Ary Ginanjar : Mari Berangkulan Kembali Pasca - Pemilu

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Jum'at, 26 April 2019 | 15:11 WIB
Ary Ginanjar : Mari Berangkulan Kembali Pasca - Pemilu
Ary Ginanjar, CEO ESQ Leadership Center. (Dok : ESQ)

Suara.com - Suasana Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih terasa dan justru makin panas. Tokoh Pembangunan Karakter, Ary Ginanjar, mengajak semua pihak, baik pendukung pasangan calon 01 dan 02 untuk kembali saling merangkul.

"Negeri ini berdiri dari anak bangsa yang saling bahu membahu, merangkul satu sama lain," ujar dia, di Kantor Pusat ESQ Leadership Center, Menara 165 Cilandak Timur, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Motivator asal Indonesia ini menggambarkan, betapa tokoh-tokoh pendiri bangsa ini saling berangkulan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, tidak cukup satu generasi untuk menegakan Merah Putih menjadi bendera tertinggi di Nusantara.

Bermula dari organisasi Boedi Oetama, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa Sumpah Pemuda. Inilah kebangkitan anak-anak bangsa yang berujung pada kemerdekaan tahun 1945.

CEO ESQ Leadership Center ini juga bercerita tentang pasca - kemerdekaan, yang mana ribuan nyawa melayang untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Itulah sebabnya, terlalu mahal harga yang harus dibayar jika Indonesia ribut hanya karena pilpres yang rutin diadakan lima tahun sekali," katanya.

Ary, yang juga merupakan Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni ESQ (FKA ESQ) mengimbau seluruh alumni training ESQ, untuk menjadi juru damai atau peacemaker di mana pun mereka berada. Mereka diharapkan menjadi bagian untuk menciptakan kembali suasana hangat di tengah masyarakat.

"Ayo kembali saling berangkulan. Kita kawal untuk menjadi pemilu yang jujur dan adil. Apa pun hasilnya nanti, kita tetap satu bangsa dan satu Tanah Air," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPU Buka Pintu Usulan Bentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu 2019

KPU Buka Pintu Usulan Bentuk Tim Pencari Fakta Kecurangan Pemilu 2019

News | Jum'at, 26 April 2019 | 12:51 WIB

Anggota DKPP Tolak Pemilu 2019 Disebut Kacau

Anggota DKPP Tolak Pemilu 2019 Disebut Kacau

News | Jum'at, 26 April 2019 | 12:24 WIB

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Pemilu 2019 Terindikasi Maladministrasi?

Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Pemilu 2019 Terindikasi Maladministrasi?

News | Jum'at, 26 April 2019 | 09:11 WIB

Sebanyak 36 Pengawas Pemilu 2019 di Kabupaten Bekasi Tumbang

Sebanyak 36 Pengawas Pemilu 2019 di Kabupaten Bekasi Tumbang

Jabar | Kamis, 25 April 2019 | 18:35 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB