Prabowo Minta KPPS Meninggal Divisum, Andi Arief: Berawal dari Demokrat

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 09 Mei 2019 | 10:44 WIB
Prabowo Minta KPPS Meninggal Divisum, Andi Arief: Berawal dari Demokrat
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief tiba di gedung Badan Narkotika Nasional (BNN). (Suara.com/ Yosea Arga Pramudita)

Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan banyaknya petugas pelaksana Pemilu 2019 yang meninggal dunia. Sebagai bentuk keprihatinannya, Prabowo bahkan meminta kepada pihak berwajib untuk melakukan visum, salah satunya kepada ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia.

Terkait itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief mengklaim ide visum yang kekinian diinginkan Prabowo mulanya diajukan oleh partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Termasuk meminta visum atas korban petugas KPPS," kata Andi dalam akun Twitternya @AndiArief__ pada Kamis (9/5/2019).

Selain itu, Andi menyebut beberapa kader Demokrat lebih dulu memiliki ide pembentukan tim pencari fakta kecurangan pemilu. Ide itu disampaikan ke jajaran petinggi Partai Gerindra. Hal itu disebutnya disampaikan tiga hari usai Pemilu 2019 berlangsung pada 17 April.

"Ide pembentukan tim pencari fakta kecurangan Pemilu datang dari diskusi beberapa kader Demokrat yang disampaikan ke petinggi Partai Gerindra persis 3 hari setelah Pilpres," ujar Andi.

Wacana Tim Pencari Fakta (TPF) sempat digaungkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga untuk mengusut adanya kecurangan usai Pemilu 2019. Namun wacana itu belum terealisasikan karena banyak yang tidak setuju.

Untuk diketahui, Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta pihak berwenang untuk melakukan visum kepada lebih dari 500 petugas Pemilu 2019 yang meninggal dunia karena kelelahan bekerja. Pernyatan itu disampaikan Prabowo berlandaskan rasa keprihatinannya melihat banyaknya pahlawan pejuang demokrasi yang gugur.

Ketum Partai Demokrat itu mengatakan gugurnya ratusan petugas pemilu merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi selama pemilihan umum berlangsung di Indonesia. Karena itu, ia memohon kepada pihak berwajib untuk mengusut penyebab dari ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia.

"Kami mohon pihak yang berwajib untuk menyelesaikan dan mengusut hal ini sehingga jelas bagi semua unsur apa yang terjadi sebenarnya," kata Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data Masuk 73 Persen, Prabowo Masih Tertinggal 13,95 Juta Suara

Data Masuk 73 Persen, Prabowo Masih Tertinggal 13,95 Juta Suara

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 09:59 WIB

Berhari-hari Pimpin Rapat Pleno Pemilu 2019, Ketua KPU Bekasi Jatuh Sakit

Berhari-hari Pimpin Rapat Pleno Pemilu 2019, Ketua KPU Bekasi Jatuh Sakit

Jabar | Kamis, 09 Mei 2019 | 08:01 WIB

Real Count KPU Rabu Pagi: Suara Prabowo Naik, Selisih Masih 14 Juta

Real Count KPU Rabu Pagi: Suara Prabowo Naik, Selisih Masih 14 Juta

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 06:08 WIB

Rekap Suara Pemilu Luar Negeri: Jokowi Unggul di 89 PPLN

Rekap Suara Pemilu Luar Negeri: Jokowi Unggul di 89 PPLN

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 05:34 WIB

Jokowi - Ma'ruf Kalah Telak di Padang

Jokowi - Ma'ruf Kalah Telak di Padang

News | Kamis, 09 Mei 2019 | 01:05 WIB

Terkini

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:00 WIB

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:45 WIB

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:40 WIB

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:58 WIB

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB