Hoaks Meningkat di Tahun 2019, Isu PKI dan TKA Paling Banyak Dibicarakan

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 29 Maret 2019 | 17:10 WIB
Hoaks Meningkat di Tahun 2019, Isu PKI dan TKA Paling Banyak Dibicarakan
Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi II Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Imam Gunawan, Politisi PartaP Demokrat Annisa Tyas Palupi, Politisi Partai Nasdem Tina Talisa, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat & Penegakan Etika Pers Dewan Pers Imam Wahyudi, Staf Ahli Menkominfo Hendri Subiakto, Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang, dan Prita Laura memberi paparan saat Talkshow Politik Tanpa Hoax di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (29/3). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang menyebut penyebaran berita bohong alias hoaks mulai meningkat di tahun 2019. Padahal kata dia, sebelum memasuki Pemilu 2019 hoaks sempat menurun.

Hal ini dikatakan Rustika di acara launching Suara Regional dan Talkshow "Politik Tanpa Hoax" di Golden Ballroom 3, Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

"Di tahun 2018, hoaks menurun dan kembali meningkat di tahun 2019," ujar Rustika.

Rustika menuturkan, salah satu isu hoaks yang paling banyak dibicarakan setiap bulannya yakni terkait isu Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Tenaga Kerja Asing (TKA). Isu tersebut umumnya menyasar ke Capres petahana Jokowi.

Dari data yang diperoleh pada 4 Maret 2019, pembicaraan pada isu PKI mencapai angka 100 ribu. Angka tersebut berada pada urutan kedua setelah isu pemberitaan Ratna Sarumpaet.

"Ada beberapa isu yang isunya bertahan setiap bulan diantara PKI dan TKA. Kalau PKI rata-rata pembicarannya 100 ribu perbulan, kalau TKA rata-rata (pembicaraannya) 25 ribu perbulan," kata dia.

Ketika ditanya apakah isu tersebut dilakukan secara terstruktur atau tidak, Rustika menjawab diplomatis.

"Kita melihat dalam komposisi isu yang berkaitan PKI dan TKA ada beberapa komisi terdiri mereka-mereka yang berasal dari akun mesin bukan hanya akun manusia," kata dia.

Dalam diskusi tersebut hadir pula Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Henri Subiakto, Direktur Komunikasi Indonesia Indikator Rustika Herlambang, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakkan Etika Pers Dewan Pers Imam Wahyudi, Politisi Partai Nasdem Tina Talisa dan Politisi Partai Demokrat Annisa Tyas Palupi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kominfo: Hoaks Sulit Ditiadakan

Kominfo: Hoaks Sulit Ditiadakan

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 16:19 WIB

Penyebar Hoaks Akan Dijerat UU Terorisme, Pengamat: Wiranto Tak Paham

Penyebar Hoaks Akan Dijerat UU Terorisme, Pengamat: Wiranto Tak Paham

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 17:00 WIB

Mahfud MD: jika Polisi Mundur Dituduh Kriminalisasi Tak Bisa Berantas Hoaks

Mahfud MD: jika Polisi Mundur Dituduh Kriminalisasi Tak Bisa Berantas Hoaks

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 16:33 WIB

Menkominfo Sebut Hoaks Paling Banyak Berkaitan dengan Politik

Menkominfo Sebut Hoaks Paling Banyak Berkaitan dengan Politik

News | Kamis, 28 Maret 2019 | 15:17 WIB

Jelang Pemilu, Luhut Ajak Masyarakat Tidak Termakan Kabar Hoaks

Jelang Pemilu, Luhut Ajak Masyarakat Tidak Termakan Kabar Hoaks

Tekno | Kamis, 28 Maret 2019 | 13:07 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×