Pemprov Jabar Lahirkan 17 Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 21 Desember 2017 | 10:00 WIB
Pemprov Jabar Lahirkan 17 Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) menerima Leadership Award 2017 dan Innovative Government Award 2017, yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, Jakarta, Senin (18/12/17). (Sumber: Pemprov Jabar)

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), di akhir 2017 ini kembali menggenapkan penghargaan yang ke-253 dan ke-254 sepanjang 2 periode jabatannya, dengan meraih 2 (dua) penghargaan pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri RI. Anugerah itu adalah "Leadership Award 2017",  atau penghargaan kepemimpinan kepala daerah,  yang diterima Aher secara pribadi atas penilaian tim independen bentukan Kemendagri.

Selain itu ada juga penghargaan kedua, "Innovative Government Award 2017" atau penghargaan pemerintah daerah yang inovatif. Kedua penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tjahyo Kumolo di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Senin (18/12/17) malam.

 Leadership Award 2017 merupakan program prioritas nasional dalam pemberian penghargaan kepada kepala daerah atas kepemimpinannya dalam rangka memajukan daerah. Penghargaan tersebut diinisiasi oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri RI (Balitbang Kemendagri).

Leadership Award juga diberikan untuk pemimpin yang dinilai mampu memenuhi harapan masyarakat, menepati janji kampanye, dan menciptakan pemerintahan yang baik dan bersih. Innovative Government Award 2017 merupakan penghargaan kepada daerah yang mempunyai inovasi dalam  tata kelola pemerintahan daerah, inovasi pelayanan publik, dan inovasi bentuk Iainnya sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

Berkaitan dengan inovasi 2017, menurut Aher, Pemprov Jabar telah menetaskan 17 macam inovasi yang semuanya diadaptasi dari perangkat daerah dan lembaga lain, seperti LIPI, Litbang maupun perguruan tinggi.

"Inovasi ini tentu untuk meraih kemaslahatan, yaitu bagaimana inovasi-inovasi ini memudahkan dan meringankan, murah dan mensejahterakan masyarakat," ujar Aher, usai menerima penghargaan.

 Mengenai Leadership Award 2017 yang telah diterimanya, Aher menyatakan rasa bersyukurnya atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat.

"Good Leadership bagi saya adalah bagaimana bisa mendengar masukan positif dari bawahan dan menerapkannya dalam tata kelola pemerintahan," katanya.

Menurutnya, ketika memimpin, selain harus mengarahkan bawahan dengan baik, ia juga harus memiliki ide besar yang datang dari diri sendiri, dan bahkan ditangkap dari bawahan. Tidak pernah malu ketika ada ide, inovasi, usulan dan saran dari bawahannya.

"Saya sebut misal Samsat Gendong. Ini adalah inovasi pelayanan pembayaran pajak usulan dari pejabat eselon IV, yang saat dia membuat projek perubahan Diklatpim. Begitu juga Samsat Online, adalah inovasi dari pejabat eselon III. Kita apresiasi inovasi ini dengan diterapkannya menjadi kebijakan gubernur," terangnya.

Aher tidak memungkiri, selama menjadi pemimpin menjumpai banyak permasalahan. Ia memaknai bahwa semua permasalahan pada dasarnya dapat dipecahkan dengan kebersamaan dan konsolidasi.

Aher menyebut, solusi sering dijumpainya dengan banyak membaca, diskusi santai, bahkan saat pengajian rutin dengan para pejabat pemprov.

Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo, mengatakan, penghargaan ini diberikan pada kepala daerah baik, yang lama atau yang baru menjabat, dengan menunjukkan inovasi, keteladanan dan  kepemimpinan. Tentunya yang mampu menggerakkan dan menggerakkan partisipasi masyarakat di daerahnya untuk menyukseskan program daerah maupun program pusat.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Dalam Negeri RI, Dodi Riyadmadji menjelaskan, ada 5 (lima) hal utama dalam melakukan penilaian Innovative Government Award 2017.

"Pertama, mengandung pembaharuan seluruh atau sebagian unsur dari inovasi. Kedua, memberi manfaat bagi daerah atau masyarakat. Ketiga, tidak mengakibatkan pembebanan atau pembatasan pada masyarakat yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan. Keempat, merupakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, dan kelima, dapat direplikasi," paparnya.

 Penilaian terhadap kepemimpinan kepala daerah (gubernur, bupati, walikota) secara nasional dilakukan Balitbang Kemendagri berdasarkan kriteria meliputi aspek kepemimpinan birokrasi (visioner, kapabilitas, akseptibilitas, integritas, dan gaya kepemimpinan) dan aspek kepemimpinan sosial (jujur dan transparan, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, serta santun). Masa  kepemimpinan yang dinilai adalah kurun waktu tahun 2014 - 2016.

Penilaian dilakukan oleh tim independen yang dibentuk oleh Balitbang Kemdagri. Untuk kepala daerah di Jabar, pengumpulan dan verifikasi data kepemimpinan telah dilaksanakan pada 26 Oktober 2017, di Gedung Sate,  dengan metode kuisioner dan wawancara/FGD terhadap parpol pengusung  dan non pengusung, perangkat daerah,  unsur kepolisian (polda), kejaksaan tinggi, forum kerukunan umat agama,  akademisi (unpad dan ITB), kadin, organisasi kemasyarakatan, dan media cetak.

Berdasarkan hasil penilaian tim independen sebagaimana dimaksud, Aher sebagai Gubernur Jabar masuk ke dalam 5 kepala daerah provinsi (gubernur) yang berhasil meraih Leadership Award Tahun 2017. Gubernur lainnya adalah Gubernur Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Barat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seminggu Dibuka, Museum Gedung Sate Sudah Jadi Destinasi Favorit

Seminggu Dibuka, Museum Gedung Sate Sudah Jadi Destinasi Favorit

Lifestyle | Senin, 18 Desember 2017 | 10:51 WIB

Cegah Korupsi, Pemprov Sepakati Implementasi Non Tunai

Cegah Korupsi, Pemprov Sepakati Implementasi Non Tunai

Bisnis | Kamis, 14 Desember 2017 | 14:00 WIB

Gubernur Jabar: Kita Miliki Hak Pengelolaan 12 Mil Laut

Gubernur Jabar: Kita Miliki Hak Pengelolaan 12 Mil Laut

Bisnis | Kamis, 14 Desember 2017 | 12:59 WIB

Terkini

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:55 WIB

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:51 WIB

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:40 WIB

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:18 WIB

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

2 Tanker Pertamina Belum Bisa Bergerak, IRGC Perketat Selat Hormuz

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB