Pendekatan Kreatif Dengan Games Kelapa Sawit

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 11 Juni 2018 | 09:22 WIB
Pendekatan Kreatif Dengan Games Kelapa Sawit
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit [Antara]

Suara.com - Nur Hasanah, mahasiswi doktor asal Indonesia yang saat ini belajar di Swiss Federal Institute of Technology (ETH) Zurich mengenalkan games simulasi soal kelapa sawit dalam rangkaian kegiatan simposium Latsis 2018 bertajuk "Scaling-up Forest Restoration".

Berlangsung di ETH Zurich sampai pekan lalu (09/06/2018), permainan ini mirip monopoli dengan pemain empat orang dan dipandu seorang game master untuk menetapkan laju permainan, menetapkan waktu, dan pengumuman setiap ronde.

Selaku pencipta games, Nur Hasanah menyatakan bahwa ia perlu empat bulan untuk menciptakan permainan yang menjadi bagian dari penelitian doktor di tempatnya belajar. Pilihannya jatuh kepada perkebunan sawit di Indonesia.

Kajian ini berangkat dari isu kelapa sawit di Eropa yang kerap dikampanyekan negatif dari segi ligkungan dan kesehatan, sementara Indonesia menempatkan sisi non-diskriminasi perdagangan dan upaya mengentaskan kemiskinan.

Atas dasar perbedaan sudut pandang itulah, perlu sebuah pendekatan segar dan kreatif agar isu kelapa sawit lebih bisa dipahami.

"Dan pada dasarnya, games ini berbicara soal strategi serta cara bertahan hidup, bagaimana setiap pemain dituntut untuk bisa mengatur strategi agar terus bisa bertahan dalam kondisi terbatas namun perlu mempertimbangkan keberlangsungan lingkungan hidup," papar Nur Hasanah.

Peluncuran games simulasi itu dihadiri Muliaman Hadad, Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, yang menyatakan dukungan agar permainan itu bisa memberikan pemahaman holistik menyoal kelapa sawit.

"Bukan sebatas isu perang dagang, namun isu kemanusiaan karena sebanyak 5,7 juta orang, termasuk 2,2 juta di antaranya adalah petani rakyat sekala kecil, yang menggantungkan hidup mereka dari sawit," tutur Muliaman. "Semoga games ini bisa mengubah pandangan orang Eropa soal sawit dari sudut pandang kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan."

Dalam permainan ini, peserta berperan sebagai petani, pengusaha sawit, pasar, pemerintah dan petugas LSM. Petani diberi lahan dan uang untuk menjalankan permainan dengan target yang ditetapkan setiap ronde.

baca juga

Bermain dalam durasi sekitar satu jam, hasil akhirnya bisa berbeda. Seperti muncul petani kaya, petani bangkrut, sampai kerusakan alam karena eksploitasi berlebih.

Clara, seorang mahasiswa doktor ETH asal Prancis yang ambil bagian sebagai pemain menyebutkan betapa penting kerja sama antara pebisnis sawit dengan petani skala kecil untuk kelangsungan lingkungan hidup.

Sementara Gabiya, mahasiswa asal Lithuania menyatakan ia lebih tercerahkan dan tidak bisa membayangkan kesulitan para petani sawit skala kecil untuk bertahan hidup.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PBSI Tentukan Libur Mudik Bagi Atletnya

PBSI Tentukan Libur Mudik Bagi Atletnya

Sport | Minggu, 10 Juni 2018 | 13:00 WIB

Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tak Tetap Dewan Keamanan PBB

Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tak Tetap Dewan Keamanan PBB

News | Jum'at, 08 Juni 2018 | 22:52 WIB

DPR Dukung Peningkatan Kerja Sama Indonesia - Lebanon

DPR Dukung Peningkatan Kerja Sama Indonesia - Lebanon

DPR | Jum'at, 08 Juni 2018 | 15:59 WIB

Terkini

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:30 WIB

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

1.400 Pekerja Sumsel Kena PHK, Mayoritas Tanpa Perselisihan, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Bareng Baba Lili Tata, Kenalkan Gaya Hidup Aktif pada Anak Sambil Eksplorasi Jakarta

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Derita Pekerja asal Jambi, Cacat Permanen Akibat Kecelakaan Kerja di Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

Gus Alex Didakwa Terima USD 5,2 Juta di Korupsi Kuota Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×