Basuki: Peran Geolog Penting dalam Pembangunan Infrastruktur

Fabiola Febrinastri

Minggu, 17 September 2017 | 14:00 WIB
Basuki: Peran Geolog Penting dalam Pembangunan Infrastruktur
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam "Seminar Ilmu Kebumian ke-10", Yogyakarta, beberapa waktu lalu. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Indonesia berada pada sabuk vulkanis (ring of fire) dan sejatinya sudah akrab dengan geological hazard. Dengan kondisi alam tersebut, peran geolog sangat strategis dan menjadi kunci dalam pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal tersebut relevan, karena tak jarang infrastruktur yang dibangun menemui sejumlah kondisi geologi dan kebumian yang berat, seperti daerah rawan gempa, patahan, gunung api, tanah lunak dan gambut serta curah hujan yang tinggi.

"Kondisi itu bukanlah penghambat, namun tantangan yang harus diatasi oleh para ahli geologi atau praktisi kebumian kita," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, dalam sambutanya di acara "Seminar Ilmu Kebumian ke-10", yang digelar program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Menteri Basuki, para ahli geologi bukan hanya dibutuhkan dalam eksplorasi dan eksoploitasi sumber daya alam seperti migas, melainkan juga mampu memberikan dukungan bagi pembangunan nasional dibidang infrastruktur. Peran para ahli geologi punya posisi strategis dalam pembangunan infrastruktur karena ikut menentukan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur dan bisa memberikan panduan bukan hanya sebagai pendukung semata.

Ia mencontohkan penyelesaian pembangunan Bendungan Jatigede yang terhenti hingga puluhan tahun dan kemudian, atas instruksi Presiden Joko Widodo, dilanjutkan, karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat. Salah satu faktor yang menjadi sebab tertundanya penyelesaian bendungan tersebut adalah keberadaan Sesar Baribis yang melewati bendungan tersebut.

Padahal, menurut Basuki, keberadaan sesar bisa diantisipasi dengan dukungan data dan studi untuk meminimalkan risiko yang mungkin timbul.

Dalam melaksanakan tugasnya, para geolog harus melakukan identifikasi dan analisa risiko, mitigasi, dan manajemen risiko, sehingga kegagalan konstruksi bisa diminimalkan, serta selalu membangun mengkomunikasikan risiko kepada para stakeholder.

"Diperlukan pola pikir, strategi, metode kerja, serta terobosan teknologi, dan aksi nyata yang inovatif untuk mengawal dan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Beberapa proyek infrastruktur PUPR yang melibatkan ahli geologi, diantaranya pembangunan jalan perbatasan Papua sepanjang 1.098,2 km, pembangunan jalan tol Trans Sumatera Palembang-Indralaya sepanjang 22 km dengan menggunakan teknologi vacuum preloading, untuk mengatasi tegangan negatif dan mempercepat proses konsolidasi tanah. Kemudian pembangunan jalan tol Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai dengan menggunakan teknologi mini piles dan load transform platform (LTP) dan pembangunan jalan tol Trans Jawa Pemalang Batang sepanjang 39,2 km dengan teknologi vacuum preloading.

Lalu ada pembangunan rumah instan sederhana sehat dengan teknologi risha di Pidie Jaya, Aceh, yang tahan gempa dan bisa dibongkar pasang dengan mudah. Ada pula pembangunan ruas jalan Manokrawi-Bintuni dengan teknologi kisi beton dan sebagainya.

Pakar geologi juga berperan dalam penentuan topografi, hidrologi, dan geologi kompleks dalam pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang, Sabo DAM untuk mitigasi Gunung Merapi, dan pembangunan terowongan Tol Cisumdawu.

Dalam pembangunan bendungan,  seperti Bendungan Gondang dan Raknamo, pakar geoteknik berperan dalam pemilihan lokasi penggenangan, desain fondasi, desain tubuh bendungan dan desain sistem instrumentasi dan hingga perhitungan pondasi, sampai membuat lay-out atau lokasi spillway, saluran pengelak dan lain-lain.

(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dan Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Restorasi Berhasil, Danau Rawa Pening Jadi Arena Lomba Dayung

Restorasi Berhasil, Danau Rawa Pening Jadi Arena Lomba Dayung

News | Jum'at, 15 September 2017 | 13:00 WIB

7 Inovasi Teknologi Litbang PUPR Siap Diterapkan

7 Inovasi Teknologi Litbang PUPR Siap Diterapkan

News | Jum'at, 15 September 2017 | 09:39 WIB

Pemerintah Pacu Pembangunan Tol Cisumdawu

Pemerintah Pacu Pembangunan Tol Cisumdawu

News | Kamis, 14 September 2017 | 16:04 WIB

Terkini

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 07:44 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

×