Masih Banyak Hoax, Kominfo Dorong Literasi Media Sosial

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 05 Oktober 2017 | 17:55 WIB
Masih Banyak Hoax, Kominfo Dorong Literasi Media Sosial
Berita hoax (Shutterstock)

Suara.com - Masih maraknya berita-berita hoax, ujaran kebencian berdasarkan SARA, dan konten-konten negatif lainnya di media sosial menuntut keterlibatan semua lapisan masyarakat untuk bahu-membahu bersama pemerintah membangun kesadaran bersama sehingga dapat memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab dengan konten-konten positif.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Rositasari Niken Widyastuti dalam ideatalk IDEAFEST 2017, bertajuk 'Jaga Jagat Maya, Jaga Budaya Indonesia#KontenDigitalUntukIndonesia' di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

"Yang harus kita terus dorong bersama adalah proses literasi media sosial ke seluruh lapisan masyarakat, baik itu pelajar dan mahasiswa maupun masyarakat umum, sehingga media sosial yang kita pakai jauh lebih sehat dengan konten-konten positif yang membawa manfaat bukan saja bagi kita sendiri tetapi juga bagi komunitas dan lebih dari itu bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata Niken.

Kata dia, internet ibarat pisau bermata dua, memungkinkan masyarakat berkomunikasi dan berinteraksi secara cepat. Di sisi lain media sosial juga membawa dampak negatif untuk menyebarkan informasi hoax, ujaran kebencian, pemutarbalikan fakta, provokasi, serta hal-hal yang berkaitan dengan SARA, terorisme, dan sebagainya.

"Repotnya lagi masyarakat kita belum dibekali dengan informasi yang cukup untuk menangkal informasi-informasi seperti ini, tidak ada proses chek dan recheck bahkan cenderung cepat-cepat menyebarkan. Ini yang tidak boleh terjadi lagi, sehingga literasi media sosial itu sangat penting kita gaungkan ke masyarakat," lanjutnya.

Sejauh ini pemerintah dalam hal ini Kominfo sudah bekerja sama dengan lebih dari 100 Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia untuk melakukan literasi media sosial di kalangan pelajar dan mahasiswa. Bukan itu saja Menteri Kominfo saat ini sedang giat melakukan kunjungan ke pimpinan-pimpinan Agama melalui MUI, NU, Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma, dan Walubi.

"Melalui pimpinan agama-agama ini kita bekerjasama untuk menyelanggarakan literasi media sosial kepada pemuda-pemudi di masing-masing kelompok agama," sambung Niken.

Dalam upaya literasi media sosial tersebut, pemerintah juga membangun kerjasama dengan Komisi I DPR RI menggalakan literasi media sosial kepada masyarakat umum dengan pendekatan-pendekatan budaya.

"Di beberapa tempat melalui pagelaran budaya kita melakukan pendidikan literasi media sosial sehingga kesadaran bermedia sosial secara sehat ini bisa merambah seluruh lapisan masyarakat," tukasnya.

baca juga

Ia sangat berharap agar masyarakat memupuk kesadaran yang makin positif dalam memanfaatkan media sosial.

"Ada banyak sekali hal positif di masyarakat yang perlu kita sampaikan, bukan melulu hal-hal negatif. Entah itu keberhasilan pemerintah di bidang infrastruktur, di bidang ekonomi dan hal-hal positif lainnya sehingga media sosial kita nuansanya lebih sehat dan positif," ujarnya.

Hadir dalam kesempatan yang sama adalah Direktur Pemberitaan Metrotvnews.com Abdul Kohar yang menambahkan bahwa di tengah arus deras informasi yang diteriuma masyarakat, media mainstream memiliki peran untuk menjadi rujukan apakah suatu informasi layak dipercaya atau tidak.

"Karena media mainstream bekerja dengan dispilin verifikasi maka dia harus menjnadi rujukan masyarakat untuk memastikan informasi tersebut benar atau tidak," kata Kohar.

Ditambahkan oleh Pendiri Good News From Indonensia (GNFI) Akhyari Hananto, agar masyarakat bahu-membahu menangkal informasi-informasi negatif yang banyak beredar di media-media sosial, dengana tidak ikut membuat viral sebuah informasi hoax dan aktif dari dalam diri memproduksi konten-konten positif.

"Lebih dari itu, Indonesia ini banyak hal positif yang harus diberitakan, budayanya, adat istiadat dan keindahan alamnya yang sangat luar biasa. Ini adalah gerakan positif yang harus kita bangun. Memberitakan banyak hal positif, akan membangkitkan harapan. Karena jangan lupa, sudah ada contoh negara seperti Filipina yang mundur jauh ke belakang karena mereka kehilangan harapan karena banyaknya hal negatif yang beredar di masyarakat. Indonesia harus lebih aktif lagi membangun kesadaran yang lebih optimis dengan menyampaikan hal-hal positif ke dunia sehingga kita terus maju," ujar Hananto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sering Jadi Korban Berita Hoax, Marcella Zalianty Lakukan Ini

Sering Jadi Korban Berita Hoax, Marcella Zalianty Lakukan Ini

Entertainment | Selasa, 03 Oktober 2017 | 12:21 WIB

Kreator Diminta Ciptakan Konten Positif di Media Sosial

Kreator Diminta Ciptakan Konten Positif di Media Sosial

Tekno | Senin, 02 Oktober 2017 | 19:14 WIB

Konten Negatif Marak, Persatuan Bangsa Dipertaruhkan

Konten Negatif Marak, Persatuan Bangsa Dipertaruhkan

Tekno | Senin, 02 Oktober 2017 | 17:36 WIB

Letkol TNI Dicopot dalam Kasus Website Kodam Mulawarman

Letkol TNI Dicopot dalam Kasus Website Kodam Mulawarman

News | Sabtu, 30 September 2017 | 23:40 WIB

Paus Fransiskus Akan Terbitkan Dokumen Mengecam Hoax

Paus Fransiskus Akan Terbitkan Dokumen Mengecam Hoax

Tekno | Jum'at, 29 September 2017 | 22:27 WIB

Beredar Rekrutmen Palsu, Pegadaian Imbau Masyarakat Hati-hati

Beredar Rekrutmen Palsu, Pegadaian Imbau Masyarakat Hati-hati

Press Release | Kamis, 28 September 2017 | 13:01 WIB

Enam Alasan Banyaknya Hoax dan Fake News

Enam Alasan Banyaknya Hoax dan Fake News

News | Rabu, 27 September 2017 | 16:25 WIB

Termakan Hoax, Ini Ormas - Ormas di Balik  Rusuh YLBHI!

Termakan Hoax, Ini Ormas - Ormas di Balik Rusuh YLBHI!

Video | Rabu, 20 September 2017 | 17:36 WIB

Desak Tuntaskan Kasus e-KTP, TAPAK Minta KPK Tak Tebang Pilih

Desak Tuntaskan Kasus e-KTP, TAPAK Minta KPK Tak Tebang Pilih

News | Selasa, 19 September 2017 | 18:51 WIB

Mencekam,  Aksi Serbuan ke Kantor YLBH!

Mencekam, Aksi Serbuan ke Kantor YLBH!

Video | Senin, 18 September 2017 | 18:24 WIB

Terkini

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

×