Mardani Larang Masyarakat Teriak Ganti Presiden, Ini Kata Sandiaga

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 04 Mei 2019 | 14:43 WIB
Mardani Larang Masyarakat Teriak Ganti Presiden, Ini Kata Sandiaga
Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Politikus PKS sekaligus pencetus gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera mengharamkan adanya teriakan Ganti Presiden setelah pelaksanaan Pilpres 2019 selesai. Hasil real count sementara yang dilakukan KPU menunjukan pasangan nomor urut 01 Jokowi - Maruf unggul dari rivalnya, Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga.

Terkait itu, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku tak memiliki pandangan terkait tagar ganti presiden yang selama ini digaungkan Mardani.

"Saya enggak memiliki pandangan terhadap apa yang disampaikan pak Mardani," ujar Sandiaga di kediamannya, Jalan Jenggala II, Kebayoran Baru, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Menurut Sandiaga yang terpenting saat ini adalah mengawal Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat serta menyerap aspirasi masyarakat.

"Bagi saya sih tugas saya untuk mengawal Pemilu jujur adil dan bermartabat dan terus menyerap aspirasi masyarakat dan menghadirkan solusi," kata dia.

Selain itu mantan Wagub DKI Jakarta ini juga menyebut Pilpres bukanlah ajang untuk mencari kekuasaan, namun menjadikan Indonesia lebih kedepan.

"Karena ini bukan mencari kekuasaan untuk kalah menang, ini untuk Indonesia yang menang, Indonesia yang lebih baik adil dan makmur itu yang akan diperjuangkan," katanya.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Suara.com/Ria Rizki)
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Suara.com/Ria Rizki)

Sebelumnya politikus PKS sekaligus pencetus gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera mengharamkan kepada siapapun yang masih berteriak-teriak ganti presiden. Seruan itu disampaikan Mardani karena gerakan #2019GantiPresiden telah tutup buku setelah pelaksanaan Pemilu 2019berakhir.

"Per 13 April saya sudah mengharamkan diri tidak boleh teriak lagi ganti presiden. Sudah selesai. Kenapa? Karena itu sudah hari terakhir kampanye. Kalau sekarang apalagi?. Sudah selesai kompetisinya. Kita kembali normal. Ganti presiden sudah tutup buku," kata Mardani di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jumat (3/5/2019).

baca juga

Mardani kemudian mengajak kedua kubu pasangan baik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk bisa bertemu pasca Pilpres 2019 untuk mewujudkan suasana bangsa yang kondusif.

"Sebaiknya BPN tidak mengomentari TKN dan TKN tidak mengomentari BPN. Masing-masing monggo. Kita apresiasi. Siapapun pemenangnya, enggak usah ketakutan diambil TKN atau BPN," kata dia.

"Tinggal tekun saja. Enggak usah saling sahut. Karena yang seperti itu membuat di bawah, publik semakin pecah," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Damai Sejumlah Ulama Jatim Bagi Para Elite Usai Pemilu 2019

Pesan Damai Sejumlah Ulama Jatim Bagi Para Elite Usai Pemilu 2019

Jatim | Sabtu, 04 Mei 2019 | 14:01 WIB

Sandiaga: dari Sistem Pelaporan Dana Kampanye KPU Saja Kelihatan Kekacauan

Sandiaga: dari Sistem Pelaporan Dana Kampanye KPU Saja Kelihatan Kekacauan

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 13:54 WIB

AHY Bertemu Jokowi, Andi Arief: Silakan Menuduh Partai Demokrat Abu-abu

AHY Bertemu Jokowi, Andi Arief: Silakan Menuduh Partai Demokrat Abu-abu

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 13:29 WIB

Bicara Rencana Pertemuan Prabowo - Jokowi, Sandiaga: Mereka Bersahabat

Bicara Rencana Pertemuan Prabowo - Jokowi, Sandiaga: Mereka Bersahabat

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 13:04 WIB

Sandiaga 8 Bulan Menunggu Kesedian Ma'ruf Amin untuk Bertemu

Sandiaga 8 Bulan Menunggu Kesedian Ma'ruf Amin untuk Bertemu

News | Sabtu, 04 Mei 2019 | 12:34 WIB

Terkini

Apakah Sheet Mask Boleh Dibawa Tidur Semalaman? Ketahui Risikonya

Apakah Sheet Mask Boleh Dibawa Tidur Semalaman? Ketahui Risikonya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:25 WIB

Bukan Cuma Soal Motif, Ini yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Keramik Rumah Agar Lebih Higienis

Bukan Cuma Soal Motif, Ini yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Keramik Rumah Agar Lebih Higienis

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:24 WIB

Patroli Siber Bongkar Kelompok Remaja Bersenjata di Kudus, Tawuran Dicegah Sebelum Terjadi

Patroli Siber Bongkar Kelompok Remaja Bersenjata di Kudus, Tawuran Dicegah Sebelum Terjadi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 14:23 WIB

Apakah Aman Memakai Smartwatch untuk Berenang di Air Laut? Ini Penjelasannya

Apakah Aman Memakai Smartwatch untuk Berenang di Air Laut? Ini Penjelasannya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:21 WIB

BNI Sekuritas Buka Ruang Baru untuk Investor, Ada Market Update hingga Klinik Saham

BNI Sekuritas Buka Ruang Baru untuk Investor, Ada Market Update hingga Klinik Saham

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 14:10 WIB

Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata

Review Can This Love Be Translated?: Cinta Tak Semudah Menerjemahkan Kata

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 14:10 WIB

Cara Mengatasi Karet Pintu Kulkas Longgar agar Kembali Rapat, Bisa Pakai Air Hangat

Cara Mengatasi Karet Pintu Kulkas Longgar agar Kembali Rapat, Bisa Pakai Air Hangat

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:08 WIB

Ada Peringatan 'Merokok Membunuhmu' Tapi Berlabel Halal? Komnas PT: Apa Kata Dunia?

Ada Peringatan 'Merokok Membunuhmu' Tapi Berlabel Halal? Komnas PT: Apa Kata Dunia?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 14:05 WIB

Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?

Ketika Pemimpin Tak Percaya Pakar, Bagaimana Negara Menentukan Arah?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 14:00 WIB

Dari A- ke Selective Default, Rating ADHI Ambruk dalam 6 Bulan

Dari A- ke Selective Default, Rating ADHI Ambruk dalam 6 Bulan

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 13:42 WIB

×