Cuit Pesawat Prabowo Dihadang, Andi Arief Diskakmat Warganet Diduga TNI AU

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 04 April 2019 | 10:14 WIB
Cuit Pesawat Prabowo Dihadang, Andi Arief Diskakmat Warganet Diduga TNI AU
Barang bukti Andi Arief ditangkap sedang konsubsi sabu. (Dok Istimewa)

Suara.com - Tiga pesawat tempur diisukan menghalangi pesawat yang ditumpangi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat akan berkampanye terbuka di Purwokerto, Jawa Tengah, beberapa waktu silam.

Isu ini salah satunya dikicaukan politikus Partai Demokrat sekaligus anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Andi Arief, via akun jejaring sosial Twitter miliknya, @AndiArief_, Rabu (3/4/2019).

Dalam kicauannya, Andi Arief menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo bertanggung jawab terhadap keselamatan Prabowo Subianto sebagai calon presiden resmi.

Kemudian, Andi Arief berkicau menyoroti isu dihalang-halanginya pesawat yang ditumpangi Prabowo Subianto oleh pesawat tempur milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

"Pak Jokowi Presiden RI masih bertanggung jawab terhadap keselamatan Pak Prabowo sebagai capres resmi. Jika benar pesawat Pak Prabowo diganggu pesawat tempur dan saat pulang dari Sumbar tak ada pengamanan seperti yang dikemukakan Pak @marierteman, sebenarnya ada skenario apa?" cuit Andi Arief.

Kicauan Andi Arief soal isu pesawat Prabowo dihalangi. [Twitter]
Kicauan Andi Arief soal isu pesawat Prabowo dihalangi. [Twitter]

Cuitan Andi Arief mendapat respons menohok dari pengguna akun @kamto_adi yang diduga salah seorang anggota TNI AU. Di profil pria tersebut tertulis, "penjaga langit nusantara."

Akun @kamto_adi meminta Andi Arief agar jangan membodohi masyarakat. Menurut dia, TNI dan TNI AU tersebut netral dan meminta Andi Arief datang ke Halim Perdanakusuma untuk meminta kejelasan.

"Pak, tolong jangan membodohi masyarakat. Kami TNI & TNI AU itu netral, masa sengaja mengganggu pergerakan capres?! Saya tahu kejadiannya tapi saya tidak punya wewenang menjelaskan. Silakan datang ke Halim kalau mau jelas," cuit akun @kamto_adi.

Lalu, akun @kamto_adi meminta Andi Arief agar tidak beropini dari penjelasan salah satu pihak, karena itu adalah hal yang memalukan.

"Jangan beropini hanya dari penjelasan salah satu pihak, malu!" kicau akun @kamto_adi.

Kicauan warganet diduga anggota TNI AU. [Twitter]
Kicauan warganet diduga anggota TNI AU. [Twitter]

Seperti diketahui, isu ini berawal dari kicauan dalam akun Twitter @marierteman, milik mantan Kasum TNI Letjen (Purn) JS Prabowo.

Dalam cuitannya, JS Prabowo menyebutkan pesawat yang ditumpangi Prabowo dihalangi saat akan berangkat, karena di ujung landasan pacu melintas tiga jet tempur.

"Info, Saat akan menuju Purwokerto (1/4) pswt yg ditumpangi @prabowo aborted take off krn saat akan take off diujung runway melintas 3 jet tempur. Pengaduan resmi + CVR akn disampaikan kpd dirjen perhubungan udara," cuitnya.

Tak hanya itu, dalam cuitan selanjutnya, JS Prabowo menyebut proses pendaratan pesawat juga sering diperlambat dan membuat jadwal kampanye Prabowo berantakan.

"Proses mendarat pun sering di perlambat 2-3 jam shg semua jadwal berantakan. Padahal jadwal waktu dan rute penerbangan sdh disampaikan 24 jam sebelum keberangkatan," tulisnya.

Cuitan tersebut kemudian mendapat bantahan dari Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Samyoga.

"Pernyataan itu tidak tepat," katanya seperti dilansir Antara, Kamis di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Bahkan, Samyoga mengklarifikasi cuitan JS Prabowo yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

"Apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan Sukhoi," kata Samyoga.

Samyoga kemudian menjelaskan tidak ada keterlibatan Sukhoi dalam peristiwa tersebut.

Samyoga mengungkapkan CN 235 Kalong Flight, posisi sudah take off dan berikutnya yang akan take off adalah pesawat 9HNYC onboard Prabowo Subianto pada Senin (1/4/2019) di landasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menurutnya, saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off untuk keamanan.

"Abort take off dilakukan oleh senior ATC karena sebelumnya yang handle masih junior ATC. Jadi, abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Sukhoi," papar Samyoga.

Samyoga kemudian menjelaskan rincian kronologis kejadian yang terjadi pada Selasa (2/4/2019):

10.10: 2 Sukhoi landing aman
10.13: 9HNYC start engine. Noted: baru start
10.17: 9HNYC request taxy
10.17: Wing Air (Won 1721) posisi approach
10.18: 9HNYC holding di taxyway C, menunggu Won 1721 landing
10.20: Won 1721 landing
10.21: 9HNYC menuju posisi line up
10.23: 9HNYC take off ke Padang
10.20: 3 Sukhoi mendarat

"Artinya, pesawat 9HNYC tidak ada hubungan sama sekali dengan penerbangan Sukhoi. Pesawat 9HNYC menunggu keberangkatan (take off) karena ada pesawat Wing Air sedang akan mendarat, bukan Sukhoi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Batal ke Aceh Hari Ini, BPN Minta Maaf

Prabowo Batal ke Aceh Hari Ini, BPN Minta Maaf

News | Kamis, 04 April 2019 | 09:15 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×