20 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani Papua Dimakamkan Secara Massal

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 27 Maret 2019 | 14:04 WIB
20 Jenazah Korban Banjir Bandang Sentani Papua Dimakamkan Secara Massal
Keluarga mengangkat peti yang berisi jenazah korban banjir bandang Sentani untuk dimakamkan di Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (23/3/2019). (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Suara.com - Polda Papua menyerahkan 20 jenazah korban banjir bandang di Distrik Sentani, Jayapura, Papua, yang belum berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Mabes Polri kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura pada Rabu (27/3/2019). Selanjutnya puluhan jenazah tersebut akan dimakamkan secara massal di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua.

Penyerahan puluhan jenazah itu dilakukan oleh Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol dr Ramon A kepada Wakil Bupati Jayapura Giri Wijiyantoro di RS Bhayangkara, Kota Jayapura, Rabu siang.

"Hari ini kita serahkan 20 jenazah untuk dimakamkan secara massal," katanya Ramon seperti diberitakan Antara.

Ramon menerangkan, keputusan penyerahan jenazah tersebut berdasarkan inisiasi dari para tokoh gereja kepada pemerintah. Meski demikian Tim DVI kata dia, sebenarnya belum waktunya menyerahkan jenazah yang belum dikenali karena pemeriksaan DNA masih berjalan.

"Idealnya sesudah SOP, upaya identifikasi tidak berhasil dan upaya ini masih ada DNA, kami sudah mengambil sampel dari 20 jenazah dan juga sampel dari keluarga inti. Idealnya harus dari DNA, kalau tidak bisa baru diputuskan pemakaman massal seperti korban pesawat Trigana," kata Ramon.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijiyantoro mengatakan upaya pencarian korban dan proses identifikasi oleh Polri telah maksimal, sehingga hari ini akan dimakamkan secara massal.

"Proses identifikasi lewat DNA tetap dilakukan, nantinya saat dimakamkan ada tanda untuk nantinya bisa diketahui, misalnya ada keluarga yang ingin ambil. Intinya tandanya harus jelas saat dikuburkan," katanya.

20 jenazah langsung dibawa ke Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura dengan menggunakan kendaraan roda empat atau mobil jenazah dan ambulans milik RS Bhayangkara dan pihak terkait secara beriringan.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Ini, Pemerintah Berencana Makamkan Korban Banjir Sentani Secara Massal

Hari Ini, Pemerintah Berencana Makamkan Korban Banjir Sentani Secara Massal

News | Rabu, 27 Maret 2019 | 11:25 WIB

Indahnya Pantai Jeen Womom, Rumah Bagi Penyu Belimbing Berkembang Biak

Indahnya Pantai Jeen Womom, Rumah Bagi Penyu Belimbing Berkembang Biak

Lifestyle | Rabu, 27 Maret 2019 | 10:10 WIB

Disebut Utusan Allah, Prabowo Berikan Kemejanya ke Mantan Bupati Merauke

Disebut Utusan Allah, Prabowo Berikan Kemejanya ke Mantan Bupati Merauke

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 05:06 WIB

KPK Periksa Sekda Papua di Kasus Suap Proyek Jalan di Jayapura Tahun 2015

KPK Periksa Sekda Papua di Kasus Suap Proyek Jalan di Jayapura Tahun 2015

News | Senin, 25 Maret 2019 | 11:26 WIB

Jokowi 4,5 Tahun Difitnah, Pigai: Belajar dari Papua Diam Seribu Bahasa

Jokowi 4,5 Tahun Difitnah, Pigai: Belajar dari Papua Diam Seribu Bahasa

News | Minggu, 24 Maret 2019 | 07:14 WIB

Terkini

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

Siswi SMK di Bengkulu Terancam 7 Tahun Penjara karena Bunuh Anak Kandung

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:41 WIB

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Mobil Bekas Murah Saat BBM Sulit: 5 Pilihan Irit, Bandel, dan Masih di Bawah Rp100 Juta

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

11 Day Cream Ber-SPF yang Tidak Bikin Dempul dan Kusam, Mulai Rp25 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:40 WIB

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

Sungai Batanghari Jambi Surut Akibat Kemarau, Ramai Diobok-obok Pemburu Benda Antik

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:39 WIB

Bedah RUU Perampasan Aset, IMC Sebut 'Kekayaan Tak Wajar' Sudah Diatur di LHKPN

Bedah RUU Perampasan Aset, IMC Sebut 'Kekayaan Tak Wajar' Sudah Diatur di LHKPN

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:37 WIB

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

Donald Trump Terima Kasih ke Indonesia: Telah Berkomitmen Bantu Menstabilkan Jalur Gaza

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:33 WIB

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Warga Makassar-Gowa Bernapas Lega! Proyek Jalan Aroepala Selesai, Segera Dibuka Penuh

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:31 WIB

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

Waspada Cuci Uang Bermodus Aset Digital, IMC Usul Judol Masuk RUU Perampasan Aset

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

5 Masker Wajah Mengandung Bengkoang untuk Memutihkan Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Grow Wild, My Child: Saat Alam Menjadi Ruang Kelas Terbaik Anak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:30 WIB

×