Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB
Hadapi Kemarau Ekstrem, Operasi Modifikasi Cuaca Maksimalkan Cadangan Air Bendungan Kaskade Citarum
Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan pemberangkatan pesawat pembawa garam semai pembentuk awan hujan berangkat dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung. (Dok: Ditjen SDA)

Suara.com - Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan biasanya. Bagi pengelola sumber daya air, situasi ini bukan sekadar persoalan berkurangnya hujan. Akan tetapi tantangan menjaga pasokan air bagi jutaan masyarakat, lahan pertanian, industri, hingga pembangkit listrik. Karena itu, setiap peluang turunnya hujan menjadi sangat berharga.

Pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, peluang ini dioptimalkan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sebuah metode memaksimalkan potensi awan hujan agar mampu meningkatkan aliran air menuju Bendungan Kaskade Citarum —Saguling, Cirata, dan Jatiluhur—sebagai penopang utama ketahanan air Jawa Barat dalam menghadapi musim kemarau tahun ini.

Operasi Modifikasi Cuaca ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum bersama Perum Jasa Tirta II, PT PLN Indonesia Power UPB Saguling, PT PLN Nusantara Power UP Cirata, BMKG, dan TNI Angkatan Udara. Fokus utamanya untuk mengoptimalkan curah hujan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum agar volume air di Bendungan Kaskade Citarum tetap terjaga sebagai penyangga kebutuhan air masyarakat.

Operasi ini dibutuhkan mengingat kemarau panjang bukan hanya identik dengan cuaca panas, tapi juga memiliki potensi menurunkan debit sungai dan volume waduk secara signifikan. Ketika tampungan air terus menyusut, dampaknya bisa meluas, mulai dari berkurangnya pasokan air baku, terganggunya irigasi pertanian, hingga menurunnya kemampuan pembangkit listrik tenaga air.

Dalam kondisi seperti ini, OMC menjadi salah satu upaya mitigasi yang dilakukan sebelum cadangan air benar-benar memasuki level kritis. Prinsipnya bukan "menciptakan hujan", melainkan membantu memaksimalkan potensi awan di atmosfer agar menghasilkan hujan pada lokasi yang diinginkan.

Menjaga "Tabungan Air" di Kaskade Citarum

Bendungan Kaskade Citarum merupakan sistem tiga bendungan besar yang saling terhubung, yaitu Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Ketiganya memiliki peran vital sebagai penyedia air untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembangkit listrik, irigasi pertanian, penyediaan air baku hingga mendukung berbagai aktivitas ekonomi di Jawa Barat dan sekitarnya.

Melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hujan diupayakan turun di wilayah tangkapan air sekitar bendungan sehingga air hujan dapat mengalir ke waduk dan meningkatkan cadangan air secara bertahap.

Proses penyimpanan garam di kabin untuk disemaikan membentuk awan hujan. (Dok: Ditjen SDA)
Proses penyimpanan garam di kabin untuk disemaikan membentuk awan hujan. (Dok: Ditjen SDA)

Dalam pelaksanaan OMC ini, tim terlebih dahulu memantau kondisi atmosfer, perkembangan awan, prakiraan cuaca, hingga kondisi hidrologi DAS Citarum. Hanya ketika terdapat awan yang memenuhi syarat, pesawat akan diterbangkan untuk melakukan penyemaian menggunakan bahan semai berupa garam (NaCl).

baca juga

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilaksanakan sejak 30 Juli sampai 5 Agustus 2026. Berdasarkan laporan pelaksanaan, hingga 4 Agustus 2026 tim berhasil melaksanakan empat sorti penerbangan dengan total penggunaan 3.200 kg bahan semai NaCl. Penyemaian dilakukan di sejumlah wilayah DAS Citarum yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan bahwa setelah pelaksanaan operasi, sejumlah wilayah Jawa Barat mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Pada 30 Juli misalnya, hujan ringan terpantau di sebagian besar wilayah target, termasuk daerah tangkapan air bendungan. Pengamatan lapangan juga menunjukkan adanya hujan di kawasan Saguling serta hujan dengan intensitas lebih tinggi di sekitar wilayah Cirata, termasuk Bojong Picung dan Sukaresmi. Tercatat 8 kejadian hujan dari 69 Pos Curah Hujan dengan intensitas 11,312 mm/hari.

Memasuki 31 Juli, BMKG secara khusus menyoroti tingginya curah hujan di stasiun AWS SMPK Bojong Picung (sebelah selatan Waduk Cirata) yang tercatat mencapai 35,4 mm/hari. Pada hari kelima (4/8/2026) dilakukannya metode OMC ini, tercatat 13 Kejadian hujan dari 69 Pos Curah Hujan yang tersebar dengan intensitas rata-rata 5,938 mm/hari.

Jalur penyemaian awan dalam OMC serta pantauan hujan dari BMKG. (Dok: Ditjen SDA)
Jalur penyemaian awan dalam OMC serta pantauan hujan dari BMKG. (Dok: Ditjen SDA)

Pantauan BMKG menunjukkan pada hari-hari berikutnya, hujan kembali terjadi di sejumlah wilayah Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan intensitas yang bervariasi, menunjukkan bahwa atmosfer masih memiliki potensi pembentukan hujan meskipun pasokan uap air terbatas.

Keberhasilan OMC tidak semata diukur dari berapa banyak hujan turun, tapi seberapa mampu hujan ini meningkatkan aliran air menuju bendungan sehingga volume tampungan bertambah dan dapat dimanfaatkan selama musim kemarau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:44 WIB

BRI Perkuat UMKM Kepulauan Talaud Lewat Dedikasi Mantri BRI

BRI Perkuat UMKM Kepulauan Talaud Lewat Dedikasi Mantri BRI

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:07 WIB

Kisah Sukses UMKM dari Sumenep, Perjuangan Rosidah Membesarkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI

Kisah Sukses UMKM dari Sumenep, Perjuangan Rosidah Membesarkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:30 WIB

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Persiapan KUR Perumahan, Menteri PKP Sebut Kinerja BRI Tertinggi Dalam Penyaluran Program

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:26 WIB

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Menguatkan Ekonomi Nasional Dimulai dari Manajemen Keuangan Perempuan UMKM bersama AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 15:03 WIB

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 19:29 WIB

Terkini

Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya

Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya

Bali | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Tak Terima Gubernur Riau Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

Tak Terima Gubernur Riau Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ajukan Banding

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia

Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung

Modus Beli Rokok, Pria Ini Bawa Kabur Motor Teman: Buron Setahun, Tertangkap Saat Pulang Kampung

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Bagaimana Discovery Commerce TikTok Shop Jadi Senjata Baru Brand Fashion Lokal

Bagaimana Discovery Commerce TikTok Shop Jadi Senjata Baru Brand Fashion Lokal

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Dikenal Tangguh, Truk KDMP Harganya Berapa? Intip Spesifikasinya

Dikenal Tangguh, Truk KDMP Harganya Berapa? Intip Spesifikasinya

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Rupiah Perkasa ke Rp17.933 per Dolar AS, Damai Timur Tengah dan Ekonomi RI Jadi Pendorong

Rupiah Perkasa ke Rp17.933 per Dolar AS, Damai Timur Tengah dan Ekonomi RI Jadi Pendorong

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:07 WIB

BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026

BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:03 WIB

Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat

Tramadol Obat Apa? Disebut Dedi Mulyadi Jadi Pemicu Naiknya Kriminalitas di Jawa Barat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:02 WIB

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Warteg dalam Perspektif Gender: Tempat Makan yang Tak Ramah Perempuan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:00 WIB

×