Kesaksian Kiai Asep : Jokowi Sujud Jari Kakinya Menghadap Kiblat

Iwan Supriyatna

Rabu, 07 November 2018 | 06:46 WIB
Kesaksian Kiai Asep : Jokowi Sujud Jari Kakinya Menghadap Kiblat
Ilustrasi posisi shalat saat sujud.

Suara.com - Ketua Dewan Pembina Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan bila umat Islam terutama ulama menginginkan pemimpin yang takut dan bertaqwa kepada Allah maka pilihannya adalah Jokowi.

"Indikator takut dan taqwa itu shalat. Shalat Pak Jokowi baik, sesuai kitab Safinatus Shalat. Saya saksikan sendiri, tanpa hijab," kata Kiai Asep dalam Silaturahim Kiai dan Dai Muda di Bandung, Selasa malam.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur itu memberikan kesaksian atas cara shalat Jokowi.

"Waktu sujud jari-jari kakinya menghadap kiblat. Duduk iftirasy betul. Ini pasti karena terbiasa shalat," kata Kiai Asep.

Menurut dia, gerakan shalat bukan hal main-main. Ia menceritakan seorang kiai sepuh asal Nganjuk, KH Jamal, yang gundah setelah bermakmum pada seorang syekh asal Timur Tengah hanya gara-gara jari-jari kaki syekh itu tidak menghadap kiblat waktu sujud.

"Pak Jokowi juga shalat di awal waktu, sering puasa Senin-Kamis. Kalau ulama berdoa minta pemimpin yang takut Allah maka pilih Jokowi," katanya.

Di luar masalah keislaman Jokowi, Kiai Asep juga menyinggung kesungguhan Jokowi dalam mencintai bangsa dan negaranya, serta keinginan menyejahterakan rakyat.

"Kalaupun sekarang belum bisa menyejahterakan, Pak Jokowi sudah merintis ke arah itu. Freeport berusaha dikuasai, infrastruktur dibangun, itu semua arahnya ke sana. Ini langkah yang membutuhkan keberanian," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Asep, bisa disimpulkan bahwa Jokowi telah memberikan bukti dan kerja nyata.

baca juga

"Pak Jokowi telah melakukan kerja konkret menuju kesejahteraan, ini bukti, jangan dikalahkan oleh sesuatu yang baru janji," katanya.

Ia pun secara khusus mengajak masyarakat Jawa Barat yang mayoritas Islam ahlussunnah waljamaah (Aswaja) untuk berani memenangkan Jokowi.

"Tahun 2014 Pak Jokowi kalah di Jawa Barat. Sekarang gubernurnya Aswaja, kita harus berani memenangkan Pak Jokowi, minimal 70 persen, apalagi pendampingnya ulama yang benar-benar ulama," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yusril Jadi Pengacara Jokowi - Ma'ruf Bisa Ubah Arah Kader PBB

Yusril Jadi Pengacara Jokowi - Ma'ruf Bisa Ubah Arah Kader PBB

News | Rabu, 07 November 2018 | 06:15 WIB

Sandiaga Mau Gratiskan Jalan Tol, Pengamat: Bisa Tanggung Biaya?

Sandiaga Mau Gratiskan Jalan Tol, Pengamat: Bisa Tanggung Biaya?

Bisnis | Selasa, 06 November 2018 | 21:27 WIB

JK Sebut Ada Alasan Politis Yusril Jadi Pengacara Jokowi - Ma'ruf

JK Sebut Ada Alasan Politis Yusril Jadi Pengacara Jokowi - Ma'ruf

News | Selasa, 06 November 2018 | 17:49 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×