Ratusan Kilogram Buah Import Thailand Mengandung Lalat Ganas

Ferry Noviandi

Jum'at, 27 Juli 2018 | 19:34 WIB
Ratusan Kilogram Buah Import Thailand Mengandung Lalat Ganas
Jambu air dari Thailand yang tengah diperiksa di laboratorium. (Anggy Muda/Suara.com)

Suara.com - Ratusan kilogram buah-buahan impor asal Thailand yang mengandung lalat ganas diamankan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta. Selanjutnya, ratusan kilogram buah impor legal ini akan dimusnahkan. 

Kepala Bidang Karantina Tumbuhan BBKP Bandara Soetta, Maman Suparman menerangkan, ratusan kilogram buah impor yang disita tersebut, terdiri dari 630 kilogram Rose Apple (Syzygium samarangense var Samarangense) atau jambu air dan juga buah Long Kong (Lansium parasiticum) sebanyak 180 kilogram.

"Pemasukan ratusan kilogram buah tersebut diketahui lewat jalur legal. Karena dilengkapi phytosanitary certificate atau sertifikat kesehatan karantina tumbuhan dari otoritas negara Thailand," terang Maman Suparman, saat ditemui di Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (27/7/2018).

Namun setelah diperiksa lebih dalam, ratusan kilogram buah impor bersertifikat itu ternyata sudah dalam kondisi busuk dan teridentifikasi membawa serangga hidup.

"Kita lakukan rearing di laboratorium, dan ternyata setelah diidentifikasi salah satu serangganya adalah lalat buah berjenis sangat rakus yaitu Bactrocera Correcta pada jambu air," terangnya.

Maman Suparman menjelaskan, lalat buah yang tergolong ganas itu termasuk yang belum ada di Indonesia dan belum tercantum dalam lampiran Permentan No. 51 th 2015.

"Tentu ini bisa menjadi ancaman serius jika masuk dan menyerang pertanian jambu air kita," kata Maman.

Saat ini ratusan kilogram buah impor berbahaya itu diamankan dan berada dalam pengawasan petugas BBKP Bandara Soetta. Dengan disimpan didalam ruang pendingin dan diisolasi, dijaga agar hama berupa lalat buah dan larva ini tidak kontak dengan udara luar.

Selain mengandung jenis lalat buah rakus Bactrocera Correcta lanjut Maman, ratusan kilogram buah impor ini juga mengandung Bactrocera Dorsalis Complex pada jambu air dan kutu putih Pseudococcus Baliteus pada long kong. 

baca juga

Sementara itu, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian, Dr. Antarjo Dikin menerangkan, pihaknya telah mengajukan pengaduan atau komplain ke Thailand dengan mengirimkan Notification of Non Compliance (NNC).

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Buah yang telah tersertifikasi, namun karena kekurang telitian negara pengekspor masih mengandung hama. Karantina memeriksa ulang setiap produk pertanian impor guna kehati-hatian keamanan pangan negara. Kami telah ajukan complain," kata  Antarjo.

Antarjo menyebut, ratusan kilogram buah asal Thailand tersebut akan segera dimusnahkan.

"Pemusnahan komoditas berbahaya ini segera dilaksanakan dengan cara pembakaran dengan suhu tinggi di incenerator. Ini guna menjamin lalat buah, larva dan kutu yang sangat membahayakan pertamanan dan juga kesehatan masyarakat kita dapat benar-benar musnah," jelasnya. (Anggy Muda)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Saham Rp1 Berlaku, Siapa yang Untung dan Buntung di Hari Pertama?

Saham Rp1 Berlaku, Siapa yang Untung dan Buntung di Hari Pertama?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:37 WIB

PJS Soroti Kata 'Mampu' dalam RUU Ketenagakerjaan: Bisa Bikin Disabilitas Tersingkir

PJS Soroti Kata 'Mampu' dalam RUU Ketenagakerjaan: Bisa Bikin Disabilitas Tersingkir

News | Senin, 28 September 2026 | 17:34 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Pria Tidak Lengket Cepat Meresap

3 Rekomendasi Moisturizer Pria Tidak Lengket Cepat Meresap

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 17:33 WIB

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

×