika satu kilometer jalan butuh 3 ton plastik, maka perlu limbah plastik sebanyak 140 ribu ton, yang kemudian dicacah menjadi plastik ukuran 5 milimeter.

Berdasarkan hasil uji laboratorium pada 2017 dan hasil analisisnya, campuran beraspal panas dengan tambahan limbah plastik menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah dibandingkan dengan campuran beraspal panas standar.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, beberapa pejabat tinggi madya di lingkungan Kemenko Kemaritiman, Kepala Balitbang PUPR, Danis Sumadilaga, Kepala Puslitbang Jalan dan Jembatan, Deded P Syamsudin, Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Rezeki Peranginangin, Sekretaris Balitbang, Herry Vaza, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan VI, Atyanto Busono, dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dengan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kampus PUPR Raih Penghargaan "Anugerah Energi Lestari 2017"

Kampus PUPR Raih Penghargaan "Anugerah Energi Lestari 2017"

News | Minggu, 17 September 2017 | 12:00 WIB

Basuki: Peran Geolog Penting dalam Pembangunan Infrastruktur

Basuki: Peran Geolog Penting dalam Pembangunan Infrastruktur

News | Minggu, 17 September 2017 | 14:00 WIB

7 Inovasi Teknologi Litbang PUPR Siap Diterapkan

7 Inovasi Teknologi Litbang PUPR Siap Diterapkan

News | Jum'at, 15 September 2017 | 09:39 WIB

Terkini

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Menanti Wajah Baru Teluk Mendale Setelah Rusak Diterjang Bencana

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Rudal Houthi Hantam Jantung Saudi Aramco, Harga Minyak Melonjak Drastis

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Gelegar Lelang BNI 2026 Bukukan Penjualan Agunan Rp510,77 Miliar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam

Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Karhutla dan Krisis Komunikasi Publik: Saat Informasi Mitigasi Tak Selaras dengan Realitas

Opini | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:47 WIB

5 Tips Merawat Kulit Kering saat Kemarau, Dokter Saran Tambah Pelembap

5 Tips Merawat Kulit Kering saat Kemarau, Dokter Saran Tambah Pelembap

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:45 WIB

Diwarnai Kejar-kejaran, Polisi Obrak-abrik 6 Sarang Narkoba di Pringsewu: 2 Terduga Bandar Diciduk

Diwarnai Kejar-kejaran, Polisi Obrak-abrik 6 Sarang Narkoba di Pringsewu: 2 Terduga Bandar Diciduk

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Home Center ke-72 Dibuka di Bekasi, Pelaku Usaha Kuliner Ikut Dibidik

Home Center ke-72 Dibuka di Bekasi, Pelaku Usaha Kuliner Ikut Dibidik

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Basi, Kuning, dan Berbau padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Magic Com Cepat Basi, Kuning, dan Berbau padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:34 WIB

A Good Day to Be a Dog: Jatuh Cinta Berarti Belajar Menghadapi Ketakutan

A Good Day to Be a Dog: Jatuh Cinta Berarti Belajar Menghadapi Ketakutan

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:30 WIB

×