Beda Prabowo dan Maruf Amin soal Urusan Minta Maaf

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 14 November 2018 | 15:59 WIB
Beda Prabowo dan Maruf Amin soal Urusan Minta Maaf
Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Abdullah Syam (kedua kiri) dan Pimpinan Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin Asy'ari Akbar (kanan) tiba di lokasi Rakernas LDII di Jakarta, Kamis (11/10). Rapat kerja tersebut mengangkat tema "LDII Untuk Bangsa". ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Dua lelaki yang bersaing di Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Maruf Amin. Prabowo adalah calon presiden pasangan Sandiaga Uno, sementara Maruf Amin calon wakil presiden pasangan Joko Widodo atau Jokowi.

Keduanya merasakan rasanya didesak minta maaf karena pernyataan kontroversi. Prabowo soal pernyataan tampang Boyolali. Sementara Maruf Amin soal pernyataan buta dan budek.

Hanya saja respon mereka berbeda. Prabowo minta maaf dan Maruf Amin tidak mau minta maaf, paling tidak sampai, Rabu (14/11/2018) sore.

Berikut ulasannya:

Prabowo minta maaf

Prabowo meminta maaf terkait tampang Boyolali yang pernah dia ucapkan, Selasa (6/11/2018) malam. Prabowo tidak bermaksud untuk merendahkan warga Boyolali melalui pidatonya beberapa waktu lalu. Prabowo sempat membuat heboh media sosial. Hal itu lantaran video pendek memperlihatkan pidato Prabowo yang menyebut kalau tampang-tampang Boyolali akan diusir kalau masuk hotel mewah.

"Maksud saya tidak negatif tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf maksud saya tidak seperti itu," kata Prabowo dalam sebuah video yang diunggah dalam Instagram pribadinya @indonesiaadilmakmur pada Selasa (6/11/2018) malam.

Dalam video itu Prabowo ditemani oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dahnil pun sempat menyampaikan bahwa video pidato Prabowo telah dipotong sedemikian rupa sehingga menyampaikan informasi yang tidak utuh.

Menanggapi perkataan Dahnil, Prabowo menilai hal itu berlebihan. Prabowo pun menegaskan tidak ada niat untuk merendahkan martabat warga Boyolali. Dirinya menjelaskan bahwa gaya komunikasi politik yang biasa dilakukannya merupakan gaya familiar agar dekat dengan peserta acara.

baca juga

Prabowo pun meluruskan anggapan dirinya yang merendahkan warga Boyolali. Malah kata Prabowo maksud dirinya menyebut tampang Boyolali akan diusir apabila masuk ke dalam hotel mewah ialah sebagai contoh atas situasi ketimpangan masyarakat.

Untuk diketahui, Untuk diketahui, beredar sebuah video yang menampilkan Prabowo Subianto berpidato di depan warga Boyolali. Saat itu dirinya sedang menceritakan tentang hotel-hotel mewah.

Berikut potongan pidato Prabowo:

Seharusnya kami pensiun, seharusnya kita istirahat tapi kami melihat bahwa negara dan bangsa masih dalam keadaan tidak baik, saya memberi usia saya untuk bangsa ini, saya memberi jiwa dan raga saya untuk bangsa ini.

Tapi begitu saya lihat Jakarta, saya melihat hotel-hotel mewah.

Gedung-gedung menjulang tinggi.

Sebut aja hotel paling mahal di dunia, ada di Jakarta.

Ada Ritch Calton, ada wardlof astoria, ngomong aja kalian nggak bisa sebut.

Dan macem-macem itu semua.

dan saya yakin kalian nggak pernah masuk hotel-hotel tersebut, betul?

(betul, sahut hadirin yang ada di acara itu).

Mungkin kalian diusir, tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini.

Maruf Amin tolak minta maaf

Maruf Amin menegaskan pernyataannya soal buta dan budek beberapa hari lalu tak menyinggung fisik siapapun. Pernyataan Maruf Amin menanggapi aksi Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra (PASTI) di kantor Majelis Ulama Indonesia yang menuntut Maruf Amin meminta maaf karena merasa tersinggung dan terkesan mendiskreditkan penyandang disabilitas.

"Lah kan bukan budeg dalam arti fisik. Budeg-buta itu kan dia melihat tapi tidak melihat, dia mendengar tapi tidak, jadi bukan fisiklah," ujar Ma'ruf di kediamannnya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu (14/11/2018)

Maruf Amin pun mengatakan dirinya tak perlu meminta maaf terkait penyataannya yang dianggap menyinggung. Sebab kata Maruf Amin, pernyataannya tak menyinggung fisik siapapun.

"Wong nggak menyinggung mereka kok minta maaf. Saya nggak menyinggung siapa-siapa," kata dia.

Sebelumnya, sembilan orang penyandang disabilitas yang tergabung dalan Persatuan Aksi Sosial Tuna Netra (PASTI) mendatangi kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka menuntut Maruf Amin meminta maaf karena merasa tersinggung dan terkesan mendiskreditkan penyandang disabilitas.

Dalam aksinya, mereka membawa atribut bertuliskan 'Oe-lama kebelenger', 'cawapres penghina tuna netra-rungu', mulutmu harimau mu, sontoloyo dan hingga berbagai wajah Ma'ruf dibubuhi garis silang berwarna merah.

Sebelumnya, di acara Festival Seniman Jalanan "Indonesia Bernyanyi" di Jalan Proklamasi nomor 46, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11/2018), cawapres Maruf Amin mengisyaratkan masyarakat seperti tak memiliki mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, yang masih mempertanyakan kinerja Jokowi.

"Hanya yang matanya buta, hanya yang telinganya budeg yang tidak melihat dan mendengar tentang (kinerja Jokowi) ini. Makanya harus dibukakan matanya, harus dilubangi telinganya," kata Maruf Amin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Janji Menteri untuk Milenial, Tim Prabowo: Bukan Obral Janji

Janji Menteri untuk Milenial, Tim Prabowo: Bukan Obral Janji

News | Rabu, 14 November 2018 | 14:33 WIB

Sejak Jadi Cawapres, Sikap Tawaduk Maruf Amin Hilang

Sejak Jadi Cawapres, Sikap Tawaduk Maruf Amin Hilang

News | Rabu, 14 November 2018 | 14:32 WIB

Hina Disabilitas, Buta Budek Ma'ruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu

Hina Disabilitas, Buta Budek Ma'ruf Amin Dilaporkan ke Bawaslu

News | Rabu, 14 November 2018 | 13:55 WIB

PSI Anti Perda Agama, Kubu Prabowo: yang Begitu Cuma PKI

PSI Anti Perda Agama, Kubu Prabowo: yang Begitu Cuma PKI

News | Rabu, 14 November 2018 | 13:43 WIB

Maruf Amin Janjikan Konsep Baru Ekonomi Berlandaskan Pancasila

Maruf Amin Janjikan Konsep Baru Ekonomi Berlandaskan Pancasila

Bisnis | Rabu, 14 November 2018 | 12:10 WIB

Terkini

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur

Jatim | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:28 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

Pelarian Berakhir! Buron Pembunuhan Wanita di Surabaya Ditangkap di Malaysia

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×