Mobilnya Mau Diderek, Anggota DPRD DKI dari Gerindra Ngamuk

Reza Gunadha

Jum'at, 23 Maret 2018 | 20:31 WIB
Mobilnya Mau Diderek, Anggota DPRD DKI dari Gerindra Ngamuk
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Gerindra, Fajar Sidik, sempat mengamuk dan bersitegang dengan petugas Dinas Perhubungan setempat, ketika mobilnya hendak diderek karena dinilai sembarangan parkir, Kamis (22/3/2018). [Facebook]

Suara.com - Insiden itu direkam video amatir dan tersebar di media-media sosial sejak Jumat (23/3/2018).

Peristiwa itu sendiri terjadi di ruas jalan dekat rumah Fajar, yakni Jalan Pangeran Jayakarta, Jakarta Pusat, Kamis (22/3) sore.

Dalam video berdurasi 7 menit 35 detik itu, Fajar yang mengenakan baju kaus tersebut memprotes petugas dishub yang hendak menderek mobilnya karena terparkir di tempat terlarang.

Fajar lantas menanyakan petugas parkir berseragam logo DKI Jakarta, apakah memberikan setoran atau tidak sebagai bukti lahan parkir itu resmi.

“Kamu setiap hari setor tidak?” tanya Fajar. “Setor pak, setiap hari setor kok,“ jawab jukir tersebut.

Mendapat pembenaran, Fajar lantas meminta petugas dishub membuktikan lahan parkir itu liar alias ilegal.

“Ini rekam ya, ini di sini tidak ada rambu larangan parkir. Dari ujung jalan sana sampai ujung sini tidak ada. Kalau ada larangan, tidak bakalan saya parkir di sini. Sejak saya lahir di sini, tidak ada larangan. Kalian jangan seenaknya (menderek mobil),” hardiknya.

“Ada peraturan gubernur pak, ada peraturan,” kata seorang petugas dishub.

Namun, penjelasan singkat petugas itu membuat Fajar kembali naik pitam.

baca juga

”Tidak bisa dong. Anda bicara peraturan kan? Saya ini anggota dewan. Mana peraturannya? Tunjukkan ke saya,” pintanya.

Petugas itu lantas menjelaskan sejumlah peraturan mengenai larangan parkir.

”Jadi ada dua jenis pak. Ada tempat dilarang parkir yang memang dipasangkan rambu. Tapi ada juga yang lewat pergub, misalnya, bahu jalan tak boleh digunakan untuk parkir,” terangnya.

Fajar tampak tak bisa menerima penjelasan tersebut.

”Ya pasang dong rambunya. Anda perlu uang berapa sih untuk memasang rambu? Nanti saya anggarkan,” tukasnya.

Fajar lantas kembali menunjuk jukir yang memakai seragam logo DKI Jakarta.

”Ini ada tukang parkirnya. Dia ini pakai seragam berlogo DKI. Dia juga setoran setiap hari, berarti legal,” terangnya.

Namun, petugas dishub justru meminta jukir tersebut menunjukkan surat tugas dan kartu tanda anggota milik DKI.

Ternyata, juru parkir itu tak bisa menunjukkan satu pun identitas dirinya legal. Alhasil, seragam jukirnya dilepas paksa oleh petugas dishub.

Fajar lantas membela jukir tersebut.

"Lha, dia dari dulu tukang parkir. Kalau dia tidak setor, tidak bakalan dia berani pakai seragam. Kita ini bayar lho."

"Tidak bisa begitu pak. Saya ini anggota dewan. Anggarkan di DPRD, pasangan rabu S dan P dari ujung ke ujung. Saya ini wakil rakyat lho, jangan enak saja naik-naikin (menderek mobilnya)” tambahnya.

Setelahnya, petugas dishub itu tampak melapor ke atasannya yang juga berada di lokasi kejadian.

“Ini pak, ada anggota dewan. Dia bilang tidak apa-apa parkir di sini,” lapor si petugas ke atasan.

Atasan petugas dishub itu lantas kembali menjelaskan perihal lahan parkir di Jakarta.

“Jangan begitu pak. Dalam peraturannya, kewenangan petugas itu lebih tinggi dari rambu. Jadi, apabila ada petugas, rambu-rambu itu bisa digugurkan,” terangnya.

Namun, Fajar belum puas atas jawaban petugas tersebut. Ia meminta ditunjukkan peraturan gubernur yang mengatur hal tersebut.

Petugas dishub itu justru mengatakan, ”Kan bapak anggota dewan, lebih canggih. Bapak punya ponsel, cari saja di Google (mesin peramban),” pintanya.

Fajar lantas merampas baju jukir yang sebelumnya dilepaskan paksa oleh petugas dishub. Ia mengatakan, bakal menjadikan baju itu sebagai barang bukti di kepolisian dan rapat DPRD.

Keributan itu mereda setelah anggota kepolisian dan TNI datang.

”Kalau memang di daerah sini tak boleh parkir, maka saya akan usir semua kendaraan yang parkir di sini. Bapak-bapak tolong saya,” pinta Fajar.

Permintaan itu diiyakan oleh petugas dishub maupun aparat kepolisian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerindra Akui Gatot Nurmantyo Melamar Jadi Capres 2019

Gerindra Akui Gatot Nurmantyo Melamar Jadi Capres 2019

News | Kamis, 22 Maret 2018 | 12:19 WIB

Prabowo Ramalkan Indonesia Bubar 2030, Anies Geleng-Geleng Kepala

Prabowo Ramalkan Indonesia Bubar 2030, Anies Geleng-Geleng Kepala

News | Rabu, 21 Maret 2018 | 20:27 WIB

Gerindra Klarifikasi Pernyataan Prabowo 'Indonesia Bubar 2030'

Gerindra Klarifikasi Pernyataan Prabowo 'Indonesia Bubar 2030'

News | Rabu, 21 Maret 2018 | 16:00 WIB

Gerindra: Presiden Ikut Pilpres Tapi Tak Cuti Langgar Hukum

Gerindra: Presiden Ikut Pilpres Tapi Tak Cuti Langgar Hukum

News | Selasa, 20 Maret 2018 | 19:05 WIB

Fadli Zon: Prabowo Bukan 'Kingmaker', Tapi 'King' Alias Presiden

Fadli Zon: Prabowo Bukan 'Kingmaker', Tapi 'King' Alias Presiden

News | Selasa, 06 Maret 2018 | 19:22 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×