Amerika Serikat Desak India Berhenti Beli Minyak Venezuela

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 13 Maret 2019 | 12:12 WIB
Amerika Serikat Desak India Berhenti Beli Minyak Venezuela
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. [Reuters]

Suara.com - Amerika Serikat mendesak India agar berhenti membeli minyak dari Venezuela, yang tengah menghadapi serangkaian sanksi dari Washington.

Setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri India Vijay Gokhale di Washington, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada konferensi pers bahwa Washington berharap New Delhi tidak akan memberikan jalur ekonomi kepada rezim otoriter Presiden Nicolas Maduro, menurut Press Trust of India ( PTI).

India adalah pembeli minyak Venezuela terbesar ketiga di dunia.

"Kami meminta hal yang sama dari India seperti halnya kami di setiap negara: Jangan menjadi jalur kehidupan ekonomi bagi rezim Maduro," kata Pompeo kepada wartawan setelah bertemu Gokhale seperti dilansir dari kantor berita Anadolu, Rabu (13/3/2019).

Pompeo mengatakan masalah itu dibahas selama pertemuan, tetapi tidak memberikan rincian tambahan.

"Dengan cara yang sama di mana India sangat mendukung upaya kami di Iran, saya yakin mereka juga memahami ancaman nyata bagi rakyat Venezuela. Kami memiliki percakapan yang baik tentang hal itu," kata Pompeo.

PTI mengutip Pompeo yang mengatakan bahwa negara-negara yang mendukung Maduro melaksanakan intervensi asing yang mereka tuduhkan kepada negara lain.

“Hari ini, Amerika Serikat menarik garis tegas antara mereka yang membantu kekuatan penindasan dan mereka yang memberi kehidupan pada impian demokrasi rakyat Venezuela. Tidak ada ambiguitas di sini tentang kebenaran,” tambahnya.

Tekanan terbaru Washington pada rezim Maduro muncul ketika AS menarik stafnya yang tersisa dari negara Amerika Latin itu.

Bulan lalu, Manuel Quevedo, menteri perminyakan Venezuela dan direktur perusahaan minyak milik negara PDVSA, mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya ingin menjual lebih banyak minyak mentah ke India.

Venezuela saat ini memproduksi sekitar 1,57 juta barel minyak per hari, setengah dari produksinya pada dua dekade lalu.

Maduro menghadapi tantangan dari pemimpin oposisi Juan Guaido, yang menyatakan dirinya sebagai presiden pada Januari dan diakui oleh AS dan sejumlah negara-negara lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Tangguhkan Penerbangan Boeing 737 Max 8

Amerika Serikat Tangguhkan Penerbangan Boeing 737 Max 8

Bisnis | Rabu, 13 Maret 2019 | 09:50 WIB

AS akan Tarik 150 Staf Diplomatik dari Venezuela Pekan Ini

AS akan Tarik 150 Staf Diplomatik dari Venezuela Pekan Ini

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 16:25 WIB

Listrik Masih Padam, Venezuela Berlakukan Libur Nasional

Listrik Masih Padam, Venezuela Berlakukan Libur Nasional

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 12:39 WIB

Gara-gara Pesawat Jatuh, Saham Boeing Langsung Anjlok Hingga 9 Persen

Gara-gara Pesawat Jatuh, Saham Boeing Langsung Anjlok Hingga 9 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Maret 2019 | 09:59 WIB

50 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS di Suriah

50 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Koalisi Pimpinan AS di Suriah

News | Selasa, 12 Maret 2019 | 08:30 WIB

Terkini

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

Kades Salah Administrasi Tak Bisa Jadi Tersangka? Simak Aturan Baru dari Jaksa Agung Burhanuddin

News | Minggu, 19 April 2026 | 23:08 WIB

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:22 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:13 WIB

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB