Tragedi Berdarah Trans Papua, 31 Pekerja Dibantai KKB Selama Dua Hari

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 04 Desember 2018 | 12:40 WIB
Tragedi Berdarah Trans Papua, 31 Pekerja Dibantai KKB Selama Dua Hari
Pembangunan infrastruktur Jalan Trans Papua. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Kepolisian Daerah Papua akhirnya merilis total jumlah korban terkait kasus pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dari keterangan resmi kepolisian, total 31 pekerja PT. Istaka Karya yang dibunuh para pelaku selama dua hari, yakni 1 hingga 2 Desember 2018 lalu

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, di hari pertama, ada sebanyak 24 orang yang dibunuh. Sedangkan di hari kedua, kata Kamal, 7 korban selamat kemudian berakhir tewas setelah kembali dijemput para pelaku.

“31 orang meninggal dunia itu," kata Kamal seperti dikutip Kabarpapua.co--jaringan Suara.com, Senin (3/12/2018) malam.

Menurut Kamal, kejadian penembakan ini baru diketahui pada Senin, 3 Desember 2018, sekitar pukul 15.30 WIT. Berdasarkan informasi masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. 

Sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal mengklaim telah mengantongi para pelaku diduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) terkait aksi pembunuhan terhadap puluhan pekerja PT Istaka di Papua.

"Kita akan kejar, ada beberapa yang sudah teridentifikasi dari kelompok-kelompok mana," kata Iqbal saat ditemui wartawan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (4/12/2018).

Namun demikian, Iqbal masih merahasiakan nama kelompok yang diduga bertanggungjawab dalam aksi pembunuhan terhadap puluhan pekerja sedang menggarap proyek jalan dan jembatan Trans Papua di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua. Alasannya, Polri yang kini dibantu aparat TNI masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku tersebut."Enggak bisa saya sebutkan dulu ini," kata dia.

Terkait tragedi pembunuhan para pekerja PT Istaka, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengutus Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto agar terbang ke lokasi penembakan di Papua. Menurut Iqbal, hal itu dilakukan agar mengecek dan mengevakuasi pascaaksi pembunuhan yang terjadi pada Minggu (2/12/2018). 

"Bahkan pak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) sudah perintahkan pak Wakapolri. Pak Wakapolri sebentar lagi landing di situ, untuk melakukan analisa, melakukan evaluasi, situasi keamanan di Papua," kata dia (Kabarpapua.co)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penembakan di Trans Papua, Polisi Siapkan Peti Mati dan Mobil Jenazah

Penembakan di Trans Papua, Polisi Siapkan Peti Mati dan Mobil Jenazah

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 11:20 WIB

Dering Telepon Gelap Sebelum Pembunuhan Puluhan Pekerja Trans Papua

Dering Telepon Gelap Sebelum Pembunuhan Puluhan Pekerja Trans Papua

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 09:44 WIB

HUT ke-73 RI Diwarnai Hujan Tembakan di Papua, 1 Orang Terluka

HUT ke-73 RI Diwarnai Hujan Tembakan di Papua, 1 Orang Terluka

News | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 12:51 WIB

30 Polisi dan 78 Warga Jadi Korban Penembakan di Papua

30 Polisi dan 78 Warga Jadi Korban Penembakan di Papua

News | Rabu, 04 Juli 2018 | 12:15 WIB

Polisi dan Tentara Kejar Penembak Pesawat Pengangkut Brimob

Polisi dan Tentara Kejar Penembak Pesawat Pengangkut Brimob

News | Senin, 25 Juni 2018 | 12:44 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×