Detik-detik Dramatis Paus Fransiskus Cium Kaki Para Pemimpin Sudan Selatan

Bangun Santoso

Sabtu, 13 April 2019 | 08:16 WIB
Detik-detik Dramatis Paus Fransiskus Cium Kaki Para Pemimpin Sudan Selatan
Paus Fransiskus berlutut untuk mencium kaki Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit (tengah) dan pemimpin oposisi Sudan Selatan Riek Machar (kanan) di kediaman Santa Marta Paus di Vatikan. (Media Vatikan / AFP)

Suara.com - Paus Fransiskus, dalam tindakan yang dramatis seusai retret yang belum pernah terjadi di Vatikan, berlutut dan mencium kaki para pemuka Sudan Selatan yang sebelumnya berperang, pada Kamis serta mendesak mereka untuk tidak mengulangi perang saudara.

Paus meminta Presiden Salva Kiir, beserta mantan wakilnya yang menjadi pemimpin pemberontak, Riek Machar dan tiga orang wakil presiden yang lain untuk menghormati gencatan senjata yang mereka sepakati dan berjanji membentuk satu kesatuan pemerintahan bulan depan.

"Saya memohon anda sebagai saudara untuk tinggal dalam damai. Saya meminta Anda dari lubuk hati, marilah maju. Akan ada banyak masalah, namun tidak akan melemahkan kita. Selesaikan masalah kalian," kata Paus Fransiskus.

Para pemuka negara itu tampak tertegun ketika paus berusia 82 tahun yang menderita cedera kaki, dibantu oleh ajudannya berlutut dengan susah payah untuk mencium sepatu-sepatu dua pemimpin yang saling berlawanan, serta beberapa orang lain di ruang tersebut.

Permohonannya semakin memberi tekanan manakala kegelisahan makin merebak di Sudan Selatan akibat kudeta di negara tetangga, Sudan, pada Kamis yang mungkin berimbas pada kesepakatan damai yang rapuh yang mengakhiri perang saudara keji selama lima tahun di Sudan Selatan.

Vatikan mengajak para pemimpin Sudan Selatan untuk berdoa bersama selama 24 jam dan mendengarkan kotbah di kediaman paus sebagai usaha penyembuhan dari perpecahan yang menyakitkan, sebelum negara itu membentuk kesatuan pemerintahan.

"Akan ada pergumulan, ketidaksepakatan di antara kalian, tetapi tetaplah bersama, di dalam kantor, bicarakanlah," kata Paus Fransiskus dalam bahasa Italia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. "Namun di depan rakyat, bergandengan tangan. Maka sebagai warga yang bersahaja, Anda akan menjadi bapak-bapak bangsa."

Sudan yang mayoritas warganya Muslim dan bagian selatan yang kebanyakan warganya Nasrani, telah berjuang puluhan tahun untuk mendapat kemerdekaan pada 2011. Sudan Selatan terjerumus dalam perang saudara dua tahun kemudian setelah Kiir, dari suku Dinka, memecat Machar dari suku Nuer, sebagai wakil presiden.

Sekitar 400.000 orang meninggal dan lebih dari sepertiga dari 12 juta rakyatnya tercerabut, memicu gelombang pengungsian terburuk di Afrika sejak genosida Rwanda tahun 1994.

baca juga

Dalam naskah pidato yang disiapkan sebelumnya, pada Kamis Paus Fransiskus mengatakan bahwa rakyat Sudan Selatan sudah letih menghadapi perang dan para pemimpin bertugas membangun negara muda mereka dalam keadilan. Paus juga menegaskan kembali harapannya bahwa negara tersebut bersama dengan para pemuka agama meneguhkan perdamaian.

Retret tersebut juga dihadiri oleh Uskup agung Canterbury, Justin Welby,yang merupakan pemimpin spiritual komunitas Anglikan, anggota Dewan gereja-gereja Sudan Selatan, serta pemuka agama Katolik, Prebitarian dari Afrika. Welby yang mengusulkan retret ini kepada paus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paus Fransiskus Cium Kaki Para Pemimpin Sudan Selatan, Memohon Perdamaian

Paus Fransiskus Cium Kaki Para Pemimpin Sudan Selatan, Memohon Perdamaian

News | Jum'at, 12 April 2019 | 16:30 WIB

Peringatkan Fans Sepakbola, Paus Fransiskus: Lionel Messi Bukan Tuhan!

Peringatkan Fans Sepakbola, Paus Fransiskus: Lionel Messi Bukan Tuhan!

Bola | Selasa, 02 April 2019 | 19:00 WIB

Ngeri, Ratusan Guru Ramai-ramai Ikut Kursus Mengusir Setan

Ngeri, Ratusan Guru Ramai-ramai Ikut Kursus Mengusir Setan

News | Rabu, 20 Februari 2019 | 10:46 WIB

Pernah Ngaku Gaptek, Paus Bertemu Bos Microsoft Bahas Kecerdasan Buatan

Pernah Ngaku Gaptek, Paus Bertemu Bos Microsoft Bahas Kecerdasan Buatan

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 16:09 WIB

Paus Fransiskus Akui Skandal Biarawati Jadi Budak Seks Uskup dan Pastor

Paus Fransiskus Akui Skandal Biarawati Jadi Budak Seks Uskup dan Pastor

News | Rabu, 06 Februari 2019 | 15:03 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×