Rapih saat Pilkada, Polda Sulsel Sewa Tukang Cukur dari Madura

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 22 Juni 2018 | 10:58 WIB
Rapih saat Pilkada, Polda Sulsel Sewa Tukang Cukur dari Madura
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan jauh-jauh mendatangkan 5 tukang cukur rambut dan jenggot dari Madura, Jawa Timur. (Suara.com/Lirzam Wahid)

Suara.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan jauh-jauh mendatangkan 5 tukang cukur rambut dan jenggot dari Madura, Jawa Timur. Itu dilakukan dengan alasan untuk menjaga kerapihan polisi saat menjaga Pilkada Serentak 2018.

Cukur rambut massal itu dilakukan saat polisi menggelar apel dan simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) di lapangan Mapolda, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (22/6/2018) pagi.

Mereka masing-masing Muzammil alias Jamil (54), Muthar (40), Makmur (35), Pathur (32) dan Usman (40). Langkah itu kata Kepala Biro Operasi Polda Sulsel Komisaris Besar Stephen Napiun merupakan inisiatif Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Umar Septono. Lima tukang cukur sengaja dihadirkan untuk menyeragamkan kerapian personel pengamanan.

"Lima tukang cukur dari Madura didatangkan hanya untuk kerapian saja untuk para personel yang melakukan pengamanan TPS. Semua gratis ditanggung kapolda," jelas Stephen ditemui usai simulasi pengamanan TPS tadi.

Stephen menerangkan, dalam aturan seragam polisi (Gampol) Polri, sudah diatur tata cara kerapian. Namun disisi lain, tidak dipungkiri ada personel yang tidak mampu merogoh kocek untuk bercukur setiap saat.

"Harus rapi, karena mereka menggunakan pakaian rapi, rambutnya tidak panjang, sehingga harus rapi, tidak berjenggot, kecuali kumis, boleh. Kenapa orang Madura, karena mereka biasanya cukurnya rapi-rapi, samalah orang Makassar juga," terangnya.

Sementara Jamil yang ditemui di sela-sela mencukur bintara dan perwira Polda mengakui hanya dipanggil untuk mencukur anggota Polri yang mengikuti pengamanan pilkada. Selama ini ia merantau di Kota Makassar dan membuka usaha tempat cukur bersama kerabatnya.

Untuk honor sekali mencukur, Jamil mengaku belum tahu jumlahnya. Pria kelahiran Kabupaten Bangkalan itu hanya diberikan amplop putih tebal.

"Tidak tahu berapa pak. Saya dikasi dalam amplop tapi belum sempat buka isinya," jelas Jamil. (Lirzam Wahid)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat : Debat Publik Jadi Tolok Ukur Pemilih Menilai Paslon

Pengamat : Debat Publik Jadi Tolok Ukur Pemilih Menilai Paslon

News | Jum'at, 22 Juni 2018 | 05:45 WIB

Paslon Gubernur SumSel Janjikan Pemerataan Infrastruktur

Paslon Gubernur SumSel Janjikan Pemerataan Infrastruktur

News | Jum'at, 22 Juni 2018 | 05:37 WIB

Polri Yakin Komjen Iriawan Netral di Pilkada Jabar

Polri Yakin Komjen Iriawan Netral di Pilkada Jabar

News | Rabu, 20 Juni 2018 | 16:21 WIB

1.200 Polisi Disebar Amankan Pilkada Bogor

1.200 Polisi Disebar Amankan Pilkada Bogor

News | Rabu, 20 Juni 2018 | 15:12 WIB

H-1 Idul Fitri, Antrean "Toron" di Jembatan Suramadu Mengular

H-1 Idul Fitri, Antrean "Toron" di Jembatan Suramadu Mengular

News | Kamis, 14 Juni 2018 | 19:02 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×