Cerita di Balik Yenny Wahid Menolak 'Pinangan' Prabowo

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 04 Januari 2018 | 15:35 WIB
Cerita di Balik Yenny Wahid Menolak 'Pinangan' Prabowo
Yenny Wahid. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Putri Presiden ke empat Abdurrahman Wahid, Zannubah Arrfah Cahfsoh atau Yenny Wahid membeberkan alasan dirinya menolak pinangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk usung di Pilkada Jawa Timur.

Yenny mengaku tak menolak, namun tak mendapat izin dari kyai dan sesepuh di organisasi Islam Nahdlatul Ulama.

"Saya tidak menolak tawaran dari Pak Prabowo, cuma memang saya tidak mendapat izin dari para sesepuh. Sehingga memang tidak bisa ikut dalam pemilihan gubernur di Jawa Timur," ujar Yenny di Wahid Foundation, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Direktur Wahid Institute meyakini tugas sejarah keluarga Gus Dur utamanya untuk menyatukan umat, terutama umat NU yang berpotensi terpolarisasi atau terpecah di Pilkada 2018.

"Jadi kami punya tugas justru untuk memastikan masyakarat kemudian bebas dari konflik, mungkin bukan dari bebas konflik, tapi kami ingin memastikan bahwa Pilkada itu tidak kemudian menyebabkan konflik yang melebar di tengah-tengah masyarakat, ini tugas kami sebagai keluarga Gusdur. Kami yakini, tugas kami adalah menjaga persatuan terutama di kalangan masyarakat NU," ucap dia.

Yenny menceritakan, pada 26 Desember 2017 dirinya diminta Prabowo berkoalisi dengan Gerindra untuk maju di Pilkada Jawa Timur. Yenny pun rencananya akan dipasangkan dengan mantan pembalap Moreno Suprapto yang merupakan kader Gerindra.

"Jadi beberapa hari sebelum tahun baru memang Pak Prabowo minta untuk bertemu, kemudian saya datang ditemani oleh bapak mertua saya. Kemudian beliau (Prabowo) menawarkan agar bisa ikut dalam menjadi calon Gerindra dan koalisi Gerindra dan menjadi cagub Jawa Timur," kata Yenny.

Namun setelah berkonsultasi dengan sesepuh NU serta pertimbangan-pertimbangan rasional, Yenny pun memutuskan untuk menolak pinangan Prabowo.

"Tentunya dalam tradisi kami semua hal yang masuk harus kita proses yang baik secara akal, rasional dan secara spiritual. Kalau di NU disebutnya dalil aqli dan dalil naqli. Jadi kemudian kami janjian ketemu lagi setelah tahun baru bagi saya untuk menyampaikan jawaban dan ternyata memang izinnya nggak keluar dari para sesepuh yang saya konsultasikan dan juga pertimbangan rasionalnya adalah Pilkada Jawa Timur punya potensi untuk memecah umat NU menjadi beberapa kubu," tutur Yenny.

Ia pun menambahkan, harus adanya pihak yang berkontribusi untuk menyatukan masyarakat NU agar tidak terpecah di Pilkada 2018.

"Justru harus ada memainkan peran untuk menyatukan mereka. Kalau ikut terjun ke dalam arena berkompetisi, maka justru akan berkontribusi terhadap perpecahan tidak bisa menyatukan kelompok-kelompok yang ada," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jika Yenny Wahid Ikut Pilkada Jatim, Apa Kata Khofifah?

Jika Yenny Wahid Ikut Pilkada Jatim, Apa Kata Khofifah?

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 04:05 WIB

Yenny Harus Bersabar Dulu, Beri Kesempatan Khofifah dan Gus Ipul

Yenny Harus Bersabar Dulu, Beri Kesempatan Khofifah dan Gus Ipul

News | Kamis, 04 Januari 2018 | 06:30 WIB

Bursa Jatim 1, Prabowo Subianto Sedih Ditolak Yenny Wahid

Bursa Jatim 1, Prabowo Subianto Sedih Ditolak Yenny Wahid

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 20:44 WIB

Yenny Wahid Tolak Tawaran Gerindra Jadi Cagub Jawa Timur

Yenny Wahid Tolak Tawaran Gerindra Jadi Cagub Jawa Timur

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 20:09 WIB

PKS Belum Tentu Dukung Prabowo Jadi Capres 2019

PKS Belum Tentu Dukung Prabowo Jadi Capres 2019

News | Rabu, 03 Januari 2018 | 19:00 WIB

Terkini

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:56 WIB

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:43 WIB

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB