Sebelum Tutup Lokalisasi KD, DPRD Minta Pemerintah Kupang Lakukan Pembinaan

Dwi Bowo Raharjo

Jum'at, 14 Desember 2018 | 10:29 WIB
Sebelum Tutup Lokalisasi KD, DPRD Minta Pemerintah Kupang Lakukan Pembinaan
Ilustrasi PSK

Suara.com - Anggota DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek, meminta pemerintah setempat melakukan pembinaan pada pekerja seks komersial (PSK), sebelum menutup tempat lokalisasi Karang Dempel (KD), Kecamatan Alak, Kota Kupang. Rencanannya, penutupan lokalisasi KD akan dilakukan pemerintah setempat pada awal Januari 2019.

"Pembinaan dan rehabilitasi ini penting dilakukan agar secara bertahap mereka melepaskan diri dari perilaku lama ke perilaku baru atau hidup normal," kata Daniel kepada di Kupang, Jumat (14/12/2018) seperti dilansir dari Antara.

Daniel menjelaskan, penutupan tempat lokalisasi seharusnya bisa merubah prilaku sesorang, dalam hal ini PSK.

"Penutupan lokalisasi itu sesungguhnya merubah perilaku orang. Perilaku yang dijalani rutin menjadi kebiasaan dan dalam kasus pekerja seks komersial(PSK) tergolong "kecanduan"," katanya.

Oleh sebab itu, harus ada fase pembinaan atau rehabilitasi, agar secara bertahap mereka melepaskan diri dari perilaku lama ke perilaku baru atau hidup normal.

"Bila persiapan tidak optimal, saya cemas penutupan lokalisasi akan menimbulkan masalah baru bagi PSK, dan pihak lain yang rentan terhadap perilaku mereka," katanya.

Sebelumnya Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore tetap bersikeras untuk menutup komplek lokalisasi KD mulai 1 Janurai 2019, meski masih terus mendapat tekanan dari para penghuni yang berjumlah sekitar 130 orang.

Para penghuni yang notabene adalah PSK sempat melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD Nusa Tenggara Timur. Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk tidak menutup lokalisasi tersebut, kecuali pada 2020.

Selain menutup lokalisasi KD, pemerintah rencanannya juga akan merazia hotel-hotel yang memiliki indikasi menampung para PSK .

baca juga

"Tidak hanya KD yang akan ditutup, tetapi ada beberapa hotel yang terindikasi menampung PSK juga menjadi sasaran untuk ditutup pada Januari 2019," tambah Plt. Sekda Kota Kupang, Thomas Ga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Yohana Kaget, Satpol PP Jaring PSK Difabel di Kota Larantuka

Menteri Yohana Kaget, Satpol PP Jaring PSK Difabel di Kota Larantuka

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 09:52 WIB

Ditolak PSK, Pemkot Kupang Tetap Akan Tutup Lokalisasi Karang Dempel

Ditolak PSK, Pemkot Kupang Tetap Akan Tutup Lokalisasi Karang Dempel

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 16:25 WIB

Demo di DPRD NTT, PSK Minta Penutupan Lokalisasi Karang Dempel Ditunda

Demo di DPRD NTT, PSK Minta Penutupan Lokalisasi Karang Dempel Ditunda

News | Senin, 10 Desember 2018 | 14:50 WIB

Pekerja Seks PSK Tolak Lokalisasi Ditutup: Anak Kami Bisa Berhenti Sekolah

Pekerja Seks PSK Tolak Lokalisasi Ditutup: Anak Kami Bisa Berhenti Sekolah

News | Senin, 10 Desember 2018 | 14:44 WIB

Tarif Striptis dan Karaoke Plus-plus di Blitar Dipatok Rp 1 Juta

Tarif Striptis dan Karaoke Plus-plus di Blitar Dipatok Rp 1 Juta

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 20:23 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×