Kaum Paria Bersetia Menunggu Nasib di Indonesia

Reza Gunadha

Rabu, 20 Desember 2017 | 08:29 WIB
Kaum Paria Bersetia Menunggu Nasib di Indonesia
Suasana di dalam Rumah Detensi Imigrasi yang over kapasitas di Kalideres, Jakarta Barat, 19 Desember 2017. Rumah detensi milik Direktorat Jenderal Keimigrasian Indonesia ini menampung 445 penghuni dari berbagai negara, mayoritas berasal dari Nigeria. Sebanyak 215 ditahan karena permasalahan imigrasi, 115 adalah pencari suaka, dan 75 lainnya pengungsi. [Anadolu Agency]

Suara.com - Sudah sejak dua hari lalu bocah berusia 14 tahun bernama Muhammad tidur beralaskan tikar di trotoar depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta Barat.

Bersama ibu, nenek, paman dan sepupu kecilnya yang baru berusia 4 tahun, pencari suaka asal Afghanistan itu menunggu kejelasan nasib untuk dapat resmi tinggal di Indonesia.

“Kami kesini karena takut dengan Taliban,” ujar Muhammad kepada Anadolu Agency di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Muhammad betul-betul ingat bagaimana kejamnya Taliban membunuh bibinya. Mereka menembakkan peluru ke tubuh bibinya, dan menjadikan sepupu kecil berusia 4 tahun itu menjadi piatu. Bahkan pamannya yang bekerja sebagai sopir, ayah sepupu kecil itu, sempat diancam Taliban akan dibunuh.

Dua pekan lalu keluarga itu boyong ke Indonesia, mengadu nasib demi lepas dari Taliban dan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Muhammad satu-satunya anggota keluarga yang bisa berbahasa Inggris.

Kondisi tempat menunggu di trotoar Rudenim juga sangat mengkhawatirkan. Beralas tikar dengan atap terpal, mereka tinggal dalam kondisi berdesakkan bersama ratusan pencari suaka lainnya.

Bagi yang berkeluarga, mereka memberi pembatas berdinding kain. Karena tak ada lemari, mereka menggantungkan baju menggunakan tali di sepanjang pagar Rudenim.

Tempat itu tak ramah bagi sepupu kecilnya, juga bagi neneknya yang sedang sakit punggung.

baca juga

“Izinkan nenek saya masuk ke dalam, punggungnya sedang sakit,” Muhammad memohon.

Seperti Muhammad, Ahmed, bukan nama sebenarnya, juga datang ke Indonesia demi terlepas dari serangan kelompok teroris Al Shabaab.

“Kalau tidak pergi, mereka akan membunuh saya,” katanya.

Bersama temannya, laki-laki asal Somalia ini berharap kemurahan hati pemerintah Indonesia.

Ahmed terbang ke Malaysia 2015 lalu, lantas naik kapal laut ke Medan lewat jalur ilegal. Dari Medan, Ahmed menggunakan bus hingga sampai ke Jakarta.

“Kami menunggu agar Imigrasi mengizinkan masuk dan mendapatkan suaka dari Pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Rudenim kelebihan kapasitas

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kelas I Jakarta Monita Harahap mengatakan, tahun ini pihaknya menghadapi tantangan cukup berat dengan banyaknya pencari suaka yang datang. Apalagi, fasilitas yang dimiliki Rudenim amat terbatas.

Dengan fasilitas 51 kamar, Rudenim hanya bisa menampung 85-125 orang saja. Namun kenyataannya, jumlah pencari suaka yang menunggu nasib mencapai 445 orang.

“Mereka terus berdatangan, tanpa henti,” ujar Monita.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, pihak imigrasi hanya bertugas untuk mengawasi para pencari suaka.

Dua bulan belakangan, sebanyak 150 orang di antara pencari suaka itu telah masuk dan tinggal di dalam kantor Rudenim. Salah satunya perempuan hamil berusia 37 pekan.

Rudenim, ujar Monita, sering disalahkan masyarakat sekitar karena tak sanggup menampung para pencari suaka yang terlantar di trotoar.

Untuk meminta mereka masuk ke dalam pun tak memungkinkan dengan kapasitas Rudenim yang terbatas.

“Sekarang juga sudah melebihi kapasitas,” katanya.

Selain di Rudenim, pemerintah juga menampung 921 pencari suaka di Community House di Tangerang Selatan, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat

Untuk penanganan lebih lanjut, pemerintah telah berkoordinasi dengan International Ogranization for Migration (IOM) sebagai fasilitator para pengungsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

AS Realisasikan Larangan Masuk Bagi 6 Negara Muslim

AS Realisasikan Larangan Masuk Bagi 6 Negara Muslim

News | Sabtu, 09 Desember 2017 | 06:33 WIB

Bom Motor Guncang Afghanistan, Enam Tewas

Bom Motor Guncang Afghanistan, Enam Tewas

News | Minggu, 03 Desember 2017 | 20:25 WIB

Amerika  Serikat Tak Akui Bantai Bocah dan Warga Somalia

Amerika Serikat Tak Akui Bantai Bocah dan Warga Somalia

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 12:07 WIB

Perang ISIS vs Taliban di Afghanistan, 9 Ribu Warga Mengungsi

Perang ISIS vs Taliban di Afghanistan, 9 Ribu Warga Mengungsi

News | Jum'at, 01 Desember 2017 | 08:07 WIB

Pecah, ISIS Pancung Kepala 15 Anggotanya di Afghanistan

Pecah, ISIS Pancung Kepala 15 Anggotanya di Afghanistan

News | Kamis, 23 November 2017 | 23:05 WIB

Terkini

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Opini | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

UPH Festival 2026, Mahasiswa Baru Dibekali Cara Menghadapi Dunia dengan Ilmu, Integritas, dan Tujuan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:06 WIB

KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut

KPK Dalami Pemberian dan Pengembalian Uang Pemkab Kuansing untuk Kemenhut

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan

Gempa NTT: Alat Berat, Helikopter hingga Logistik Cadangan Lewotobi Dikerahkan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing

Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:48 WIB

Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kenapa Pakai Cushion Malah Beruntusan dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja

Mobil Terlaris Toyota 2026 Januari hingga Juli, MPV Masih Jadi Raja

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:42 WIB

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:32 WIB

×