- Militer Iran melalui IRGC melancarkan serangan rudal gelombang ke-58 Operasi "True Promise 4" ke Israel dan pangkalan AS.
- Target utama serangan Iran meliputi kota-kota Israel seperti Tel Aviv dan fasilitas militer AS di Irak serta Kuwait.
- Aksi balasan ini merupakan respons atas operasi gabungan AS-Israel 28 Februari yang menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran.
Suara.com - Militer Iran melancarkan serangan ke berbagai titik di wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan ini disampaikan langsung oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Selasa.
Dilansir dari Sputnik, IRGC menyebut operasi militer tersebut merupakan bagian dari gelombang ke-58 Operasi “True Promise 4” yang menyasar sejumlah kota di Israel, termasuk wilayah utara dan tengah.
Beberapa kota yang menjadi target antara lain Nahariyya, Bet Shemesh, Tel Aviv, hingga Yerusalem Barat. Selain itu, IRGC juga mengklaim menyerang sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat.
Target yang disebut meliputi pangkalan AS Victoria di Irak, pangkalan udara Ali al-Salem di Kuwait, pangkalan udara Prince Sultan di Arab Saudi, hingga aset militer Armada Kelima Angkatan Laut AS.
Dalam serangan tersebut, Iran dilaporkan menggunakan berbagai jenis rudal, di antaranya Khorramshahr dengan hulu ledak seberat dua ton, Ghadir yang memiliki beberapa hulu ledak, serta rudal Fattah dan Kheibar Shekan.
Aksi militer ini merupakan respons atas operasi gabungan yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Pada hari pertama operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas. Selain itu, serangan juga menghantam sebuah sekolah putri di wilayah selatan Iran.
Pemerintah Iran menyebut jumlah korban jiwa akibat rangkaian konflik ini telah melampaui 1.200 orang.
(Antara)