Heboh Ratna Sarumpaet Dipukuli, Ruhut: Sarat Unsur Politis

Bangun Santoso
Heboh Ratna Sarumpaet Dipukuli, Ruhut: Sarat Unsur Politis
Ruhut Sitompul di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/8/2018). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

Ruhut mempertanyakan kenapa Ratna Sarumpaet tidak langsung lapor polisi jika benar dianiaya

Suara.com - Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sumatera Utara, Ruhut Sitompul mengaku sangat menyayangkan motivasi penyebar hoaks foto wajah mirip Ratna Sarumpaet yang tampak babak belur di media sosial.

Politisi dari PDIP ini mengaku sangat prihatin dan mendesak polisi untuk menangkap penyebar isu yang dinilainya murahan itu. Ia pun menuding, kabar penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet itu kental dengan unsur politik.

Terkait isu ini, Ruhut menyatakan tetap berpatokan terhadap pernyataan Mabes Polri yang menyatakan isu tersebut adalah hoaks.

"Saya masih percaya dengan penanganan oleh Mabes Polri terkait kasus ini. Tangkap siapa pelaku penyebar hoaks ini. Kalau memang benar Ratna dianiyaya kenapa nggak lapor polisi?," ujar Ruhut usai menghadiri pelantikan pengurus Bravo 5 Mota Depok di Jalan Raya Margonda, Depok, Rabu (03/10/2018).

Menurut Ruhut, penyebaran isu hoaks di di tahun politik sangat berbahaya dan berpotensi memecah belah bangsa. Untuk itu harus diusut tuntas.

"Tapi untung dikasih hoaks Ratna Sarumpaet dianiaya. Saya orang Batak, orang Batak nggak bisa dipancing dengan gitu-gitu," ucap Ruhut.

"Jangan lah begitu. Ini sudah mulai kelihatan kalah sebelum berperang, jangan. Marilah kita bersaing sempurna. Gak usah bikin hal-hal yang aneh-aneh," sambung dia.

Diketahui, Ratna Sarumpaet dikabarkan dikeroyok hingga babak belur pada 21 September 2018 lalu di sekitar bandara di Bandung. Namun demikian belum diketahui secara pasti, apakah kabar tersebut benar atau tidak. Kini, polisi tengah serius menyelidiki kasus tersebut.

Kontributor : Supriyadi

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS