Ketua Timses Prabowo Memilih Melanggar HAM daripada Negara Runtuh

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 28 Desember 2018 | 04:50 WIB
Ketua Timses Prabowo Memilih Melanggar HAM daripada Negara Runtuh
Calon Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Bakal Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Djoko Santoso lebih memilih melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) daripada membiarkan negara runtuh. Djoko mengaku rela dihukum untuk menyelamatkan kondisi negara.

Ucapan tersebut diungkapkan Djoko saat ditanyakan apabila ada isu pelanggaran HAM Prabowo yang akan diangkat pada sesi debat Capres - Cawapres. Isu HAM sendiri akan menjadi tema pada sesi debat perdana yang digelar pada 17 Januari 2019 mendatang.

Djoko mengaku tidak khawatir apabila isu pelanggaran HAM mantan Danjen Kopassus itu kembali diungkit dalam sesi debat. Membela Prabowo, Djoko menyebut pelanggaran HAM perlu dilakukan sebagai salah satu pilihan bagi anggota yang sedang bertugas di tengah krisis.

"Nggak (khawatir). Kalau disuruh saya melanggar HAM, 5 tahun lalu saya pernah ditanya itu, melanggar HAM atau negara ini jadi rusak atau runtuh. Lebih baik melanggar HAM. Kan saya saja yang (nantinya) dihukum (di samping) negara tetap utuh. Itu pilihan-pilihan bagi orang yang bertugas di wilayah-wilayah krisis," kata Djoko dalam acara 'Ngobrol Bareng Djoksan' di Bos Cafe, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2018).

Kemudian Djoko mengungkapkan pandangannya soal isu pelanggaran HAM yang dilakukan Prabowo pada 1998 lalu. Saat itu Prabowo dituduh menculik aktivis saat masih aktif menjadi Panglima Kostrad.

Djoko sempat heran isu itu kembali muncul saat Prabowo mendaftarkan diri sebagai Calon Presiden di Pemilu 2019. Namun, saat Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi pendamping Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009, isu tersebut sama sekali tidak berhembus.

"HAM itu daur ulang, dulu waktu Pak Prabowo jadi cawapresnya Bu Megawati tidak diserang. Lolos-lolos saja. Sekarang yang diperhatikan Pak Prabowo dituduh melanggar HAM dalam kurun waktu peralihan," ujarnya.

"Jadi itu pasti akan keluar, sudah pastilah. Cuma kalau sekarang melanggar HAM, itu lebih berat. Itu tuduhan ke Prabowo saat jaman peralihan. Nah sekarang ini sudah zaman normal, bahaya kalau ada tuduhan melanggar HAM," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Kader Mundur, PAN: Berjuang 100 Persen Menangkan Partai dan Prabowo

Ada Kader Mundur, PAN: Berjuang 100 Persen Menangkan Partai dan Prabowo

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 22:46 WIB

Ditawari Posko Pemenangan, Kubu Prabowo Akan Tinjau Rumah Tetangga Jokowi

Ditawari Posko Pemenangan, Kubu Prabowo Akan Tinjau Rumah Tetangga Jokowi

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 23:05 WIB

Besok, PKS dan Gerindra Bertemu Bahas Pengganti Sandiaga di Jakarta

Besok, PKS dan Gerindra Bertemu Bahas Pengganti Sandiaga di Jakarta

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 21:24 WIB

Ketua BPN: Prabowo Bukan Merangkul, Tapi Didukung Massa Muslim

Ketua BPN: Prabowo Bukan Merangkul, Tapi Didukung Massa Muslim

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 20:06 WIB

Tak Takut Debat HAM, Ketua BPN: Dulu Prabowo Cawapres Megawati Lolos Aja

Tak Takut Debat HAM, Ketua BPN: Dulu Prabowo Cawapres Megawati Lolos Aja

News | Kamis, 27 Desember 2018 | 19:07 WIB

Terkini

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

Nusron Wahid Kembali Mangkir dari Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Langkah Lanjutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:50 WIB

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Anti Ribet Saat ke Luar Negeri, eSIM Telkomsel Bisa Buat Hotspot hingga MiFi

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Cuaca Semarang Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Diperkirakan Tembus 37 Derajat Celsius

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:37 WIB

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo Minta Maaf Kepada Masyarakat Usai Diperiksa 14 Jam oleh KPK

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB

5 Rekomendasi Bedak Murah yang Bikin Makeup Menempel, Lengkap Cara Pakai agar Tahan Lama

5 Rekomendasi Bedak Murah yang Bikin Makeup Menempel, Lengkap Cara Pakai agar Tahan Lama

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Hercules Diduga Terima Uang dari Summarecon untuk Pengelolaan Lahan, KPK Sita Rp 800 Juta

Hercules Diduga Terima Uang dari Summarecon untuk Pengelolaan Lahan, KPK Sita Rp 800 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:20 WIB

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

MSCI Pertimbangkan Turunkan Status Pasar Saham Indonesia

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:04 WIB

×