Ryamizard Sebut AS Dukung Operasi Our Eyes untuk Berantas Teroris

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 22 Oktober 2018 | 05:30 WIB
Ryamizard Sebut AS Dukung Operasi Our Eyes untuk Berantas Teroris
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan Amerika Serikat (AS), Selandia Baru, dan Jepang mendukung untuk bergabung dengan prakarsa Mata Bersama atau Our Eyes Initiative (OEI). Ketiga negara itu berjanji memberikan dukungan termasuk bantuan untuk membangun OEI.

"Walaupun OEI secara informal telah beroperasi sejak 2017 dan secara formal bertukar informasi sejak Januari 2018, fase selanjutnya adalah membangun arsitektur federasi," kata Menhan Ryamizard dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Sebagai negara-negara pendiri, Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand bekerja sama dalam OEI sejak Januari 2018. Selanjutnya, pada pertemuan menteri pertahanan ASEAN (ASEAN Defence Ministers Meeting/ADMM) Ke-12, di Singapura pada 19 Oktober 2018, para menteri pertahanan dari 10 negara ASEAN menyepakati Inisiatif Mata Bersama/Our Eyes Initiative (OEI) yang diprakarsai Ryamizard.

Delapan mitra ASEAN pun mengakui platform ini yang merupakan wadah pertukaran informasi strategis di antara negara-negara ASEAN dalam mengatasi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme kekerasan, serta ancaman non-tradisional lain di wilayah ASEAN.

Setelah pengambilalihan Marawi pada bulan Mei 2017, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengembangkan OEI untuk mendukung pemerintah regional melawan landskap ancaman Islamic State (IS) sentris.

RI-Filipina-Malaysia Indonesia juga bekerja sama dengan Filipina dan Malaysia untuk mengamankan perairan Sulu dengan meluncurkan sebuah Perjanjian Kerja sama Trilateral (Trilateral Cooperative Agreement/TCA) tahun 2017, melalui patroli maritim yang diluncurkan pada bulan Juni, patroli udara pada bulan Oktober, dan pelatihan angkatan darat pada bulan November, serta integrasi bertahap Singapura dan Brunei sebagai negara-negara pengamat.

Namun, pertemuan menhan ASEAN atau ADMM Plus yang juga diikuti oleh delapan negara mitra ASEAN pada Sabtu (20/10), di Singapura mengakui bahwa kerja sama internasional, terutama dalam hal pertukaran dan pembagian informasi, merupakan unsur penting dalam melawan terorisme.

Menurut Menhan Ryamizard, meningkatnya ancaman dari sebuah nukleus IS di Filipina beserta ancaman kombatan asing yang kembali dari teater di Timur Tengah, Afrika, dan Asia, mengakibatkan kebutuhan untuk bekerja bersama dalam bidang pertahanan, militer, dan penegakkan hukum serta intelijen menjadi jauh lebih penting daripada sebelumnya.

"Pertukaran informasi biasanya terjadi pada basis bilateral, dimana terjadi pertukaran informasi yang relevan diantara kedua negara tersebut," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini.

Namun, lanjut purnawirawan Jenderal bintang empat ini, komunitas Five Eyes, yang merupakan platform pertukaran intelijen antara AS, Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, dimana agensi dari negara-negara tersebut bekerja sama jauh melebihi batas tradisional geografis.

OEI adalah kemitraan yang berfokus pada masa depan yang akan merevolusikan kemampuan negara-negara Asia Tengara untuk melawan ancaman terorisme, terutama dalam hal kombatan asing.

"Aksi seperti patroli gabungan di Laut Sulu-Sulawesi telah memitigasi risiko terorisme di wilayah tersebut," kata Ryamizard.

OEI merupakan respon kritis terhadap meningkatnya ancaman ektremisme dan terorisme regional, setelah ekspansi IS di wilayah ini.

Menurut dia, akan ada tantangan-tantangan untuk bekerja sama, namun keinginan dari para pemimpin pemerintahan untuk mengatasi hambatan tradisional dan memperluas kerja sama operasional internasional, mempunyai potensi untuk mengubah landskap kontra terorisme di Asia, dengan mencegah insiden seperti Marawi terjadi lagi.

OEI merepresentasikan waktu yang unik untuk berekspansi di luar kerjasama pertahanan dan militer, menjadi koloborasi dengan penegak hukum dan agensi keamanan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Teroris Tanjungbalai Ditembak, Bom Diledakkan

Dua Teroris Tanjungbalai Ditembak, Bom Diledakkan

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 13:50 WIB

Napi Teroris Bom Surabaya Tewas saat Dipenjara di Nusakambangan

Napi Teroris Bom Surabaya Tewas saat Dipenjara di Nusakambangan

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 18:53 WIB

Jelang Asian Para Games 2018, Densus 88 Bekuk 300 Orang Teroris

Jelang Asian Para Games 2018, Densus 88 Bekuk 300 Orang Teroris

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Tito: Polisi Disiapkan Hadapi Teroris di Kota, Desa, dan Gunung

Tito: Polisi Disiapkan Hadapi Teroris di Kota, Desa, dan Gunung

News | Kamis, 27 September 2018 | 20:27 WIB

Pascaditangkap Densus 88, Istri AS Mengaku Tak Ada Kabar

Pascaditangkap Densus 88, Istri AS Mengaku Tak Ada Kabar

News | Selasa, 11 September 2018 | 08:03 WIB

Strategi Operasi Our Eyes Memburu Teroris Eks ISIS di Indonesia

Strategi Operasi Our Eyes Memburu Teroris Eks ISIS di Indonesia

News | Selasa, 15 Mei 2018 | 14:59 WIB

Terkini

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:56 WIB

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:53 WIB

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:49 WIB

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:40 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:43 WIB

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:31 WIB