Presiden Jokowi Pimpin Sidang Kabinet di Istana Bogor

Bangun Santoso, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 23 April 2019 | 10:46 WIB
Presiden Jokowi Pimpin Sidang Kabinet di Istana Bogor
Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet di Istana Bogor, Selasa (23/4/2019). (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin sidang kabinet paripurna dengan topik Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif Tahun 2020 di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019).

Sidang kabinet itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan seluruh jajaran menteri. Di antaranya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Lalu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan sejumlah menteri kabinet lainnya.

Di awal pidatonya, Jokowi meminta para menterinya untuk memperkuat belanja modal agar penyerapan anggaran bisa direalisasikan.

"Berkaitan dengan ketersediaan anggaran dan pagu indikatif. Yang ingin saya tekankan, seperti kemarin juga sudah kita sampaikan, bahwa belanja modal agar diperkuat, agar ditingkatkan, semua kementerian harus bisa memaksa organisasinya agar penyerapan anggaran betul-betul bisa direalisasikan," ujar Jokowi.

Ia juga meminta kepada jajaran menteri untuk mengurangi belanja barang yang ada di kementerian-kementerian.

"Belanja barang kurangi sebanyak-banyaknya, bu Menkeu tolong dilihat, pada tahun yang posisinya normal, saya kira mungkin 2015, pakai patokan, nggak pas normal, 2.000 berapa kemarin? 2017, tolong betul-betul dipakai sebagai patokan dan dipaksa untuk masuk ke angka-angka itu," kata dia.

Tak hanya itu, Jokowi mengatakan prioritas utama semua kementerian adalah pembangunan SDM.

"Nanti kita akan bicara secara spesifik ini untuk kementerian-kementerian yang terkait, termasuk di dalamnya adalah kebijakan-kebijakan yang berikan insentif-insentif kepada perusahaan-perusahaan agar mereka juga ikut bersama -sama dengan kita melakukan pelatihan-pelatihan dan training-training secara besar-besaran baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Itu juga sudah harus keliatan tahun ini, tahun depan sudah keliatan besar-besaran," tandasnya

baca juga

Hingga berita diturunkan sidang kabinet paripurna masih berlangsung secara tertutup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Real Count KPU Pilpres 2019: Jokowi 55,09% - Prabowo 44,91%

Update Real Count KPU Pilpres 2019: Jokowi 55,09% - Prabowo 44,91%

News | Selasa, 23 April 2019 | 10:24 WIB

Disinggung tentang Istilah Cebong dan Kampret, Begini Reaksi Jokowi

Disinggung tentang Istilah Cebong dan Kampret, Begini Reaksi Jokowi

News | Selasa, 23 April 2019 | 09:47 WIB

Presiden Jokowi: Petugas Pemilu yang Gugur Pejuang Demokrasi

Presiden Jokowi: Petugas Pemilu yang Gugur Pejuang Demokrasi

News | Selasa, 23 April 2019 | 04:05 WIB

JK dan Tokoh Islam Minta Jokowi - Prabowo Redam Gejolak Massa

JK dan Tokoh Islam Minta Jokowi - Prabowo Redam Gejolak Massa

News | Senin, 22 April 2019 | 23:34 WIB

Tokoh Islam Datang ke Rumahnya, JK: Kami Minta Pak Jokowi - Prabowo Bertemu

Tokoh Islam Datang ke Rumahnya, JK: Kami Minta Pak Jokowi - Prabowo Bertemu

News | Senin, 22 April 2019 | 22:06 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×