Penghapusan Pajak Motor Akan Rugikan Pemerintah Daerah

Senin, 26 November 2018 | 13:59 WIB
Penghapusan Pajak Motor Akan Rugikan Pemerintah Daerah
Ilustrasi layanan Samsat (Antara).

Suara.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai usulan penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk sepeda motor yang digulirkan elite politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak relevan. Seandainya dihapus, jumlah sepeda motor yang ada di jalan akan semakin bertambah hingga membuat lalu lintas kian padat.

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jateng, Ihwan Sudrajat, menilai gagasan itu jika diaplikasi akan memberi dampak yang merugikan bagi pemerintah daerah yang selama ini mengandalkan pendapatan dari pembayaran PKB.

“Kalau itu hanya sekadar janji kampanye sih,menurut saya itu wajar. Tapi harus berhati-hati kalau berjanji dengan rakyat. Saya kira sebagai gagasan boleh saja, tapi harus diuji. Apakah program ini benar?” ujar Ihwan seusai acara Gebyar Hadiah Samsat 2018 di Semarang, Minggu (25/11/2018).

“Kalau pajak motor dihapus tentu enggak ada bedanya dengan sepeda. Motor jadi enggak ada surat-suratnya. Yang beli tambah banyak, yang memakai juga tambah tidak bisa diatur. Wong, sekarang saja ada rencana penambahan tarif PKB untuk mengendalikan penggunaan sepeda motor, ini kok malah mau dihapus,” tambah Ihwan.

Selain itu, lanjut Ihwan, pendapatan daerah akan semakin menurun seiring penghapusan pajak sepeda motor. Padahal, selama ini pajak sepeda motor menjadi salah satu penyumbang pendapatan daerah terbesar.

“Untuk PKB selama ini kontribusi pada pendapatan daerah mencapai 38 persen, kalau ditambah pajak BBNKB [Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor] sekitar 65 persen. Sekarang kendaraan bermotor di Jateng mencapai 14 juta unit, dari jumlah itu sekitar 83 persen merupakan kendaraan roda dua. Bayangkan kalau itu sampai dihapus, anggaran daerah tentu akan merosot jauh,” imbuh Ihwan.

Ihwan menambahkan dalam APBD Perubahan 2018, PKB dan BBNKB ditarget menyumbang pendapatan sekitar Rp 7,3 triliun. Dari jumlah sebanyak itu, realisasi hingga saat ini baru mencapai sekitar 94 persen.

“Kita kalau kehilangan Rp100 miliar [dari pendapatan daerah] saja sudah bingung. Apalagi kalau sampai pajak sepeda motor dihapus. Sekarang kita saja sudah tidak dapat pajak dari rokok, yang ini mau dihilangkan lagi,” beber Ihwan.

Wacana penghapusan pajak sepeda motor digulirkan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Almuzzammil Yusuf, beberapa hari lalu. PKS berjanji akan memperjuangkan rencana undang-undang (RUU) tentang penghapusan pajak sepeda motor jika memenangi Pemilu 2019.

Baca Juga: Bukan Pencitraan, Ini Alasan PKS Ingin Hapus Pajak Sepeda Motor

Partai berlambang bulan sabit kembar itu menilai penghapusan pajak sepeda motor mampu membantu perekonomian rakyat kecil yang mayoritas menggunakan sepeda motor. (Semarangpos.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI