Bermuatan Politik, Ijtima Ulama II Diminta Dibubarkan

Iwan Supriyatna, Welly Hidayat

Sabtu, 15 September 2018 | 17:58 WIB
Bermuatan Politik, Ijtima Ulama II Diminta Dibubarkan
Kapitra Ampera jadi caleg PDIP dapil Sumatera Barat. (Suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Ketua Presidium Aksi Bela Islam, Kapitra Ampera meminta Ijtima Ulama II yang rencananya akan diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2018) besok, untuk dibubarkan.

Menurut Kapitra, Ijtima Ulama II tak mewakili keseluruhan suara umat muslim lebih khusus terhadap Ulama. Lantaran sudah bermuatan politik.

Kapitra mengatakan informasi yang didapat bahwa Ijtima Ulama II, akan mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Apalagi akan ada kontrak politik dalam deklarasi tersebut. Jauh dari kesepakatan dalam Ijtima Ulama I.

"Itu dulu, disepakati salah seorang calon presiden harus diambil dari ulama itu sendiri. Tetapi kenapa saat ini Sandiaga yang keluar dan itu sudah mengecewakan semangat Ijtima Ulama," kata Kapitra di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9/2018).

Kapitra menjelaskan pada Ijtima Ulama I bahwa direkomendasikan untuk mendampingi Prabowo merupakan dari kalangan ulama seperti kader PKS Salim Segaf Al-Jufri, Ustad Abdul Somad, Abdullah Gymnastiar dan Arifin Ilham. Namun, ternyata Prabowo menunjuk Sandiaga Uno sebagai Wakil Presiden.

"Jadi, kalau memang konsisten dengan kata ulama, harusnya didukung ulama yang jadi wakil presiden. Siapa yang bisa bilang Kyai Ma'ruf Amin tidak terlibat aksi membela Al Quran? Siapa yang bisa bilang dia bukan ulama? Siapa yang bisa bilang dia bukan Islam atau bahkan munafik? Bahkan toh Jokowinya juga Islam 24 karat. Kenapa tidak bela ulama," ujar Kapitra.

Kapitra mengatakan, Ijtima Ulama I, merupakan penerus aksi Bela Islam dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penodaan agama. Hingga akhirnya berlanjut pada upaya mendukung ulama menjadi wakil presiden.

"Saya orang yang mendukung ulama jadi presiden atau wakil presiden. Kembalilah ke Ijtima Ulama Pertama yang mendukung ulama menjadi wakil presiden," tegas Kapitra.

Maka itu, Prabowo memilih Sandiaga adalah sebuah keputusan yang tidak sama sekali disepakati oleh ulama keseluruhan. Lantaran, Sandiaga adalah kalangan pengusaha.

"Sekarang ini justru pihak satu lagi yang mendukung ulama malah di-bully," tutup Kapitra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sandiaga Uno ke Emak-emak : Siap Jadikan Prabowo Presiden 2019?

Sandiaga Uno ke Emak-emak : Siap Jadikan Prabowo Presiden 2019?

News | Sabtu, 15 September 2018 | 17:44 WIB

Sandiaga Sebut Pelukan Jokowi-Prabowo Sebagai Teletubbies Effect

Sandiaga Sebut Pelukan Jokowi-Prabowo Sebagai Teletubbies Effect

News | Sabtu, 15 September 2018 | 13:38 WIB

Sandiaga Bantah Politisasi Istilah 'Emak-emak'

Sandiaga Bantah Politisasi Istilah 'Emak-emak'

News | Sabtu, 15 September 2018 | 13:04 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×