Pasca Gempa, Semen di Palu Mahal Tapi Warga Sangat Butuh

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Jum'at, 07 Desember 2018 | 13:09 WIB
Pasca Gempa, Semen di Palu Mahal Tapi Warga Sangat Butuh
Program pembersihan reruntuhan pasca gempa palu. (Doc UNDP)

Suara.com - Pasca gempa dan tsunami, masyarakat Kota Palu, Sulawesi Tengah makin membutuhkan bahan bangunan. Bahan bangunan itu di antara lain semen.

Warga Palu tengah melakukan pemulihan pasca gempa bumi, tsunami dan likuefaksi.

Seorang distributor semen di Kota Palu, Jemmy Hosan mengatakan permintaan meningkat drastis untuk pasokan bahan baku bangunan. Selama ini bahan baku bangunan dikirim melalui jalur darat dari pabrik di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain distributor, ada juga beberapa pedagang yang mendatangkan langsung bahan bangunan tersebut dari Sulawesi Barat meski biaya transportasinya agak tinggi. Hingga kini distributor masih terkendala mendatangkan bahan bangunan lewat jalur laut, sebab pelabuhan kontaener di Pantoloan, sekitar 23 km arah utara Kota Palu belum juga diperbaiki setelah rusak diterjang gempa dan tsunami pada 28 September 2018.

"Ini kendala dan hambatan yang dihadapi para distributor karena pelabuhan kontainer masih rusak," kata dia.

Bukan hanya distributor bahan bangunan yang merasakan hambatan tersebut, melainkan juga distributor usaha laina, sebab kapal enggan merapat di pelabuhan.

Karena pasokan lewat darat, maka harga penjualan, termasuk semen dan bahan bangunan lainnya disesuaikan oleh distributor dan pedagang, atau naik karena harus diperhitungkan dengan biaya transportasi dan lain-lain. Hal senada juga diungkapkan distributor lainnya.

"Pihak pengelola pelabuhan harus segera memperbaikl kembali pelabuhan yang rusak agar arus lalul intas bongkar muat kembali lancar," kata seorang distributor yang enggan disebut namanya itu.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng, Zainudin Hak mengatakan pasokan semen sudah lancar.

"Tapi masih lewar jalur darat, sebab pelabuhan kontainer di Pantoloan rusak diterjang gempa dan tsunami.

Sekarang ini, kata dia, semen di pasaran Palu cukup banyak, tetapi harganya masih bervariasi antara Rp 70.000 hingga Rp 75.000 persak untuk semua mereku. Semen yang diperdagangkan di Palu saat ini merek Tonasa, Tiga Roda dan Bosowa, serta produk Cina. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Gempa Terlibat Pembersihkan Reruntuhan Bangunan

Korban Gempa Terlibat Pembersihkan Reruntuhan Bangunan

Press Release | Jum'at, 30 November 2018 | 20:38 WIB

Usai Diterjang Tsunami dan Gempa, Warga Palu Sulit Dapatkan BBM

Usai Diterjang Tsunami dan Gempa, Warga Palu Sulit Dapatkan BBM

Bisnis | Rabu, 21 November 2018 | 08:22 WIB

Trauma Gempa, Pasha Ungu Lompat dari Tempat Tidur

Trauma Gempa, Pasha Ungu Lompat dari Tempat Tidur

Entertainment | Selasa, 13 November 2018 | 20:51 WIB

Semen di Palu Langka Pasca Diterjang Tsunami dan Gempa

Semen di Palu Langka Pasca Diterjang Tsunami dan Gempa

Bisnis | Selasa, 13 November 2018 | 11:55 WIB

Semen Indonesia Ambil Alih 80,6 Persen Saham Holcim

Semen Indonesia Ambil Alih 80,6 Persen Saham Holcim

Bisnis | Selasa, 13 November 2018 | 11:36 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB