Amerika Serikat Menolak Hentikan Operasional Boeing 737 MAX 8

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 13 Maret 2019 | 12:28 WIB
Amerika Serikat Menolak Hentikan Operasional Boeing 737 MAX 8
Boeing 737 MAX. [Shutterstock]

Suara.com - Amerika Serikat menolak mengentikan operasional pesawat Boeing 737 MAX 8. Hal itu dinyatakan Badan pengatur penerbangan Amerika Serikat, Selasa (12/3/2019) waktu setempat.

Keputusan itu terbalik dengan langkah yang diambil oleh negara-negara di seluruh dunia, yang telah menghentikan sementara pengoperasian pesawat Boeing jenis itu.

Penjabat kepala Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat Dan Elwell mengatakan bahwa hasil kajian badan tersebut tidak menunjukkan ada masalah kemampuan sistematis maupun alasan untuk memerintahkan agar pesawat tersebut dihentikan pengoperasiannya.

Badan pengatur keselamatan penerbangan Uni Eropa pada Selasa memerintahkan operasi seluruh penerbangan Boeing 737 MAX di negara-negara anggota kelompok kawasan itu dihentikan untuk sementara. Seorang senator AS yang mengepalai panel pengawas sektor penerbangan menyarankan Amerika Serikat agar mengambil langkah sama setelah kecelakaan maut menimpa jenis pesawat tersebut pada Minggu, yaitu yang kedua sejak Oktober tahun lalu.

Dalam langkah yang tidak biasa, Badan Keselamatan Uni Eropa (EASA) mengatakan pihaknya menangguhkan semua penerbangan yang menggunakan pesawat-pesawat jet Boeing 737 MAX 8 dan 9.

Inggris, Jerman dan Prancis ikut dalam gelombang pengandangan Boeing 737 MAX 8 pascatragedi hari Minggu. Langkah itu diikuti oleh India hingga meningkatkan tekanan pada Amerika Serikat untuk mengambil keputusan yang sama.

Boeing mengatakan dapat mengerti langkah yang diambil oleh negara-negara tersebut. Namun, perusahaan terbesar dunia pembuat pesawat itu menyatakan tetap "sangat yakin" atas kinerja Boeing 737 MAX 9 dan menegaskan bahwa faktor keselamatan merupakan prioritas yang diusung perusahaan.

Kecelakaan maut pada Minggu terjadi lima bulan setelah sebuah pesawat Boeing 737 MAX 8 jatuh di Indonesia hingga menewaskan 189 orang. Penyebab kedua kecelakaan itu masih belum diketahui.

Pada Senin (11/3/2019) lalu FAA mengeluarkan rincian serangkaian perubahan desain dan ketentuan pelatihan dari Boeing terkait armada MAX setelah kecelakaan di Indonesia itu.

baca juga

Sejauh ini, belum ada bukti apakah kecelakaan 737 MAX 8 di Ethiopia dan Indonesia berkaitan. Para pakar pesawat mengatakan terlalu dini untuk menduga-duga penyebab kecelakaan terbaru. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia dan masalah teknis. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Desak India Berhenti Beli Minyak Venezuela

Amerika Serikat Desak India Berhenti Beli Minyak Venezuela

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 12:12 WIB

Tiga Maskapai Ini Bandel Tetap Terbangkan Boeing 737 MAX 8

Tiga Maskapai Ini Bandel Tetap Terbangkan Boeing 737 MAX 8

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2019 | 10:11 WIB

Pengguna Twitter Ngaku 2 Bulan Lalu Sudah Peringatkan Ethiopian Airlines

Pengguna Twitter Ngaku 2 Bulan Lalu Sudah Peringatkan Ethiopian Airlines

Lifestyle | Rabu, 13 Maret 2019 | 10:05 WIB

Amerika Serikat Tangguhkan Penerbangan Boeing 737 Max 8

Amerika Serikat Tangguhkan Penerbangan Boeing 737 Max 8

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2019 | 09:50 WIB

Ramai-ramai Terbitkan Larangan Terbang Boeing 737 Max 8

Ramai-ramai Terbitkan Larangan Terbang Boeing 737 Max 8

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 08:20 WIB

Terkini

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri

Jatim | Minggu, 20 September 2026 | 20:33 WIB

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

Di Hadapan Pemimpin Kota Dunia, Pramono Pamer Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:32 WIB

×