Menhub: Tak Lucu Bercanda Bawa Bom di Pesawat

Bangun Santoso, Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 30 Mei 2018 | 17:33 WIB
Menhub: Tak Lucu Bercanda Bawa Bom di Pesawat
Menhub Budi Karya usai Rapat Koordinasi Penyusunan Pagu Kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan Tahun 2019, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (1/2). (Sumber: Kemenhub)

Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menilai tidak lucu candaan penumpang pesawat yang menyebut membawa bom.

Ulah penumpang yang bercanda soal bom baru-baru ini terjadi di Bandar Udara Internasional Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (28/5/2018) malam.

"Mungkin orang kita seneng bercanda, tapi begitu di pesawat (bercanda bawa bom) menjadi tidak lucu," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/2018).

Budi menjelaskan, sebelum kasus di Pontianak, penumpang yang bergurau membawa bom selalu diproses oleh pihak kepolisian dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kemenhub.

Namun, proses berupa meminta keterangan, pengakuan, dan tanda tangan surat pernyataan tidak membuat penumpang jera. Dengan begitu, tindakan tegas akan diambil.

"Oleh karenanya kejadian di Pontianak akan kita jadikan momentum untuk menyatakan kita dengan terpaksa melakukan tindakan penuntutan terhadap mereka," jelas Budi.

Menurut Budi, penumpang yang terbukti melanggar atau membuat keresahan di dalam pesawat bisa dipenjara satu tahun.

"Bahkan kalau mencelakakan orang bisa delapan tahun," kata Budi.

"Tapi karena bisa dibayangkan apa yang terjadi di Pontianak banyak penumpang yang lain dirugikan, juga waktu. Jadi kita terpaksa melakukan tindakan," sambung Budi.

Setelah penumpang yang bercanda membawa bom diproses, Budi berharap tidak ada lagi penumpang pesawat yang bercanda soal bom.

Ia mengungkapkan, penumpang Lion Air bernama Frantinus Nirigi yang mengaku membawa bom masih menjalani pemeriksaan polisi. Karena ulahnya, penumpang yang panik terpaksa membuka pintu darurat pesawat JT 687 rute Pontianak - Jakarta.

"Saya lusa akan meminta record dari kapolres," tutup Budi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Heboh Candaan Bom di Pesawat, Ini Kata Pimpinan DPR

Heboh Candaan Bom di Pesawat, Ini Kata Pimpinan DPR

News | Rabu, 30 Mei 2018 | 13:36 WIB

Anies Yakin LRT Kelapa Gading Rampung Juli 2018, Menhub Tidak

Anies Yakin LRT Kelapa Gading Rampung Juli 2018, Menhub Tidak

Bisnis | Senin, 28 Mei 2018 | 15:50 WIB

Anak Curi Koper Bandara, Menhub: Jika yang Lakukan Teroris Bahaya

Anak Curi Koper Bandara, Menhub: Jika yang Lakukan Teroris Bahaya

News | Senin, 28 Mei 2018 | 13:53 WIB

Mudik 2018, Menhub Budi Nilai Jalur Perairan Rawan Kecelakaan

Mudik 2018, Menhub Budi Nilai Jalur Perairan Rawan Kecelakaan

News | Senin, 28 Mei 2018 | 06:02 WIB

Penting, Ini Tanggal yang Tak Disarankan untuk Mudik Lebaran

Penting, Ini Tanggal yang Tak Disarankan untuk Mudik Lebaran

News | Minggu, 27 Mei 2018 | 13:24 WIB

Terkini

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen

DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp 200 Ribu per Bulan, Ada Diskon 20 Persen

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:07 WIB

Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

Catatan Kritis DPR Soal Rencana Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:03 WIB

Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan

Dukung Liga Akar Rumput, Kadispora DKI Intruksikan Sudin Fasilitasi Talenta Sepak Bola Jalanan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:56 WIB

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

Anak Disabilitas Psikososial Alami Hambatan di Sekolah, Apa yang Salah?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:29 WIB

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

Dugaan Intimidasi Dokter Icha Dilakukan 3-4 Orang, Hasil Investigasi Diserahkan ke Polisi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:20 WIB

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

Kemenkes Soroti Lemahnya Sistem Perlindungan Nakes usai Dugaan Intimidasi dr. Icha

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:12 WIB

×