Jurnalis Dicekik di Acara Munajat 212, PSI: Gerombolan Tak Beradab!

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 22 Februari 2019 | 09:27 WIB
Jurnalis Dicekik di Acara Munajat 212, PSI: Gerombolan Tak Beradab!
Politisi PSI, Guntur Romli. (Suara.com/M Yasir)

Suara.com - Seorang jurnalis baru saja mengalami aksi intimidasi oleh sekelompok orang saat terjadi kericuhan di acara Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019) malam. Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli mengecam perlakuan itu dan dinilainya dilakukan oleh gerombolan tidak beradab.

Satria, jurnalis detik.com mengalami perbuatan yang tidak menyenangkan saat meliput adanya kericuhan di acara Munajat 212. Dirinya dicekik, dicakar dan pakaiannya pun ditarik-tarik karena merekam kejadian kericuhan tersebut.

"Mengecam segala bentuk persekusi kepada jurnalis oleh gerombolan tak beradab ini!," tulis Gun Romli melalui akun Twitternya @GunRomli pada Jumat (22/2/2019).

Seorang jurnalis dari sebuah media online bernama Walda Marison menceritakan, ia melihat rekannya Satria mendapatkan intimidasi itu. Saat itu, Walda sedang berada di belakang panggung bersama jurnalis lainnya saat acara berlangsung. Tiba-tiba kericuhan pecah di area acara yang diduga berasal dari adanya aksi copet.

"Jadi awalnya saya sedang duduk di belakang panggung, kemudian terjadi kericuhan di antara orang FPI dan Laskar FPI. Kami semua wartawan langsung nimbrung ke kericuhan tersebut," ujar Walda kepada Suara.com, Kamis (21/2/2019).

Saat itulah, Satria berada di posisi paling depan di antara jurnalis lainnya, sembari mengabadikan gambar melalui rekaman telepon seluler. Akhirnya, Satria ditarik oleh kerumunan massa untuk diamankan.

"Nah satu wartawan, Satria kebetulan paling dekat dan merekam di lokasi kericuhan. Mungkin orang FPI sadar kalau Satria merekam full. Dia paling dekat. Kemudian dia paksa Satria untuk hapus rekaman," jelasnya.

Tak hanya itu, Satria juga mengalami perlakuan kasar oleh massa di sana. Walda yang berusaha melerai kericuhan tersebut malah menjadi sasaran copet. Alhasil ponsel genggam milik Walda hilang.

"Sempat ada perlakuan kasar kepada Satria. Dicekik, dicakar, kemudian bajunya ditarik-tarik," tutur Walda.

baca juga

"Saat itu saya berusaha tarik Satria dari kerumunan sambil merekam, saya tarik Satria tapi gak bisa. Hp saya taruh di kantung baju. Pas di kerumunan, hp saya hilang," tandasnya.

Sebelumnya, Acara Munajat 212 ricuh di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019). Kericuhan tersebut muncul diduga dengan adanya pencopet. Terdapat jurnalis yang diintimidasi. Bahkan ada jurnalis yang kehilangan ponselnya.

"Iya itu diduga copet ya, ada dua orang dan sudah kita bawa, ya itu diduga ya (berawalnya Kericuhan)," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dihubungi, Kamis (21/2/2019) malam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beraksi di Acara Munajat 212, Pencopet Nyaris Dihajar Massa

Beraksi di Acara Munajat 212, Pencopet Nyaris Dihajar Massa

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 21:49 WIB

Soal Malam Munajat 212, HNW: Yang Penting Tidak Melanggar Hukum

Soal Malam Munajat 212, HNW: Yang Penting Tidak Melanggar Hukum

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 13:37 WIB

Antisipasi Imbas Acara Munajat 212, PT KAI Terapkan Pola Ini

Antisipasi Imbas Acara Munajat 212, PT KAI Terapkan Pola Ini

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 11:35 WIB

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Munajat 212 di Monas

Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang Munajat 212 di Monas

News | Kamis, 21 Februari 2019 | 08:42 WIB

Besok Malam, MUI dan GNPF Gelar Acara Malam Munajat 212 di Monas

Besok Malam, MUI dan GNPF Gelar Acara Malam Munajat 212 di Monas

News | Rabu, 20 Februari 2019 | 13:59 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×