Kisah Pilu Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA di Pontianak, Ini Kronologinya

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 10 April 2019 | 11:20 WIB
Kisah Pilu Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA di Pontianak, Ini Kronologinya
Ilustrasi korban penganiayaan anak. (shutterstock)

Suara.com - Tagar Justice For Audrey mendadak viral di media sosial, bahkan menjadi trending topik nomor satu di dunia. Tagar itu muncul pasca kasus penganiayaan seorang siswi SMP kelas 2 di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat yang dikeroyok oleh 12 orang siswi SMA di daerah itu.

Tak hanya memantik perhatian dunia, kasus ini bahkan membuat kaget sejumlah kalangan. Mulai dari selebritis, pemerhati anak, pengamat pendidikan hingga wakil rakyat ramai-ramai angkat bicara terkait kasus tersebut.

Dikutip dari laman Suara Kalbar (jaringan Suara.com), Rabu (10/4/2019), kasus tersebut bermula pada Jumat (29/3/2019). Saat itu, siswi SMP berinisial AU dijemput oleh seorang sepupunya. Diduga, korban dari awal sudah dibuntuti oleh para pelaku.

Saat dijemput itulah, AU dan sepupunya diikuti oleh dua orang siswi SMA lalu dicegat di tengah jalan serta ditarik rambutnya. Lokasinya ada di Jalan Sulawesi, Pontianak. Akibat ditarik rambutnya, AU pun jatuh di aspal.

Usai terjatuh, korban sempat mencoba untuk melepaskan diri dari amukan para pelaku. Namun kemudian dikejar hingga terjadilah penganiayaan kedua di lokasi berbeda yakni di Taman Akcaya.

Bahkan akibat aksi penganiayaan itu, bagian vital AU sempat terkena pukulan.

Alami Trauma Fisik dan Psikis

Sementara itu, kepada sejumlah wartawan, ayah korban, Bobi mengatakan, kondisi anaknya telah membaik meski mengalami trauma psikis akibat peristiwa penganiayaan yang terjadi pada Jumat (29/3/2019) lalu sekitar pukul 14.30 WIB itu.

"Dirawat sudah empat hari ini dan luka fisik dan psikis juga," ujar Bobi kepada sejumlah awak media di salah satu rumah sakit di Pontianak.

Meski sempat ada upaya mediasi terkait kasus anaknya, Bobi mengaku tetap meminta agar tiga pelaku dari 12 siswi yang tega menganiaya anaknya itu mendapat hukuman berat sesuai hukum yang berlaku.

"Saya minta ketiga pelaku yang menganiaya anak saya dihukum berat, karena anak saya menderita trauma berat akibat perlakuan tidak pantas yang dilakukan ketiga siswi," ujar dia.

Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Sementara itu, dari hasil penyelidikan polisi, sudah ditetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut. Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan. Mengingat, proses penyelidikan kasus penganiayaan itu masih berlangsung.

"Dari hasil pemeriksaan polisi, ditetapkan tiga tersangka, dan menjadi tersangka utama penganiayaan, polisi masih mendalami kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat," ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husnil Ramli seperti dilansir Suara Kalbar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Kasus Siswi SMP Dikeroyok 12 Siswi SMA, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

News | Rabu, 10 April 2019 | 10:40 WIB

Curhat 2 Warganet Beberkan 'Kegilaan' Lain Penganiaya Audrey

Curhat 2 Warganet Beberkan 'Kegilaan' Lain Penganiaya Audrey

News | Rabu, 10 April 2019 | 10:40 WIB

Dukungan ke Siswi Pontianak yang Disiksa Meluas, #JusticeForAudrey Mendunia

Dukungan ke Siswi Pontianak yang Disiksa Meluas, #JusticeForAudrey Mendunia

Tekno | Rabu, 10 April 2019 | 01:05 WIB

Siswi SMP di Pontianak Dikeroyok 12 Siswi SMA, Kemaluan Dirusak

Siswi SMP di Pontianak Dikeroyok 12 Siswi SMA, Kemaluan Dirusak

News | Selasa, 09 April 2019 | 14:54 WIB

Kasus Penganiayaan di Klub Malam, Kriss Hatta Resmi Dipolisikan

Kasus Penganiayaan di Klub Malam, Kriss Hatta Resmi Dipolisikan

Entertainment | Minggu, 07 April 2019 | 10:26 WIB

Terkini

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:54 WIB

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!

News | Sabtu, 18 April 2026 | 21:06 WIB

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:53 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:25 WIB

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal

News | Sabtu, 18 April 2026 | 20:19 WIB

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:49 WIB

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:45 WIB

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 19:32 WIB