Pemprov DKI Gelar Nikah Massal, Maharnya Deposito Emas!

Ririn Indriani, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 20 Desember 2017 | 23:19 WIB
Pemprov DKI Gelar Nikah Massal, Maharnya Deposito Emas!
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno bertemu dengan beberapa perusahaan di Balaikota, Jakarta, Rabu (20/12/2017), yang memberi dukungan untuk program nikah massal yang akan digelar pada 31 Desember 2017. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng sejumlah pihak untuk menyediakan mahar dalam kegiataan Nikah Massal pada 31 Desember 2017.

Nantinya mahar tersebut dalam bentuk deposito emas yang terdapat dalam aplikasi digital Tamasia. Adapun deposito tersebut dapat dicairkan dalam bentuk emas sebesar 1 gram.

"Hari ini akhirnya (pengusaha) bisa hadir di Balkot dan mendukung nikah massal dan sudah disanggupi untuk menyediakan mahar emas dalam bentuk digital," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota.

Mereka di antaranya PT Tamasia, Badan Kontak Majelis Taklim, PT Bank Permata Syariah dan lainnya. Adapun Tamasia merupakan perusahaan teknologi dengan platform digital pertama di Indonesia yang menyediakan jasa transaksi emas yang dijalankan dengan sistem bisnis syariah.

Sandiaga menuturkan, mahar yang diberikan berupa deposito emas digital bagi peserta nikah massal, bertujuan agar tidak disalahgunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Ini bentuk kebahagiaan kami agar bisa menambah keceriaan malam spesial buat para peserta nikah massal 524. Mungkin menggabungkan aspek digital, deposito emasnya. Karena ini perkawinan 'zaman now', emas nggak bisa dibawa. Bawa mahar 524 malam. Seperti itu mungkin menimbulkan peluang yang bisa dipergunakan pihak-pihak tak bertanggung jawab," kata Sandiaga.

Tak hanya itu, PT Aneka Tambang yang disebut-sebut menyumbangkan emas pada acara nikah massal, menurut Sandiaga, hanya memfasilitasi dengan menjual kepingan emas.

Lebih lanjut ia mengatakan nantinya pihak Tamasia yang membeli kepingan emas dari hasil penggalangan dana yang nantinya emas tersebut disimpan dalam bentuk deposito digital di aplikasi Tamasia.

"PT Antam baru memberikan konfirmasi, karena mereka tidak dalam operasi penambangan karena di Jakarta nggak ada tambang emas, mereka akan memfasilitasi. Kan Tamasia harus beli kepingnya sebagai bentuk deposito. Saya sambungkan pak Assad dengan Abdul Hadi Direktur Antam. Kebetulan Dirut Antam kawan lama saya," ucap Sandiaga.

Ia juga menegaskan bahwa acara nikah massal tidak menggunakan dana Pemprov DKI, melainkan dari donatur termasuk dirinya.

Pasalnya, Pemprov, kata Sandiaga, sudah menyediakan tempat di area Park and Ride Thamrin, Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, kemudian mahar perangkat alat sholat dari Bazis dan pesta kembang api.

"Jadi kita sudah cukup. Dan ini partisipasi masyarakat.  Kita terima kasih sama BKMT, mas Assad (CEO Tamasia), Permata juga. Alhamdulillah mudah-mudahan target tercapai. Kalau ada kurang saya gong awal dan penutup," katanya

Di kesempatan yang sama Founder dan CEO Tamasia Muhammmad Assad menjelaskan, pihaknya bersedia menyanggupi menyediakan mahar sebanyak 524 sebesar 1 Gram, dengan mengajak pelaku usaha untuk menyumbangkan emas.

Adapun mahar tersebut dalam bentuk deposito emas digital. "Bentuknya kita tidak akan sediakan 524 gram tahun baru. Karena dari segi resiko keamanan kurang. Tahun baru hectic. Jadi kita berikan deposit di akun Tamasia," katanya.

Penulis buku itu menuturkan nantinya untuk mendapatkan deposito emas digital, setiap calon pengantin perempuan mendapatkan akun Tamasia yang sudah didaftarkan sebelumnya.

"Siapapun yang terdaftar akan kita mulai daftarkan di aplikasi kita. Jadi tinggal masukin depositnya. Jadi bukan pada saat hari H daftar, semua download, nggak. Jadi beberapa hari sebelumnya komunikasikan, mereka semua download aplikasi, nama siapa terutama calon istri, kita masukan depositonya," tuturnya.

Adapun pemberian mahar deposito emas diberikan pada saat akad, yang ditandai dengan pemberian sertifikat kepemilikan emas.

Nantinnya mahar emas tersebut bisa dicairkan ataupun bisa disimpan menjadi tabungan.

"Jadi, setiap calon pengantin mempelai wanita itu kita bukakan akun. Satu orang dapat 1 gram. Nanti untuk formalitasnya pada saat akad atau ijab kabul kita tunjukkan sertifikat kepemilikan. Jadi menandakan, mahar nikah massal 1 gram di mana ini bisa dicairkan atau dia bisa lanjut ditabung di aplikasi kita. Aplikasi sudah available Ios dan android," ucap dia.

Assad pun mengajak pelaku dunia usaha untuk memberikan sumbangan berupa emas untuk peserta nikah massal.

"Beberapa caranya adalah kita lakukan penggalangan dana untuk mengajak pelaku usaha dan donatur yang ingin menyumbangkan emas buat para jomblo," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga dan Sejumlah Pengusaha akan Mahar Emas di Nikah Massal

Sandiaga dan Sejumlah Pengusaha akan Mahar Emas di Nikah Massal

News | Rabu, 20 Desember 2017 | 14:59 WIB

Sambut Tahun Baru, Pemprov DKI Pusatkan Perayaan di 2 Tempat

Sambut Tahun Baru, Pemprov DKI Pusatkan Perayaan di 2 Tempat

News | Selasa, 19 Desember 2017 | 20:43 WIB

Para Lurah Jakarta Disuruh Cari Warga yang Mau Dinikahkan Massal

Para Lurah Jakarta Disuruh Cari Warga yang Mau Dinikahkan Massal

News | Kamis, 07 Desember 2017 | 12:41 WIB

Terkini

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 00:05 WIB

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:11 WIB

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:45 WIB

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:32 WIB

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:22 WIB

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:06 WIB

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:52 WIB

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:27 WIB

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:15 WIB