Siang Ini Polisi Gelar Perkara Pungutan Liar Urus Jenazah Korban Tsunami

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Desember 2018 | 14:41 WIB
Siang Ini Polisi Gelar Perkara Pungutan Liar Urus Jenazah Korban Tsunami
Kwitansi biaya mengurus jenazah korban tsunami. (ist/Bantennews.co.id)

Suara.com - Kepolisian Polres Serang Kota melakukan gelar perkara kasus pungutan liar pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda. Pungutan liar pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda terjadi di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang.

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi menjelaskan sampai, Kamis (27/12/2018) ini polisi sudah memeriksa 4 orang. Mereka mempunyai potensi naik status untuk proses penyidikan.

“Siang ini kami gelar perkara. Nanti setelah itu kami akan lihat perkara tersebut naik ke tahap penyidikan atau tidak,” ujar Firman.

Polisi mendalami kasus ini ke penyelidikan dan sedang mencari apakah pungutan untuk korban tsunami ini juga terjadi pada korban lain. Penyelidikan dilakukan atas adanya dugaan pungutan pengambilan jenazah korban sebesar Rp 3,9 juta.

“Kalau memang ke korban lain kita akan dalami lagi. Kita klarifikasi betul kalau memang ada sudah bisa dinaikan ke penyidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Dradjat Prawiranegara, Serang, Banten diduga melakukan pungutan saat melakukan penanganan jenazah yang menjadi korban tsunami di Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Parahnya, uang pungutan itu diduga mencapai jutaan rupiah.

Seorang warga bernama Badiamin Sinaga mengaku diminta biaya oleh pegawai Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) terkait perawatan jenazah dan transportasi. Rinciannya biaya itu untuk membayar untuk pemulasaraan jenazah, formalin dan mobil jenazah.

Diduga pegawai RSUD yang melakukan aksi pungli berinsial L. Bahkan, terduga pelaku pungli itu memberika kuitansi kepada keluarga yang hendak mengambil jenazah korban tsunami

Dia mengatakan biaya tersebut untuk tiga jenazah keluarga yang tewas diterjang tsunami saat berlibur ke Pantai Carita, Pandgelang, Banten pada Sabtu (22/12/2018). Ketiga keluarganya berasal dari kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

baca juga

Nilai pungutan tersebut diduga bervariasi. Untuk korban atas nama Ruspin Simbolon, dikenakan Rp3.900.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah, formalin dan mobil jenazah. Bayi Satria, Rp800.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah, formalin serta korban atas nama Leo Manulang, Rp1.300.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah dan formalin. (Bantennews.co.id)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pungutan Liar Urus Jenazah Korban Tsunami, Polisi Periksa Sopir Ambulans

Pungutan Liar Urus Jenazah Korban Tsunami, Polisi Periksa Sopir Ambulans

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 14:33 WIB

Sambil Menangis, Tomi Wali Tawarkan Bantuan ke Keluarga Aa Jimmy

Sambil Menangis, Tomi Wali Tawarkan Bantuan ke Keluarga Aa Jimmy

Entertainment | Kamis, 27 Desember 2018 | 14:04 WIB

Datang ke Lokasi Tsunami, Banyak Relawan Cuma Mau Foto Selfie

Datang ke Lokasi Tsunami, Banyak Relawan Cuma Mau Foto Selfie

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 14:01 WIB

500 Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi Minta Dijemput

500 Pengungsi Tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi Minta Dijemput

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 13:57 WIB

Terkini

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

81 Tahun Indonesia Merdeka, Mengapa Pesepeda Jakarta Masih Merasa 'Terjajah' di Jalanan?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:15 WIB

5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak

5 Penyebab Hair Dryer Bau Gosong, Tak Selalu Tanda Sudah Rusak

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series

Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series

Otomotif | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:10 WIB

50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

50 Keluarga di Selayar Masih Bertahan di Pengungsian

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:07 WIB

10 Pantangan Feng Shui Kamar Tidur yang Sering Diabaikan, Bikin Tak Nyenyak dan Rezeki Seret

10 Pantangan Feng Shui Kamar Tidur yang Sering Diabaikan, Bikin Tak Nyenyak dan Rezeki Seret

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan

Buron Usai Aksinya Viral, Pasutri Pencuri Laptop Mahasiswi Unila Diringkus di Kontrakan

Lampung | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Kisah Bli Nyoman: Tinggalkan Gengsi Pariwisata Bali Selatan Demi Sulap Desa Sendiri Jadi Juara

Kisah Bli Nyoman: Tinggalkan Gengsi Pariwisata Bali Selatan Demi Sulap Desa Sendiri Jadi Juara

Your Say | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:53 WIB

Brio Melesat Menembus Api: Tragedi Berdarah di Ruas Tol Sumo Gresik

Brio Melesat Menembus Api: Tragedi Berdarah di Ruas Tol Sumo Gresik

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:49 WIB

25 Prompt AI Edit Foto Hari Kemerdekaan RI ke-81, Hasil Natural Cocok untuk Medsos

25 Prompt AI Edit Foto Hari Kemerdekaan RI ke-81, Hasil Natural Cocok untuk Medsos

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:40 WIB

20 Twibbon HUT ke-81 RI untuk Anak-anak, Desain Lucu dan Gratis

20 Twibbon HUT ke-81 RI untuk Anak-anak, Desain Lucu dan Gratis

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 07:40 WIB

×