Warga Kampung Muka: Jangan Ajari Nyolong Listrik dan Air

Siswanto, Dian Rosmala

Kamis, 02 November 2017 | 16:40 WIB
Warga Kampung Muka: Jangan Ajari Nyolong Listrik dan Air
Sudut Kampung Muka, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Hidup di atas tanah bukan milik sendiri bukanlah perkara mudah bagi warga Kampung Muka, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Deg-degan saban hari.

Selain terus menerus dihantui perasaan was-was jika tiba-tiba negara menggusur tempat tinggal, mereka juga susah mendapatkan fasilitas publik.

Ketika ditemui Suara.com, Kamis (2/11/2017), Ketua RT 5, RW 5, Kampung Muka, Rizal, bercerita panjang lebar mengenai kondisi warganya.

Warganya tak bisa mendapatkan aliran listrik dari PT. PLN (Persero) serta tak bisa mendapatkan fasilitas air bersih dari perusahan air minum.

Untuk mendapatkan fasilitas tersebut, diwajibkan memiliki surat-surat tanah tempat tinggal mereka.

"Untuk sekarang ini, kebijakan masa gubernur kemarin (Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok) itu ya kesulitan pemasangan listrik. Kami dipersulit. Katanya harus punya PBB dulu," kata Rizal.

"Yang kedua itu air. Kebetulan di sini Palyja. Kami mau masang baru sama sulitnya minta ampun. Padahal itu kan hajat hidup orang banyak," Rizal menambahkan.

Rizal berkata setrum dan air merupakan kebutuhan penting bagi warga Kampung Muka.

Kalau untuk mendapatkan kebutuhan dasar saja dipersulit pemerintah, warga bisa mengambil jalan pintas. Mencuri.

"Jangan sampai warga diajarin untuk memasang secara ilegal. Tolonglah kami dipermudah. Jangan dipersulit begini," ujar Rizal.

Warga bukannya tidak mau mengurus surat tanah. Mereka siap mengurusnya asalkan mendapatkan akses ke kantor pemerintah.

Masalahnya, yang dirasakan warga selama ini, mereka tidak tahu harus bagaimana supaya mendapatkan legalitas atas pemukiman yang puluhan tahun mereka tempati.

"Kalau syaratnya PBB dan segala macam, yang seperti itu kan nggak bisa dipenuhi. Sementara ya untuk ngurus PBB saja kita tidak memiliki akses. Padahal di tempat lain itu bisa saja," tutur Rizal.

Kini, warga Kampung Muka menaruh harapan kepada gubernur dan wakil gubernur Jakarta yang baru, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Warga masih ingat betul janji Anies dan Sandiaga ketika kampanye dulu. Dalam kontrak politik disebutkan akan memberikan hak atas tanah.

"Ya semoga saja Pak Anies-Sandi ini tidak mengingkari janjinya. Kalau itu ditepati kan berarti kita bisa segera urus PBB, kita bisa pasang listrik dan air," kata Rizal.

Rizal mengungkapkan tanah warga diklaim PT. Kereta Api Indonesia. Padahal, katanya, tidak semua warga menetap secara ilegal, sebagian memiliki sertifikat tanah.

"Kami heran juga. Ini kan diklaim milik KAI. Katanya semua milik KAI. Tapi itu disana ada yang punya sertifikat juga. Ada beberapa yang punya PBB. Semoga saja pak Anies-Sandi benar-benar menepati janjinya. Kita sudah nggak kuat, khawatir terus," kata Rizal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×