Rizieq Masuk Bursa Capres, Tapi Kalah dengan Ahok

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Jum'at, 23 Februari 2018 | 16:52 WIB
Rizieq Masuk Bursa Capres, Tapi Kalah dengan Ahok
Abraham Lunggana (Lulung) bertemu Habib Rizieq Shihab [dok. Lulung]

Suara.com - Buronan yang juga tersangka kasus pornografi Rizieq Syihab masuk dalam top of mind bursa calon presiden 2019. Pentolan Ormas FPI itu ungguli Ketua Umum partai Nasdem Surya Paloh dan Menko Polhukam Wiranto.

Survei ‎nasional Alvara Research Center‎ menyebutkan, dalam top of mind Rizieq ‎memperoleh 0,5 persen, di bawahnya Wiranto 0,5 persen. Kemudian Surya Paloh 0,4 persen dan Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang hanya memperoleh 0,2 persen suara.

Namun Rizieq tetap kalah dibanding mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memperoleh angka 0,7 persen.

"Namun top of mind kandidat bakal capres paling tinggi adalah Jokowi diangka 56,4 persen, disusul Prabowo Subianto diangka 29,9 persen," kata Hasanuddin Ali, Founder & CEO Alvara Research Center dalam konfrensi pers di Hotel Oria, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2018).

Kemudian di bawah Prabowo, kandidat bakal capres top of mind yang dipilih publik ‎adalah Agus Harimurti Yudhoyono (Agus SBY) 2,6 persen, lalu mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo 1,5 persen.

‎"Di bawah Gatot ada Hary Tanoesoedibjo 1,3 persen, Cak Imin 1,2 persen dan Anies Baswedan 1,1 persen," ujar dia.

‎Sementara itu, Jokowi dan Prabowo merupakan tokoh bakal capres yang paling disuka dan paling dianggap layak menjadi capres 2019. Jokowi disukai oleh 62,8 persen pemilih dan dianggap layak 59,8 persen pemilih.

"Sedangkan Prabowo disukai oleh 52,9 persen pemilih dan dianggap layak menjadi capres oleh 46,2 persen pemilih. Tokoh lain yang disuka dan dianggap layak menjadi capres, jaraknya masih cukup jauh," kata dia.

Survei nasional Alvara ‎ini melibatkan 2.203 responden terpilih yang dilaksanakan di seluruh Provinsi dari 17 Januari hingga 7 Februari 2018. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner.

baca juga

Metode sampling yang digunakan dalam riiset ini adalah multi-stage randam sampling, dengan margin of error sebesar 2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).

Mayoritas responden tinggal di rural 46 persen dan urban 54 peprsen. Responden seimbang anatara laki-laki 50,4 persen dan perempuan 49,6 persen, serta mayoritas dari generasi milenial 50,5 persen.

Dilihat dari sisi segmentasi pemilih dari sisi psikografis, mayoritas pemilih perusakan pemilih rasional ‎52,8 persen, pemilih galau 37,8 persen dan pemilih apatis 9,8 persen.

Pemilih rasional didominasi kelas menengah atas dan usia muda, pemilih galau banyak pemilih kelas menengah dan di usia muda dewasa, sementara pemilih apatis didominasi kelas menengah dan usia muda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies Dulu Manfaatkan Habib Rizieq? Gerindra: Ribet Banget sih

Anies Dulu Manfaatkan Habib Rizieq? Gerindra: Ribet Banget sih

News | Jum'at, 23 Februari 2018 | 14:54 WIB

Habib Rizieq dan Ustaz Somad Masuk Bursa Capres Versi Median

Habib Rizieq dan Ustaz Somad Masuk Bursa Capres Versi Median

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 19:53 WIB

Kasus Rizieq, Haji Lulung: Saya Bingung 'Mainan Orang Atas' Itu

Kasus Rizieq, Haji Lulung: Saya Bingung 'Mainan Orang Atas' Itu

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 16:22 WIB

Kakak Angkat Ahok Laporkan Kasus Perusakan Mobil ke Polisi

Kakak Angkat Ahok Laporkan Kasus Perusakan Mobil ke Polisi

News | Kamis, 22 Februari 2018 | 00:26 WIB

Sahabat: Rizieq Sudah Siap Tiket, Tapi Tanggal Pulang Belum Pasti

Sahabat: Rizieq Sudah Siap Tiket, Tapi Tanggal Pulang Belum Pasti

News | Rabu, 21 Februari 2018 | 18:18 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×