Dampingi Amien Rais, Waketum Gerindra Minta KPK Berani

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 29 Oktober 2018 | 15:20 WIB
Dampingi Amien Rais, Waketum Gerindra Minta KPK Berani
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono. (Suara.com/ Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (29/10/2018). Ferry mendampingi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menemui Ketua KPK Agus Rahardjo.

Dalam pertemuan ini, mereka meminta KPK untuk berani mengusut dugaan korupsi dalam beberapa proyek infrastuktur yang melibatkan pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi. 

"Pertama untuk menyatakan sikap kita, kemudian ada beberapa tambahan dokumen, terus kita minta KPK pertama untuk menindaklanjuti beberapa yang sedang diselidiki, supaya berani juga KPK," kata Ferry di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ferry menjelaskan, kedatangannya tersebut bukan untuk mewakili Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Akan tetapi mewakili Forum Masyarakat Peduli Penegakan Hukum dan Keadilan.

Menurut Ferry, KPK sejauh ini belum berani menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek-proyek yang dikerjakan pemerintah Jokowi. Ia menganggap KPK hanya berani menyentuh kasus-kasus yang kecil, di samping itu KPK malah lembek saat dihadapi dengan kasus-kasus mega proyek. 

"Kita sudah beranggapan bahwa KPK sudah terlalu beraninya sama yang kecil-kecil saja, tapi kurang berani sama yang besar-besar. Tebang pilihnya sudah keterlaluan," ujarnya. 

Beberapa proyek yang disoroti Ferry ialah proyek pembangunan Meikarta yang melibatkan CEO Lippo Group atas nama James Riady, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang bernilai proyek sebesar USD 4,5 Miliar atau sekitar Rp 68,4 triliun (kurs Rp 15.200). Selain itu kasus penyobekan buku merah oleh mantan penyidik KPK pun tak luput dalam sorotan Ferry. 

Oleh karena itu Ferry meminta KPK untuk bertindak secara proposional karena pihaknya menilai kini KPK sudah tidak berada posisi netral. 

"Kita pengen KPK bisa berfungsi sebagaimana mestinya. polisi bisa kembali netral, kejaksaan nggak bisa jadi alat politik lagi, pokoknya gitu lah, rakyat nggak ngerti soalnya," pungkasnya. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tiba di KPK, Amien Rais akan Laporkan Dugaan Korupsi Era Jokowi?

Tiba di KPK, Amien Rais akan Laporkan Dugaan Korupsi Era Jokowi?

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 14:26 WIB

Amien Rais ke Ketua KPK: Anda Hati-hati, Kekuasaan Berputar

Amien Rais ke Ketua KPK: Anda Hati-hati, Kekuasaan Berputar

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 13:45 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan 3 Tersangka Kasus Suap Meikarta

KPK Jadwalkan Pemeriksaan 3 Tersangka Kasus Suap Meikarta

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 13:24 WIB

Geledah Rumah Mertua dan Anak Bupati Cirebon, KPK Sita 3 Mobil

Geledah Rumah Mertua dan Anak Bupati Cirebon, KPK Sita 3 Mobil

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 11:30 WIB

Layangkan Surat Cekal, KPK Segera Umumkan Status Taufik Kurniawan

Layangkan Surat Cekal, KPK Segera Umumkan Status Taufik Kurniawan

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 09:15 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×