Parkir Meter Era Ahok Tergantikan dengan Aplikasi Jukir Anies

Dwi Bowo Raharjo, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 13 Desember 2018 | 19:27 WIB
Parkir Meter Era Ahok Tergantikan dengan Aplikasi Jukir Anies
Juru parkir elektronik di Jakarta. (Suara.com/Muhamad Yasir)

Suara.com - Terminal parkir elektronik (TPE) atau parkir meter menjadi salah satu terobosan di era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengatasi masalah parkir liar di Ibu Kota. Kekinian, TPE sudah mulai tergantikan dengan aplikasi Juru Parkir (Jukir) yang digagas di Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Manajer Humas Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ivan Valentino mengatakan, saat ini TPE sudah tak lagi menjadi fokus untuk mengurai masalah perparkiran di Jakarta.

Saat ini ada sebanyak 214 TPE yang tersebar di seluruh Jakarta, namun TPE era Ahok tidak akan ditambahkan. Sebab, Pemerintah Provinsi di era kepemimpinan Anies fokus pada aplikasi Jukir yang dinilai lebih praktis dari parkir meter.

"Untuk sementara belum (ada penambahan), kita fokus kepada penggunaan teknologi aplikasi. Karena selain murah hasilnya juga cukup efektif," kata Ivan saat dihubungi Suara.com, Kamis (13/12/2018).

Aplikasi Jukir yang mulai diuji coba sejak Februari 2018 lalu dinilai lebih ringkas dibandingkan parkir meter yang digagas oleh Ahok. Bila parkir meter menggunakan mesin di pinggir jalan, maka aplikasi Jukir berupa mesin kecil yang cukup dipegang oleh jukir resmi.

Ivan menerangkan, saat pengendara hendak mengambil kendaraan yang terparkir, petugas akan menghampiri dan memijat tombol-tombol pada mesin aplikasi. Selain tak menghabiskan banyak anggaran, penggunaan aplikasi dinilai lebih efektif.

"Aplikasi itu lebih simple ya, lebih ringkas. Jadi dia nggak seperti parkir meter yang sifatnya stasiuner dan berdiri di pinggir jalan," ungkap Ivan.

Pengoperasian aplikasi Jurkir pun terbukti mampu mendongkrak pendapatan dari Rp 1,45 juta menjadi Rp 3 juta per harinya. Meski aplikasi Jukir memiliki banyak keunggulan, Ivan mengakui parkir meter gagasan Ahok masih terus dijalankan walaupun tidak ditambah jumlahnya.

"Sejauh ini belum ada pemikiran kearah itu (penghapusan parkir meter). Karena kedua teknologi tersebut sama-sama baik," pungkas Ivan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tentara Dikeroyok di Cibubur, Gembong Ungkit Tanah Abang Tertib di Era Ahok

Tentara Dikeroyok di Cibubur, Gembong Ungkit Tanah Abang Tertib di Era Ahok

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 15:22 WIB

Cegah Bau Busuk, Anies Bakal Pasang Saringan Sampah di Sungai

Cegah Bau Busuk, Anies Bakal Pasang Saringan Sampah di Sungai

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 23:40 WIB

Keluar Penjara, Ahok Ingin Menikmati Hidup seperti Manusia Biasa

Keluar Penjara, Ahok Ingin Menikmati Hidup seperti Manusia Biasa

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 20:16 WIB

Lagi, Anies Gelar Nikah Massal di Malam Tahun Baru

Lagi, Anies Gelar Nikah Massal di Malam Tahun Baru

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 19:17 WIB

Terkini

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

Tandatangani SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Dukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:31 WIB

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

Integrasi Data Kependudukan Perkuat Stabilitas Keamanan di Tengah Volatilitas Global

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:24 WIB

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

Mendagri Cek Penerima Bantuan Bedah Rumah, Perkuat Akses Hunian Layak bagi MBR

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:17 WIB

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

KPK Buka Alasan Tak Lanjutkan Kasus MBG: Hindari Duplikasi Penegakan Hukum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:11 WIB

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

Dasco Temui Mahasiswa, DPR Janji Tindak Lanjuti Sejumlah Tuntutan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:08 WIB

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

Dinilai Langkah Berani! Gibran Ajak Mahasiswa Ikut Kunker ke Papua demi Buka Ruang Dialog?

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:07 WIB

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:50 WIB

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:34 WIB

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:29 WIB