Pesimisme Novel Baswedan: Penyerangan yang Sengaja Tak Diungkap

Agung Sandy Lesmana, Welly Hidayat

Kamis, 01 November 2018 | 15:27 WIB
Pesimisme Novel Baswedan: Penyerangan yang Sengaja Tak Diungkap
Penyidik KPK Novel Baswedan saat ikut peringatan 500 penyiraman wajah Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018). (Suara.com/Welly)

Suara.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengaku sangat pesismistis pelaku yang diduga melakukan penyiraman air keras terhadap dirinya tak akan tertangkap. Sebab, Novel beralasan penyelidikan kasus yang sudah bergulir selama 500 hari itu sengaja tak diungkap penyidik Polri.

"Saya ingin menyampaikan bahwa penyerangan terhadap saya adalah penyerangan yang sengaja tidak diungkap. Saya katakan tidak diungkap itu sebagaimana 15 bulan lalu saya sampaikan yang sama," ujar Novel saat iktu dalam peringatan 500 hari penyiraman wajah Novel, di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Menurutnya, polisi hanya serius melakukan penyelidikan hanya selama satu bulan setelah teror air keras menimpanya. Selanjutnya, kata dia, penyelidikan yang dilaksanakan di Polda Metro Jaya hanya sebagai formalitas.

"Dalam hal itu telah disampaikan awal-awal, sebulan setelah kejadian. Sampai sekarang pimpinan KPK belum pernah perjuangkan hal itu, saya ucapkan terima kasih," ujar Novel

Dia mengaku, tak pernah meminta polisi untuk memprioritaskan penanganan kasus teror air keras tersebut. Novel beranggapan para pimpinan KPK pernah sampaikan ingin memberikan perlindungan kepada para penyidik KPK.

"Saya tidak pernah meminta urusan penyerangan kepada saya dijadikan yang utama. Bagaimana dengan permintaan saya semua teror diungkap. Karena saya masih ingat dalam suatu kesempatan, pimpinan KPK menyampaikan juga, bahwa pimpinan KPK berkeinginan melindungi kami," kata Novel.

Novel berharap Presiden Joko Widodo segera mengambil tindakan untuk menarik penyelidikan di kepolisian dan membentuk tim khusus. Dia juga meminta kepala negara untuk memperhatikan kasus teror yang turut dialami pegawai KPK lainnya.

"Presiden harusnya mengambil alih, dengan memberikan perhatian khusus, memerintahkan staf-stafnya untuk hal ini bisa diungkap. Seandainya tidak mau mengungkap masalah saya,enggak ada masalah. Saya berharap mengungkap semua penyerangan kepada pegawai pegawai KPK lainnya. Bukan kah itu hal yang masuk akal," tutup Novel


Diketahui, Novel Basewadan terkena air keras oleh dua pelaku misterius pada tanggal 11 April 2017. Penyerangan itu dilakukan seusai Novel menjalani salat subuh berjamaah di masjid dekat kediamannya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun, sejak Novel menjalani perawatan mata di Singapura hingga sudah kembali bekerja di KPK pada 27 Juli 2018 lalu, polisi belum bisa mengungkap misteri penyiraman air keras terhadap Novel.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Novel Baswedan: Teror ke Pegawai KPK, Diculik Hingga Ancaman Bom

Novel Baswedan: Teror ke Pegawai KPK, Diculik Hingga Ancaman Bom

News | Kamis, 01 November 2018 | 14:58 WIB

Cuaca Jadi Rintangan Petugas Evakuasi Korban Jatuh Lion Air

Cuaca Jadi Rintangan Petugas Evakuasi Korban Jatuh Lion Air

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 15:44 WIB

Sisir Korban dan Bangkai Lion Air, Polri Kerahkan Lima Kapal

Sisir Korban dan Bangkai Lion Air, Polri Kerahkan Lima Kapal

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 14:26 WIB

Tragedi Lion Air, Polri Bentuk Posko di Bandara Soetta

Tragedi Lion Air, Polri Bentuk Posko di Bandara Soetta

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 13:07 WIB

Nama Tito Disebut, Pendemo: Ada yang Ingin Benturkan KPK - Polri

Nama Tito Disebut, Pendemo: Ada yang Ingin Benturkan KPK - Polri

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 16:36 WIB

Terkini

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×