PAN Tuding Lucky Hakim Terima Duit Rp 2 Miliar dari Nasdem

Bangun Santoso, Dian Rosmala

Kamis, 05 Juli 2018 | 10:37 WIB
PAN Tuding Lucky Hakim Terima Duit Rp 2 Miliar dari Nasdem
Lucky Hakim saat masih menjadi politisi PAN. [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Partai Amanat Nasional (PAN) baru saja ditinggal salah satu kadernya di DPR, Lucky Hakim. Mantan artis ganteng tersebut diketahui menyeberang ke Partai Nasdem. Usai ditinggal kader potensialnya, PAN menuding hengkangnya Lucky Hakim karena telah dibayar Partai Nasdem sebesar Rp 2 miliar.

Tudingan ini dilontarkan Ketua DPP PAN, Yandri Susanto. Menurut dia, Lucky bahkan dijanjikan akan dibayar Rp 5 miliar agar mau menyeberang ke Partai Nasdem.

Mendapati kenyataan itu, PAN langsung melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Lucky Hakim yang kini kembali maju sebagai Caleg DPR RI dari Nasdem.

"Lucky itu WAnya (WhatsApp) jelas, dia sudah dikasih Rp 2 miliar. Yang dijanjikan Rp 5 miliar. Sudah dikasih DP oleh Nasdem," kata Yandri saat dihubungi, Rabu (4/7/2018).

Yandri pun menganggap wajar, jika Lucky keluar dari PAN. Sebab mantan artis tersebut dinilai tak memegang ideologi kepartaian.

"Saya kira Lucky memang otaknya ya duit saja. Dia nggak punya ideologi partai," ucap Yandri.

Ternyata tak hanya Lucky, Yandri menyebut bakal ada dua kader PAN lainnya yang terindikasi dibajak partai lain. Tapi ia tidak mau menyebutkan dua orang tersebut.

"Ada sih (akan dibajak). Nggak perlu saya sebutkan. Tapi ada. Mungkin satu, dua orang ya. Tapi kan itu belum. Makanya saya nggak sebut nama. Siapa tau dia masih berpikir ulang untuk tak kena bajak," kata dia.

Sebelum resmi pindah, PAN sudah melakukan pendekatan persuasif terhadap Lucky dan kadernya yang lain agar tidak pindah partai. Namun, keputusan tetap dikembalikan pada individu masing-masing.

baca juga

Apalagi di era demokrasi seperti sekarang ini. Setiap orang bebas menentukan jalan politiknya masing-masing, selama tidak merugikan hak politik orang lain.

"Kalau orang sudah ukurannya duit ya susah juga kita. Artinya, nilai-nilai perjuangannya nggak ada. Kalau di sana dikasih duit, dia pindah atau nggak, ya siapa yang bisa nahan, masa mau kita tandingkan lagi dengan duit, kan nggak bagus, itu nggak mendidik," tutur Yandri.

"Kalau mereka pada akhirnya mengambil keputusan pindah partai dengan harapan dapat duit, ya silahkan. Kita nggak bisa nahan," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditinggal Mantan Artis, PAN Gaet Raja Dangdut

Ditinggal Mantan Artis, PAN Gaet Raja Dangdut

News | Kamis, 05 Juli 2018 | 09:42 WIB

Lulung Tuding KPU Langgar UU Jika Eks Koruptor Tak Bisa Nyaleg

Lulung Tuding KPU Langgar UU Jika Eks Koruptor Tak Bisa Nyaleg

News | Senin, 02 Juli 2018 | 16:52 WIB

Setelah Keluar dari PPP, Lulung Siap - siap Jadi Caleg dari PAN

Setelah Keluar dari PPP, Lulung Siap - siap Jadi Caleg dari PAN

News | Senin, 02 Juli 2018 | 16:26 WIB

Gerindra Minta PAN Cari Partai Lain Dukung Amien Rais

Gerindra Minta PAN Cari Partai Lain Dukung Amien Rais

News | Minggu, 01 Juli 2018 | 14:17 WIB

Alasan PAN Mantap Usung Zulkifli Hasan Jadi Calon Presiden 2019

Alasan PAN Mantap Usung Zulkifli Hasan Jadi Calon Presiden 2019

News | Jum'at, 29 Juni 2018 | 14:40 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×