Tim yang Sama untuk Gua yang Sama

Bangun Santoso

Rabu, 11 Juli 2018 | 15:16 WIB
Tim yang Sama untuk Gua yang Sama
Anak-anak tim sepakbola terjebak di gua Thailand (abcnews)

Suara.com - Kenapa nama empat remaja itu dirahasiakan? Yang berhasil diselamatkan tahap satu itu? Dari jebakan gua Tham Luang, di pedalaman Thailand itu?

Tentu karena yang sembilan lagi masih belum berhasil dikeluarkan. Agar tidak banyak pertanyaan: mengapa, mengapa, mengapa…

Lebih seribu wartawan juga tidak bisa dapat bocoran. Media hanya memanggil mereka Remaja 1, Remaja 2, Remaja 3 dan Remaja 4. Yang pasti: keempatnya sehat. Kuat.

Rupanya untuk tahap satu dipilih yang paling sehat yang diselamatkan dulu. Yang menjamin suksesnya evakuasi ini. Untuk menaikkan moral secara umum.

Ibarat adu tendangan penalti. Penendang pertama harus sekelas Messi.

Semua itu serba spekulasi. Wartawan memang diisolasi. Mereka memang diberitakan berkumpul di depan mulut gua.

Tapi yang disebut ‘di depan mulut gua’ itu adalah satu kilometer dari mulut gua. Wartawan diisolasi di sebuah sekolahan di situ. Sekolah diliburkan. Tim sepakbola remaja desa itu lagi jadi berita dunia. Sejak mereka terperangkap dalam gua.

Proses evakuasi 12 bocah Thailand terjebak dalam gua. (Foto: Facebook/Thai Navy Seal)
Proses evakuasi 12 bocah Thailand terjebak dalam gua. (Foto: Facebook/Thai Navy Seal)

Bocoran paling berharga hanya: dari empat remaja itu yang tiga orang dilarikan dengan helikopter. Ke rumah sakit Chiang Rai. Ibukota propinsi. Yang jaraknya 70 km dari gua. Hanya memerlukan penerbangan 15 menit.

Seorang lagi, dinaikkan ambulan. Sejauh kurang satu jam perjalanan. Wartawan tidak bisa melihatnya. Hanya mendengar ngoeng…. ngoeng… sirine ambulan. Atau deru helikopter.

Wartawan juga tidak tahu: kapan pemain sepakbola remaja lainnya itu diselamatkan. Hujan musim monsoon terus berderai.

Sepanjang hari Senin kemarin. Memang hujannya hanya renyai-renyai. Tapi cukup menganggu.

Rencananya Senin kemarin dituntaskan. Semua remaja dan asisten pelatihnya itu harus sudah bebas.

Persiapan sudah lebih baik. Remaja yang tersisa dilatih. Latihan bagaimana melakukan perjalanan penyelamatan. Sejauh 4 km.

Di dalam gua juga tidak lagi gelap. Sudah ada penerangan darurat. Juga sudah ada makanan. Minuman. Oksigen.

Tali sepanjang 4 km juga sudah dibentang. Antara lokasi remaja itu dengan mulut gua. Tali ini sangat penting untuk pegangan. Juga untuk arah. Setiap dua penyelam akan menggandeng satu remaja.

Dari pengalaman penyelam Inggris yang hebat itu diperlukan waktu 4 jam: dari mulut gua ke lokasi remaja itu. Untuk kembali ke mulut gua diperlukan waktu lima jam lagi.

Ilustrasi proses penyelamatan dengan cara menyelam dipandu seutas tali. (image courtesy abc news)
Penyelamatan empat remaja pertama hari Minggu lalu memberikan banyak pelajaran.

Waktu itu bisa dipercepat satu jam. Ini karena air di dalam gua agak berkurang: oleh pompa raksasa dan oleh hujan yang kelelahan.

Tapi semua itu tidak bisa untuk patokan. Ada dua kesulitan di dalam gua. Kesulitan pertama, ada bagian gua yang menyempit. Hampir hanya pas untuk ukuran badan. Penyelam Inggris itu harus melepaskan tabung oksigen. Agar bisa lolos dari bagian yang menyempit itu.

Kesulitan kedua, ada satu lokasi yang dasar guanya menanjak. Menanjaknya tidak begitu berat. Tapi di ujung tanjakan itu tiba-tiba curam.
Menuruninya harus hati-hati. Juga licin.

Jadi, kapan sisa delapan remaja itu?

Salah satu pesan tertulis dari bocah Thailand yang terjebak dalam gua. (Foto: Thai Navy Seal)
Salah satu pesan tertulis dari bocah Thailand yang terjebak dalam gua. (Foto: Thai Navy Seal)

Sampai jam makan siang kemarin belum ada penyelam yang terjun ke dalam genangan di mulut gua. Atau sengaja dirahasiakan. Tapi perjalanan p/p itu memakan waktu sekitar 9 jam.

Kalau pun kemarin siang ada tim yang memasuki gua, hasilnya baru diketahui tadi malam. Saat disway.id sudah deadline.

Rasanya penyelamatan ini akan berhasil: tim yang kemarin diminta masuk gua lagi. Merekalah yang sudah tahu lika-likunya. Agar tidak ada kesalahan baru.

Sebanyak 50 penyelam dari 18 negara kumpul di mulut gua. Yang ini, mulut gua beneran. Demikian juga 13 orang dokter.

Satu dokter bertanggungjawab satu remaja. Pemeriksaan pertama adalah pernafasan. Lalu suhu badan.

Baru setelah itu dilarikan ke rumah sakit. Yang paling dikhawatirkan adalah virus kelelawar. Di dalam gua biasanya banyak tahi kelelawar.

Kalau tadi malam penyelamatan ini sukses maka luar biasa. Bagaimana 12 remaja berkumpul di satu dataran yang hanya 10 m2, yang dikelilingi air, yang setiap saat airnya bisa naik, yang gelap gulita, selama 9 hari 9 malam, tidak ada kabar dari luar, tidak ada kepastian apakah keberadaan mereka diketahui. Dan seterusnya.

Maka, seperti kemarin, setelah membaca disway.id jam 5 pagi ini cepat-cepatlah cari info. Begitu dapat lantas gantian: beritahulah saya. Seperti kemarin: jam 5 pagi saya sudah diberitahu pembaca disway. Bahwa sudah ada empat remaja yang diselamatkan.

Ketika saya menulis ini ada kabar baru dari Thailand: sudah delapan yang berhasil diselamatkan. Amitaba. Amitohu.

Saya setuju dengan para pembaca disway: asisten pelatih itu luar biasa. Bisa mengendalikan remaja asuhannya itu begitu sabar dan tawakkal. Tawakkal ala Budha.

Saya ikut berdoa untuk mereka. Tapi mungkin ada juga yang berdoa mudah-mudahan tim sepakbola mereka tidak bisa mengalahkan Indonesia (Dahlan Iskan)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhir Membanggakan : Seluruh Korban Tham Luang Selamat Dievakuasi

Akhir Membanggakan : Seluruh Korban Tham Luang Selamat Dievakuasi

News | Rabu, 11 Juli 2018 | 08:22 WIB

Drama Remaja Dalam Gua

Drama Remaja Dalam Gua

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 09:25 WIB

Tersisa Lima Korban Untuk Dievakuasi dari Tham Luang

Tersisa Lima Korban Untuk Dievakuasi dari Tham Luang

News | Selasa, 10 Juli 2018 | 07:51 WIB

Bocah Terjebak di Gua Thailand, Elon Musk Buat Kapal Selam Mini

Bocah Terjebak di Gua Thailand, Elon Musk Buat Kapal Selam Mini

Tekno | Selasa, 10 Juli 2018 | 07:00 WIB

Menpora Inginkan Timnas Indonesia U-19 Juara Piala AFF 2018

Menpora Inginkan Timnas Indonesia U-19 Juara Piala AFF 2018

Bola | Selasa, 10 Juli 2018 | 05:32 WIB

Terkini

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

Mirip 98 Persen! Meterai Palsu Banjiri Marketplace, Cara Mudah Bedakannya Pakai Air Liur

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:32 WIB

Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri

Peringati HUT RI ke-81, Semen Gresik Dorong Insan Perusahaan Hadirkan Karya Terbaik bagi Negeri

Jawa Tengah | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Kenapa Kulit Melasma dan Flek Hitam Disarankan Pakai Tinted Sunscreen? Begini Kata Dokter

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:10 WIB

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

6 Shio Paling Beruntung Akhir Agustus 2026: Rezeki Nomplok hingga Asmara Membara

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Tanggapan Istana soal Sorotan Netizen Terkait Gambar Prabowo di Atraksi Terjun Payung HUT RI

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 21:03 WIB

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut

Riau | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup

Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:54 WIB

×