Dilema Petugas KPPS: Kerja Tak Kenal Waktu, Honor Kecil Bayar Telat

Bangun Santoso

Jum'at, 26 April 2019 | 08:08 WIB
Dilema Petugas KPPS: Kerja Tak Kenal Waktu, Honor Kecil Bayar Telat
Ilustrasi petugas KPPS memberikan pengarahan saat simulasi Pemilu 2019. [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Pesta demokrasi Pemilu 2019 baru saja berlangsung 17 April lalu. Kini, masyarakat tengah menanti hasil akhir proses perhitungan hasil pemilu oleh KPU.

Di Jakarta, pasangan petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun rival politik mereka Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tengah menanti hasil kampanye mereka selama kurang lebih delapan bulan. Sementara, di daerah-daerah ratusan nyawa petugas KPPS melayang dan ribuan lainnya masih dalam perawatan.

Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan, hingga kini jumlah petugas KPPS yang meninggal berjumlah 225 orang. Sementara ada 1.470 orang anggota KPPS sakit.

Suryadi selaku anggota KPPS asal Desa Tridadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta menceritakan kisahnya menjadi anggota KPPS untuk kesekian kalinya, kepada Suara.com. Ia mengakui tugas KPPS tahun ini lebih melelahkan.

"Dulu terpisah antara caleg dan presiden, sehingga tidak terlalu berat. Untuk tahun ini digabung, sehingga menjadi capek lah," kata Suryadi kepada Suara.com saat ditemui di rumahnya, Kamis (25/04/2019).

Suryadi mencoba mengulas hari-hari sebagai petugas KPPS di Pemilu 2019 ini. Persiapan pemungutan suara telah dimulai sejak Minggu (14/04/2019). Hari itu, para petugas TPS 20 Tridadi, Sleman, yang berjumlah tujuh orang telah mulai menulis undangan. Setelah itu, mereka mengantarkan surat-surat tersebut kepada para pemilih.

Lalu di hari berikutnya, mereka mulai menyiapkan lokasi TPS. Tugas mereka berakhir pada 18 April 2019 pukul 02.00 WIB, saat penghitungan suara telah selesai dan lembar C1 telah dilaporkan.

Suryadi mengatakan, ada sekitar 230 pemilih di TPS 20. Semua undangan ditulis secara manual. Sebelumnya, para anggota KPPS juga mengikuti sosialisasi yang dilakukan dua kali di Kantor Pedukuhan.

Untuk kerja keras selama beberapa hari itu, Suryadi mengaku hanya mendapatkan honor senilai Rp 470 ribu. Baginya jumlah itu tidak masalah, sebab ia memang berniat untuk membantu Pak Dukuh di desanya.

baca juga

Namun, tidak begitu bagi anggota KPPS lainnya. Menurutnya, sebagian anggota KPPS mengandalkan gaji harian. Selama bertugas, para petugas praktis tidak bekerja. Mereka fokus pada proses persiapan dan pemungutan suara. Belum lagi hari-hari yang mereka gunakan untuk beristirahat pasca-kelelahan bertugas.

"Setelah itu untuk istilah saya 'nyaur utang kesel' (bayar utang lelah) itu kan tidak hanya sehari. Yang saya rasakan itu kan harus dua hari tiga hari. (Mereka) itu kasihan berharap banyak dari honor itu," ungkap Suryadi.

Honor Telat

Jenazah Ketua KPPS TPS 04 Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Arman ditandu menuju pemakaman, Kamis (25/4/2019). [Suara.com/Rambiga]
Jenazah Ketua KPPS TPS 04 Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Arman ditandu menuju pemakaman, Kamis (25/4/2019). [Suara.com/Rambiga]

Selain jumlahnya tak seberapa, para anggota KPPS juga dikecewakan oleh terlambatnya pemberian honor. Padahal, tugas yang diemban telah selesai. Menurut dia, hal ini tidak terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya. Bahkan, ia sempat mengalami masa honor diberikan sebelum pemungutan suara berlangsung.

Suryadi bersyukur kerja melelahkan itu kini telah usai. Pemungutan suara di wilayahnya berjalan dengan lancar. Kondisinya saat bertemu Suara.com relatif sehat. Ia mengaku melakukan persiapan fisik sebelum bertugas dengan olahraga yang sesuai usia.

"Saya yang masih mampu cuma pingpong sama renang," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Real Count KPU Jumat Pagi: Jokowi 56,07% - Prabowo 43,93%

Update Real Count KPU Jumat Pagi: Jokowi 56,07% - Prabowo 43,93%

News | Jum'at, 26 April 2019 | 05:57 WIB

39 Petugas Pemilu Meninggal, KPU Jateng Gelar Salat Gaib Hari Ini

39 Petugas Pemilu Meninggal, KPU Jateng Gelar Salat Gaib Hari Ini

Jawa Tengah | Jum'at, 26 April 2019 | 05:43 WIB

Zulkifli Hasan ke Istana, PAN Pertimbangkan Alihkan Dukungan ke Jokowi

Zulkifli Hasan ke Istana, PAN Pertimbangkan Alihkan Dukungan ke Jokowi

News | Kamis, 25 April 2019 | 23:41 WIB

Update KPU: 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia dan 1.470 Orang Sakit

Update KPU: 225 Petugas KPPS Meninggal Dunia dan 1.470 Orang Sakit

News | Kamis, 25 April 2019 | 21:35 WIB

Timses Jokowi Akan Buktikan Kecurangan Pilpres 2019 Dilakukan Kubu Prabowo

Timses Jokowi Akan Buktikan Kecurangan Pilpres 2019 Dilakukan Kubu Prabowo

News | Kamis, 25 April 2019 | 21:07 WIB

Terkini

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

×