Kapal Tenggelam di Makassar, 8 Orang Belum Ditemukan

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 13 Juni 2018 | 21:57 WIB
Kapal Tenggelam di Makassar, 8 Orang Belum Ditemukan
Polda Sulawesi Selatan menggelar jumpa pers terkait tenggelamnya kapal di perairan Makassar. (Suara.com/Lirzam Wahid)

Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel)  merilis hasil penyelidik sementara terkait tragedi tenggelam kapal jenis Jolloro, KM Arista di perairan Makassar, Rabu (13/6/2018) malam.

Dalam kecelakaan kapal ini, 14 orang dilaporkan meninggal dunia.

Konferensi pers tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Kabid Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Dicky Sondani, Kabid Dokkes Polda Sulsel Komisaris Besar Raden Harjuno, dan Kapolres Pelabuhan Ajun Komisaris Besar Aris Bachtiar.

Di hadapan awak media Kabid Humas Polda Sulses Dicky Sondani mengatakan, karamnya kapal motor nelayan yang diketahui bermuatan lebih dari 40 orang itu disebabkan kelebihan muatan. Jenis kapal Jolloro itu seharusnya hanya untuk menangkap ikan, bukan memuat penumpang.

"Kapal ini adalah kapal nelayan, yang diisi oleh penumpang. Bukan kapal penumpang umum yang terdaftar, jadi diisi lebih dari 40 orang," kata Dicky menjelaskan.

Akibat penuh muatan orang, menjadikan kapal oleng dan terbalik setelah dihantam angin kencang dan gelombang tinggi saat keluar dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Barrang Lompo.

Banyaknya korban jiwa yang ditimbulkan diduga juga dipengaruhi tidak adanya life jacket atau pelampung. Kondisi itu ditambah banyaknya penumpang perempuan serta anak-anak.

Diduga terjadi kelalaian akibat menyalahgunaan kapal nelayan untuk pengangkut penumpang, nahkoda kapal berinisial D kini diamankan di Polres Pelabuhan Makassar.

"Untuk sementara diamankan di Polres. Dan ke depan akan dilakukan pengawasan terhadap kapal-kapal di pelabuhan Paotere. Kalau kapal nelayan harusnya hanya untuk nelayan," ujar Dicky.

Hingga saat ini, delapan penumpang dilaporkan masih hilang. Mereka adalah Risal (12), Ramlah Tahir (4), Khaeriah (50), Dg Ati (50), Dg Ngasseng (50), Rusdah (26), Soraya (7) dan Andriani (6).

Kepala Humas Basarnas Makassar Hamsidar menambahkan, tim pencarian dihentikan sementara. Rencananya tim bakal kembali turun menyisir perairan Makassar sekitar pukul 06.00 WITA, Kamis (14/6/2018) besok.

"Pencarian dilakukan besok pagi menggunakan KM Antasena dan RB 303 , rigid dan perahu karet serta jetsky," kata Hamsidar. (Lirzam Wahid)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenhub: KM Arista Tenggelam karena Cuaca dan Over Kapasitas

Kemenhub: KM Arista Tenggelam karena Cuaca dan Over Kapasitas

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 20:04 WIB

Makan Korban Tenggelam 14 Orang, KM Arista Bukan Kapal Umum

Makan Korban Tenggelam 14 Orang, KM Arista Bukan Kapal Umum

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 19:04 WIB

Korban Tenggelam KM Arista Bertambah, 14 Orang Tewas

Korban Tenggelam KM Arista Bertambah, 14 Orang Tewas

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 18:58 WIB

Kapal Karam di Perairan Makassar, 13 Penumpang Tewas

Kapal Karam di Perairan Makassar, 13 Penumpang Tewas

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 16:08 WIB

Kapal Karam, Puluhan Perempuan dan Anak-Anak Tenggelam

Kapal Karam, Puluhan Perempuan dan Anak-Anak Tenggelam

News | Rabu, 13 Juni 2018 | 15:24 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:45 WIB

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:26 WIB

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:00 WIB

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:56 WIB

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:55 WIB

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:52 WIB

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:31 WIB