2 Kali Masuk Rumah Sakit, Petugas KPPS di Semarang Akhirnya Meninggal

Bangun Santoso | Suara.com

Kamis, 25 April 2019 | 08:26 WIB
2 Kali Masuk Rumah Sakit, Petugas KPPS di Semarang Akhirnya Meninggal
Petugas KPPS di Semarang meninggal dunia karena kelelahan menghitung suara hingga subuh hari. (Suara.com/Adam Iyasa)

Suara.com - Satu lagi pejuang demokrasi berguguran, adalah Bambang Saptono (52) anggota Kelompok Penyelenggaran Pemungutan Suara (KPPS) di Semarang, ia meninggal dunia pada Rabu (24/4/2019), pukul 17.29 WIB.

Bambang diduga kelelahan setelah proses penghitungan suara di TPS 12 Kelurahan Barusari Kota Semarang yang memakan waktu sampai pukul 04.30 WIB. Kondisi itu menyebabkan sakit livernya kambuh.

Sebelumnya Bambang sempat dibawa ke rumah sakit usai proses penghitungan pada Kamis (18/4/2019) pagi oleh keluarganya karena mengeluh bagian perutnya sakit dan kesehatannya turun drastis.

"Pagi setelah penghitungan suara ngeluh sakit perutnya, badannya pucat, lalu dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) dirawat inap," ungkap keponakan almarhum Bambang, Naga Pratono, di rumah duka Jalan Kaligarang 21 Semarang, Rabu (24/4/2019) malam.

Usai dirawat inap di RST Semarang, kesehatan Bambang tampak mulai membaik dan sempat dibawa pulang kembali. Namun, pada Selasa (23/4/2019), kesehatannya kembali ngedrop, keluarga kembali membawanya ke IGD RSUP dr Kariadi Semarang.

"Dibawa ke IGD RS Kariadi, rawat inap juga karena sudah sangat ngedrop dirujuk ke ICU, tapi belum sampai rawat ICU meninggal dunia," imbuh Pratono.

Jenazah almarhum lalu dibawa pulang di kediamannya, para tetangga dan anggota KPPS TPS 12 ramai melayat. Rencananya akan dimakamkan pada Kamis (25/4/2019) hari ini di TPU Bergota Semarang sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua KPPS 12 Basuki Suwandani mengatakan, di mata rekan anggota KPPS, sosok Bambang Saptono merupakan pekerja yang giat, bertanggung jawab kepada tugasnya.

"Seminggu sebelum pencoblosan dia sudah sakit, mukanya pucat dan bola matanya menguning, tapi tak dirasakan karena dia merasa bertanggung jawab pada tugasnya sebagai KPPS dan ikut bertugas dari pagi sampai pagi kembali," ujar Basuki.

Basuki bersama rekan KPPS lainnya sebenarnya sudah bersiap menjenguk almarhum pada Rabu sore karena mendengar kondisi almarhum menurun saat rawat inap di RS Kariadi.

"Kita mau berangkat menjenguk, tapi malah mendapat kabar beliau meninggal dunia, kami sangat kehilangan sosok yang rajin dan bertangung jawab pada pak Bambang," ujarnya lagi.

Basuki mengakui jika proses pencoblosan sampai penghitungan suara yang sangat ribet dan panjang mengakibatkan para petugas KPPS kelelahan, termasuk Bambang Saptono yang akhirnya kondisi kesehatannya menurun drastis.

"Sebenarnya tak ada kendala tapi karena proses administrasi yang panjang dan ribet kami lelah, yang paling bikin capek saat penghitungan dan laporan saksi juga administrasi karena manual," jelasnya.

Pihaknya berharap, bagi pemerintah dan penyelanggara Pemilu yakni KPU untuk Pemilu kedepannya agar pemilihan presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DRPD Kabupaten Kota hendaknya bisa dipisah.

"Untuk pemerintah KPU itu pencoblosan jangan dijadikan satu, pemilihan Presiden, DPD, DPRD DPR RI itu terlalu lama dan ribet. Pemilu ke depan dibuat se-simple mungkin karena kelelahan rentan dengan kesalahan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Anggota KPPS Meninggal di Surabaya, Ini Langkah Wali Kota Risma

Ada Anggota KPPS Meninggal di Surabaya, Ini Langkah Wali Kota Risma

Jatim | Kamis, 25 April 2019 | 07:53 WIB

Real Count KPU Kamis Pagi: Jokowi 55,80% - Prabowo 44,20%

Real Count KPU Kamis Pagi: Jokowi 55,80% - Prabowo 44,20%

News | Kamis, 25 April 2019 | 06:13 WIB

Petugas KPPS Meninggal di Sumsel Tak Ditanggung BPJS

Petugas KPPS Meninggal di Sumsel Tak Ditanggung BPJS

News | Kamis, 25 April 2019 | 06:03 WIB

Kisah Prabowo, Ketua KPPS yang Meninggal Dunia Terkena Serangan Jantung

Kisah Prabowo, Ketua KPPS yang Meninggal Dunia Terkena Serangan Jantung

News | Rabu, 24 April 2019 | 22:09 WIB

144 Petugas KPPS Meninggal Dunia, KPU Ajak Jajarannya di Daerah Salat Gaib

144 Petugas KPPS Meninggal Dunia, KPU Ajak Jajarannya di Daerah Salat Gaib

News | Rabu, 24 April 2019 | 21:27 WIB

Terkini

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:05 WIB

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

Dugaan Prostitusi Anak di Jakbar, Mucikari hingga Kasir Karaoke Jadi Tersangka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:25 WIB

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

Rano Karno Bawa Jakarta Kolaborasi dengan Milan, Ruang Publik Bakal Lebih Artistik

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:17 WIB

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB