Polisi Selidiki Pelecehan Anak TK dengan Bekas Jarum

Ardi Mandiri

Sabtu, 25 November 2017 | 06:00 WIB
Polisi Selidiki Pelecehan Anak TK dengan Bekas Jarum
Ilustrasi jarum suntik. (Shutterstocks)

Suara.com - Polisi China menyelidiki klaim pelecehan seksual dan bekas jarum pada anak-anak di sebuah taman kanak-kanak (TK) di Beijing, kasus terbaru di industri perawatan anak yang memicu kemarahan di kalangan orang tua.

Kantor berita resmi Xinhua mengatakan, Kamis, kepolisian memeriksa tuduhan bahwa beberapa guru dan staf di TK, yang dikelola oleh penyelenggara prasekolah RYB Education, telah menyiksa anak-anak, yang dilaporkan "telah dilecehkan secara seksual, ditusuk jarum dan diberi pil yang tak jelas".

Para orang tua mengatakan anak-anak mereka, beberapa di antaranya berusia sekitar tiga tahun, menyampaikan laporan soal perilaku mengganggu oleh seorang pria dewasa telanjang, yang mengaku melakukan "pemeriksaan kesehatan" pada para siswa pada saat mereka juga tidak berpakaian, demikian media lain mengatakan.

Beberapa orang tua, yang pada Kamis berkumpul di luar sekolah untuk meminta jawaban, mengatakan bahwa anak-anak mereka memberi laporan yang sama bahwa mereka disuruh minum tablet-tablet yang tak jelas. Sejumlah siswa juga diberi hukuman, mereka "dibuat berdiri" telanjang di kelas, menurut media.

Kesejahteraan anak-anak dalam perawatan profesional telah menjadi isu panas di China. Di negara itu, serangkaian kasus penyiksaan yang menghebohkan itu membuat peraturan dan pengawasan yang lemah dalam perawatan anak dan industri pembelajaran dini berada di bawah sorotan.

"Kami meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas kecemasan serius yang dialami orang tua dan masyarakat," kata RYB dalam sebuah pernyataan di mikroblog resminya pada Jumat. RYB menambahkan bahwa pihaknya membantu pihak berwenang.

"Kami saat ini bekerja sama dengan polisi untuk menyediakan material dan peralatan pengawasan yang relevan; guru-guru yang dicurigai sudah diberhentikan dan kami bekerja sama dengan polisi yang menjalankan penyelidikan," katanya.

Kepala sekolah telah mengajukan laporan polisi atas "orang-orang yang terlibat dalam tuduhan dan penyusunan rencana palsu", katanya, tanpa menjelaskan lebih jauh.

Polisi Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar lewat faks.

Kementerian Pendidikan China telah memulai penyelidikan khusus terhadap kegiatan TK, katanya dalam sebuah pernyataan pada Kamis, dan memerintahkan departemen pendidikan di seluruh negeri untuk waspada jenis insiden seperti itu.

Kejadian terpisah di China, berupa penamparan yang dialami anak-anak, juga dipukuli dengan tongkat dan serta mulut mereka ditutup dengan selotip, juga beredar dan memicu kemarahan dalam jaringan.

Berita tentang penyelidikan ke taman kanak-kanak Beijing memicu gelombang kemarahan pada media sosial. Ada lebih dari 76 juta penulisan dengan menyebutkan kata "RYB" pada layanan pesan WeChat pada Kamis.

"Ini mungkin kasus individual tapi masalah yang lebih dalam yang mereka cerminkan tidak dapat diabaikan," kata editorial Xinhua. "Hukum harus ditegakkan, pengawasan diperkuat, gaji guru dinaikkan. Industri penitipan anak tidak dapat dibiarkan tumbuh dengan cara yang tidak beradab," tegas editorial tersebut.

Kasus itu bukanlah kasus pertama dugaan penyiksaan di sekolah RYB.

Pada 2015, sebuah pengadilan di provinsi Jilin menemukan dua guru bersalah karena menyiksa anak-anak di salah satu TK di kota Siping. Pada kasus itu, staf di sekolah "dalam banyak kesempatan telah menggunakan jarum suntik dan taktik intimidasi untuk menyiksa banyak anak di bawah perawatan mereka", menurut dokumen keputusan pengadilan.

Awal tahun ini, RYB mengatakan telah menemukan "kesalahan serius" di sekolah Beijing yang lain dan meminta kepala sekolah untuk turun dari jabatannya, setelah video muncul yang memperlihatkan guru sedang memukuli dan mendorong anak-anak.

Televisi negara menyiarkan gambar polisi dan orang tua yang marah berkumpul di luar sekolah di Beijing pada hari Kamis untuk meminta jawaban.

Pada Jumat, seorang ayah yang meninggalkan sekolah tersebut mengatakan bahwa dia berada di sana untuk membatalkan pendaftaran anaknya dan meminta pengembalian uang.

RYB mengatakan di lamannya bahwa pihaknya memiliki jaringan lebih dari 1.300 pusat bermain dan pembelajaran yang dimiliki langsung dan waralaba, dan terdapat hampir 500 taman kanak-kanak untuk anak-anak sampai usia enam tahun di sekitar 300 kota di China.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Pelecehan Seksual Aa Gatot Nangis di Persidangan

Korban Pelecehan Seksual Aa Gatot Nangis di Persidangan

Entertainment | Selasa, 21 November 2017 | 20:37 WIB

Seorang PRT di Bawah Umur Hamil, Polisi Bekuk 3 Kuli Bangunan

Seorang PRT di Bawah Umur Hamil, Polisi Bekuk 3 Kuli Bangunan

News | Senin, 20 November 2017 | 05:22 WIB

Tertangkap Kamera! Senator AS Lecehkan Pembawa Acara Radio

Tertangkap Kamera! Senator AS Lecehkan Pembawa Acara Radio

News | Jum'at, 17 November 2017 | 06:44 WIB

Duh, Lesbian Lebih Rentan Alami Pelecehan Seksual!

Duh, Lesbian Lebih Rentan Alami Pelecehan Seksual!

Lifestyle | Jum'at, 17 November 2017 | 03:00 WIB

Sejoli Ditelanjangi, Polisi Belum Tangkap Semua Pelaku

Sejoli Ditelanjangi, Polisi Belum Tangkap Semua Pelaku

News | Kamis, 16 November 2017 | 16:36 WIB

Cewek yang Diarak dan Ditelanjangi Trauma, Tak Mau Ketemu Orang

Cewek yang Diarak dan Ditelanjangi Trauma, Tak Mau Ketemu Orang

News | Kamis, 16 November 2017 | 16:23 WIB

Stop Sebar Video Sejoli Diarak dan Ditelanjangi!

Stop Sebar Video Sejoli Diarak dan Ditelanjangi!

News | Kamis, 16 November 2017 | 06:10 WIB

Sejoli Ditelanjangi, Komnas Perempuan: Ini Penyiksaan Seksual!

Sejoli Ditelanjangi, Komnas Perempuan: Ini Penyiksaan Seksual!

News | Rabu, 15 November 2017 | 14:52 WIB

Sejoli yang Ditelanjangi Warga akan Diberi Terapi Sosial

Sejoli yang Ditelanjangi Warga akan Diberi Terapi Sosial

News | Rabu, 15 November 2017 | 11:29 WIB

Terkini

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Perempuan Jatuh Cinta Setelah Usia 35, Mengapa Dianggap Terlambat?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:13 WIB

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Gelombang Mobil Listrik China Paksa Suzuki Pangkas Durasi Pengembangan Kendaraan

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

7 Rekomendasi Pantai Gunungkidul yang Lagi Viral, Surga Tersembunyi di Selatan Jawa

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

×