Mengerikan! Ini yang Terjadi Jika Reklamasi Jakarta Jalan Terus

Pebriansyah Ariefana, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 13 Juni 2018 | 18:18 WIB
Mengerikan! Ini yang Terjadi Jika Reklamasi Jakarta Jalan Terus
Aliansi Korban Reklamasi menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota, Jakarta, Selasa (17/10).

Suara.com - Manajer Hukum dan Litigasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Ronald Siahaan menjelaskan pembangunan proyek reklamasi sepanjang Pantai Utara Jakarta telah mematikan sumber daya alam serta manusia. Salah satunya ialah Pulau Pari.

Ronald mengatakan bahwa Pulau Pari yang dulunya menjadi salah satu produsen rumput laut terbaik di Pulau Jawa kini telah tiada. Pasalnya, kini hanya terdapat lautan lumpur.

"Sekarang Pulau Pari disitu tidak ada lagi rumput laut karena waktu kita mau nguruk pulau diambil pasir laut dari Banten sana yang naik lumpur semua," kata Ronald kepada Suara.com, Rabu (13/6/2018).

Hal menyedihkan yang ditemukan Ronald ialah rumput laut yang dijual di daerah Cibinong bukan dari Pulau Pari melainkan kiriman dari Surabaya.

"Pulau Pari rusak semua itu. Jadi kalau ke Cibinong Cileungsi nemu rumput laut itu mereka belinya dari Surabaya. Habis karena lumpur naik semua," ujarnya.

Selain rumput laut yang telah hilang dari Pulau Pari, terumbu karang pun ikut terkikis karena adanya reklamasi. Padahal menurut penelitian yang dilakukan LIPI, terumbu karang Pulau Pari pernah menjadi terumbu karang terbaik di dunia.

"Tahun 75 lipi melakukan riset di pulau pari, batu karang terbaik di dunia itu ada Pulau Pari bawah Pulau Pari itu batu karang terbaik sejak tahun 75 yang dijaga oleh LIPI sekarang rusak semuanya itu," ucap Ronald.

Ronald pun menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan advokasi dari tiga tahun lalu. Yang ditemukan ialah tidak ada lagi sumber penghasilan bagi para penduduk di sana yang sangat bergantung pada sumber daya alam di Pulau Pari.

"Sudah tiga tahun kami advokasi Pulau Pari, rumput laut, ikan sudah tidak ada lagi. Ada 1300 orang tinggal di pulau pari itu. Di pulau pari itu rusak semua kita butuh ribuan tahun untuk menghasilkan karang-karang yang indah lagi," tutupnya.

Oleh karena itu, Walhi sangat berharap kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk kembali pada semangat awal kampanye Pilkada DKI 2017. Pada saat itu ia tegas menolak keputusan Ahok membuat Pergub No 206 Tahun 2016.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Sandi: Tanya ke Pak Anies

Soal Reklamasi Teluk Jakarta, Sandi: Tanya ke Pak Anies

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 17:38 WIB

Sandiaga Buka Suara soal Anies Lanjutkan Proyek Reklamasi

Sandiaga Buka Suara soal Anies Lanjutkan Proyek Reklamasi

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 17:25 WIB

Terbitkan Pergub Reklamasi, Walhi: Anies Ingkar Janji Kampanye

Terbitkan Pergub Reklamasi, Walhi: Anies Ingkar Janji Kampanye

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 17:17 WIB

Anies Lanjutkan Reklamasi, Kado Pahit Lebaran untuk Nelayan

Anies Lanjutkan Reklamasi, Kado Pahit Lebaran untuk Nelayan

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 16:58 WIB

Gerindra Sebut Pergub Reklamasi Anies Demi Investasi Triliunan

Gerindra Sebut Pergub Reklamasi Anies Demi Investasi Triliunan

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 13:26 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×